Terlibat Tawuran, Dua Kelompok Warga di Kelurahan Bunga Eja Beru Didamaikan
Jum'at, 14 Januari 2022 - 21:39 WIB
loading...
Dua kubu yang terlibat tawuran di Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo, Kota Makassar didamaikan. Foto: SINDOnews/Maman Sukirman
A
A
A
MAKASSAR - Unsur Tripika Kecamatan Tallo mendamaikan dua kelompok warga yang terlibat tawuran di Kelurahan Bunga Eja Beru yakni di Jalan Tinumbu Lorong 142 dan 148, Jumat (14/1) sore.
Camat Tallo, Alamsyah Sahabuddin mengatakan, dua kelompok warga itu bersepakat untuk berdamai, menahan diri, dan mengimbau keluarganya agar tidak terlibat serta terprovokasi melakukan tawuran .
Baca juga:Janjian di Medsos lalu Tawuran, Satu Pelajar Tangerang Tewas
Penandatangan nota kesepakatan atau memorandum of understanding (MoU) dilakukan secara terbuka, disaksikan seluruh pihak mulai dari tokoh masyarakat, pemuda serta orang tua.
Menurut Alamsyah, cara ini dianggap sebagai salah satu pencegahan atas keresahan masyarakat dengan tawuran yang melibatkan dua kelompok tersebut. Penandatangan MoU secara terbuka dilakukan agar semua pihak bisa jadi pengontrol.
"Jadi dua kelompok ini bukan hanya berjanji kepada pemerintah, polisi, TNI tapi di hadapan masyarakat. Jadi seluruh masyarakat ikut mengawasi atau menjadi bagian dari kontrol apa yang telah disepakati bersama," ucapnya melalui sambungan telepon.
Baca juga:Mencekam! 2 Kelompok Warga di Kota Makassar Terlibat Tawuran Berdarah
Kapolsek Tallo, Kompol Badollahi menambahkan, ada lima poin yang disetujui kedua belah pihak. Pada intinya mereka berjanji untuk menjaga keamanan di wilayahnya. Lalu mengawasi tindak tanduk pihak ketiga yang mencoba memicu keributan.
Dalam perjanjian itu juga polisi punya kewenangan penuh untuk bertindak represif bilamana ada kondisi yang mengingkari poin-poin MoU. "Semoga dengan perjanjian ini menjadi suatu landasan dan motivasi untuk rujuk dan damai kembali agar tidak terjadi perang kelompok lagi," ungkapnya.
Badollahi bilang, selama ini pihaknya terus berupaya untuk mengimbau kedua belah pihak. "Saya bilang, kamu ini bertetangga satu kelurahan tidak seharusnya sebagai keluarga rukun tetangga namanya RT, pengertian rukun kan damai, bertetangga yah bertetanggalah dengan damai akhirnya bisa begitu," ucapnya.
Baca juga:Aksi Kejar-Kejaran Mewarnai Penangkapan Pelaku Tawuran di Jakarta Utara
Mantan Kasat Narkoba Polres Sidrap ini menerangkan, tawuran antar kedua pihak terjadi karena dendam lama, di mana salah satu pemuda yang tinggal di Jalan Tinumbu Lorong 148 meninggal dunia akibat seteru tersebut.
"Intinya saya selaku Kapolsek, Pak Camat, Pak Danramil. Unsur Tripika Tallo berharap tidak ada lagi perkelahian kelompok yang terjadi baik antar RT maupun antar kelurahan," tukas Kompol Badollahi.
Dia menyatakan, upaya serupa bukan kali pertama dilakukan bersama unsur Tripika lainnya dengan mengedepankan fungsi preemtif, preventif, pembinaan, sampai kepada langkah penindakan hukum atau represif.
Baca juga:Bekuk Puluhan Anggota Geng Motor, Polisi Temukan Bom Molotov untuk Tawuran Antar Wilayah
"Artinya kita tidak boleh bosan bagaimana mencegah perang kelompok. Anggota kami dari kepolisian dan dibantu TNI selalu stand by dan mobile untuk mencegah tawuran yang terjadi di sana," ucapnya.
"Jangan kita bosan untuk mengajak masyarakat menjaga ketertiban dan keamanan. Intinya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat itu jadi tugas pokok kita anggota polisi," kata Badollahi menutup.
Camat Tallo, Alamsyah Sahabuddin mengatakan, dua kelompok warga itu bersepakat untuk berdamai, menahan diri, dan mengimbau keluarganya agar tidak terlibat serta terprovokasi melakukan tawuran .
Baca juga:Janjian di Medsos lalu Tawuran, Satu Pelajar Tangerang Tewas
Penandatangan nota kesepakatan atau memorandum of understanding (MoU) dilakukan secara terbuka, disaksikan seluruh pihak mulai dari tokoh masyarakat, pemuda serta orang tua.
Menurut Alamsyah, cara ini dianggap sebagai salah satu pencegahan atas keresahan masyarakat dengan tawuran yang melibatkan dua kelompok tersebut. Penandatangan MoU secara terbuka dilakukan agar semua pihak bisa jadi pengontrol.
"Jadi dua kelompok ini bukan hanya berjanji kepada pemerintah, polisi, TNI tapi di hadapan masyarakat. Jadi seluruh masyarakat ikut mengawasi atau menjadi bagian dari kontrol apa yang telah disepakati bersama," ucapnya melalui sambungan telepon.
Baca juga:Mencekam! 2 Kelompok Warga di Kota Makassar Terlibat Tawuran Berdarah
Kapolsek Tallo, Kompol Badollahi menambahkan, ada lima poin yang disetujui kedua belah pihak. Pada intinya mereka berjanji untuk menjaga keamanan di wilayahnya. Lalu mengawasi tindak tanduk pihak ketiga yang mencoba memicu keributan.
Dalam perjanjian itu juga polisi punya kewenangan penuh untuk bertindak represif bilamana ada kondisi yang mengingkari poin-poin MoU. "Semoga dengan perjanjian ini menjadi suatu landasan dan motivasi untuk rujuk dan damai kembali agar tidak terjadi perang kelompok lagi," ungkapnya.
Badollahi bilang, selama ini pihaknya terus berupaya untuk mengimbau kedua belah pihak. "Saya bilang, kamu ini bertetangga satu kelurahan tidak seharusnya sebagai keluarga rukun tetangga namanya RT, pengertian rukun kan damai, bertetangga yah bertetanggalah dengan damai akhirnya bisa begitu," ucapnya.
Baca juga:Aksi Kejar-Kejaran Mewarnai Penangkapan Pelaku Tawuran di Jakarta Utara
Mantan Kasat Narkoba Polres Sidrap ini menerangkan, tawuran antar kedua pihak terjadi karena dendam lama, di mana salah satu pemuda yang tinggal di Jalan Tinumbu Lorong 148 meninggal dunia akibat seteru tersebut.
"Intinya saya selaku Kapolsek, Pak Camat, Pak Danramil. Unsur Tripika Tallo berharap tidak ada lagi perkelahian kelompok yang terjadi baik antar RT maupun antar kelurahan," tukas Kompol Badollahi.
Dia menyatakan, upaya serupa bukan kali pertama dilakukan bersama unsur Tripika lainnya dengan mengedepankan fungsi preemtif, preventif, pembinaan, sampai kepada langkah penindakan hukum atau represif.
Baca juga:Bekuk Puluhan Anggota Geng Motor, Polisi Temukan Bom Molotov untuk Tawuran Antar Wilayah
"Artinya kita tidak boleh bosan bagaimana mencegah perang kelompok. Anggota kami dari kepolisian dan dibantu TNI selalu stand by dan mobile untuk mencegah tawuran yang terjadi di sana," ucapnya.
"Jangan kita bosan untuk mengajak masyarakat menjaga ketertiban dan keamanan. Intinya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat itu jadi tugas pokok kita anggota polisi," kata Badollahi menutup.
(luq)
Lihat Juga :