BBKP Makassar Patroli Antisipasi Penyelundupan di Tengah Laut

Rabu, 12 Januari 2022 - 17:01 WIB
loading...
BBKP Makassar Patroli...
Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Makassar bersama Kesyahbandaran Utama Makassar, Bea Cukai Makassar, dan Polairud Polda Sulsel, melakukan patroli laut pencegahan masuknya komoditas pertanian yang tak memiliki dokumen di sekitar perairan laut Makass
A A A
MAKASSAR - Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Makassar, memperkuat pencegahan masuknya komoditas pertanian yang tak memiliki dokumen. Mereka berpatroli memantau kapal yang hendak sandar di pintu masuk pelabuhan.

Patroli laut ini dilakukan bersama Kesyahbandaran Utama Makassar, Bea Cukai Makassar, dan Polairud Polda Sulsel, di sekitar perairan laut Makassar, Rabu (12/1/2022). Mereka menggunakan KP Bharata 8004.

Baca Juga: BBKP Makassar Perkuat Sinergi Pengawasan di Sinjai

Kepala BBKP Makassar, Lutfie Natsir mengatakan patroli ini merupakan upaya mereka menegakkan aturan perkarantinaan yang telah diatur dalam Undang-undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

Dalam hal ini, Lutfie menegaskan penyelenggaraan karantina ditujukan untuk mencegah masuknya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dan Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).

“Kegiatan ini sendiri merupakan yang pertama kali dilakukan Karantina Pertanian Makassar. Oleh karena itu diharapkan ke depannya dapat menjadi trigger agar patroli serupa dapat berkelanjutan agar kita dapat terus bersinergi melindungi negeri,” jelasnya.

Selain patroli, BBKP Makassar sebenarnya sudah rutin melakukan pengawasan komoditas pertanian. Hanya saja, pengawasan tersebut dilakukan cuma di pintu-pintu masuk pelabuhan . Sementara patroli ini disebutnya insidentil.

“Selama ini sudah banyak yang diamankan. Yang banyak itu kita musnahkan adalah media pembawa yang tanpa izin dokumen, bersama Bea Cukai di pos. Ada bibit, makanan-makanan, dan lain-lain,” bebernya.

Koordinator Bidang Pengawasan dan Penindakan Muhammad Musdar mengemukakan sinergitas dengan berbagai stakeholder ini akan terus dilakukan ke depannya. Sehingga pengawasan nantinya juga bisa lebih maksimal.

Baca Juga: Pacu Ekspor Porang, BBKP Fasilitasi Mou antara Eksportir dan Petani Gowa

“Agenda kita tahun ini rencananya kita agendakan (patroli gabungan) tiga kali dalam setahun. Tapi nanti kapalnya yang digunakan bisa berbeda-beda, bukan cuma dari Polairud,” sebutnya.



Lutfie menambahkan, pintu-pintu pelabuhan sejauh ini masih cukup aman. Berbeda dengan Selat Malaka seperti di Tarakan dan Marauke. Di sana, kata dia, masih rawan penyelundupan komoditas pertanian.

“Yang kita lalukan ini jangan sampai ada penurunan di tengah laut kan. Yang dimasukkan tidak lewat pelabuhan. Yang tidak masuk lewat pintu pemasukan dan pengeluaran. Karena semua ekspor impor itu dari pintu masuk dan keluar,” imbuhnya.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLBN Aruk Gagalkan Penyelundupan...
PLBN Aruk Gagalkan Penyelundupan Daging Kelelawar Berisiko Penyakit Zoonosis
Badan Karantina dan...
Badan Karantina dan Unkhair Jalin Kerja Sama Pengembangan SDM dan Iptek
Bea Cukai Madura Bersama...
Bea Cukai Madura Bersama Balai Karantina Jatim Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan
6 Nelayan Kapal Srimaryana...
6 Nelayan Kapal Srimaryana Tewas Keracunan saat Berlayar di Perairan Tanjung Sekong
Penyelundupan 80.000...
Penyelundupan 80.000 Ekor Benih Lobster ke Malaysia di Bandara YIA Digagalkan
Alasan Balai Besar Karantina...
Alasan Balai Besar Karantina Musnahkan Oleh-oleh Penumpang di Bandara Kualanamu
Rahasia Dandy & Ozi...
Rahasia Dandy & Ozi selama Karantina Idol Terbongkar, Sampai Selundupkan Barang Ini!
38 Finalis Miss Indonesia...
38 Finalis Miss Indonesia 2025 Jalani Karantina untuk Asah Jiwa Kepemimpinan
Pemerintah Didesak Evaluasi...
Pemerintah Didesak Evaluasi Peraturan Karantina Baru, Ini Sederet Alasannya
Rekomendasi
Gol Messi Bawa Argentina...
Gol Messi Bawa Argentina Unggul atas Aljazair di Babak Pertama
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Berita Terkini
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
4.576 Polisi Diterjunkan...
4.576 Polisi Diterjunkan untuk Jaga Demo di 5 Titik Jakarta Hari Ini
Lalin di Kawasan Patung...
Lalin di Kawasan Patung Kuda Ramai Lancar Jelang Aksi Massa
5 Titik Demo di Jakarta...
5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Bundaran HI hingga Gedung DPR
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved