Air Sungai Tercemar, Puluhan Warga di Asahan Alami Gatal-gatal
Jum'at, 14 Januari 2022 - 06:35 WIB
loading...
Puluhan warga desa di Asahan Sumatera Utara (Sumut) dilaporkan mengalami gangguan kulit akibat air sungai yang melintas di sekitar tempat tinggal mereka tercemar. Foto SINDOnews
A
A
A
ASAHAN - Puluhan warga desa di Asahan Sumatera Utara (Sumut) dilaporkan mengalami gangguan kulit akibat air sungai yang melintas di sekitar tempat tinggal mereka tercemar. Mereka mengalami gatal-gatal hingga memutuskan untuk tidak lagi menggunakan air sungai tersebut untuk kebutuhan sehari-hari mereka, termasuk untuk mandi, cuci dan kakus (MCK).
Kondisi tersebut sudah terjadi sejak tiga bulan lalu. Aliran Sungai Pematang yang diduga tercemar limbah ini melintasi tiga desa di antaranya Desa Pematang Sei Baru, Silo Baru dan Lubuk Palas. Baca juga: Kasus Mafia Tanah, 3 Mantan Kepala BPN Langkat Diperiksa Kejati Sumut
"Kami pikir penyakit gatal biasa. Lama-kelamaan makin banyak masyarakat yang mengeluh gatal-gatal, terutama yang tinggal di pinggir sungai ini," kata Amin warga desa Pematang Sei Baru kepada wartawan, Kamis (13/1/2022).
Meski air sungai diyakini warga telah tercemar, belum tampak tanda berubah warna air atau berbau pekat. "Kalau tercemarnya disebabkan limbah atau apa kami belum tau. Karena air tak berubah warna. Tapi setiap ada orang yang mandi-mandi di sini pasti langsung gatal-gatal. Makanya dipasang plank supaya diketahui masyarakat jangan digunakan ini sungainya," ujarnya.
Banyaknya keluhan penyakit gatal-gatal dibenarkan oleh Suriana, petugas Puskesmas pembantu desa setempat. Menurutnya sepekan terakhir memang banyak warga datang mengeluhkan penyakit alergi pada kulit. "Penyakit ini memang menular. Jadi kalau sudah ada anggota keluarga yang terkena bisa kena ke yang lain," ujarnya.
Kondisi tersebut sudah terjadi sejak tiga bulan lalu. Aliran Sungai Pematang yang diduga tercemar limbah ini melintasi tiga desa di antaranya Desa Pematang Sei Baru, Silo Baru dan Lubuk Palas. Baca juga: Kasus Mafia Tanah, 3 Mantan Kepala BPN Langkat Diperiksa Kejati Sumut
"Kami pikir penyakit gatal biasa. Lama-kelamaan makin banyak masyarakat yang mengeluh gatal-gatal, terutama yang tinggal di pinggir sungai ini," kata Amin warga desa Pematang Sei Baru kepada wartawan, Kamis (13/1/2022).
Meski air sungai diyakini warga telah tercemar, belum tampak tanda berubah warna air atau berbau pekat. "Kalau tercemarnya disebabkan limbah atau apa kami belum tau. Karena air tak berubah warna. Tapi setiap ada orang yang mandi-mandi di sini pasti langsung gatal-gatal. Makanya dipasang plank supaya diketahui masyarakat jangan digunakan ini sungainya," ujarnya.
Banyaknya keluhan penyakit gatal-gatal dibenarkan oleh Suriana, petugas Puskesmas pembantu desa setempat. Menurutnya sepekan terakhir memang banyak warga datang mengeluhkan penyakit alergi pada kulit. "Penyakit ini memang menular. Jadi kalau sudah ada anggota keluarga yang terkena bisa kena ke yang lain," ujarnya.
Lihat Juga :