Jadi Cawapres Terkuat Setelah Sandiaga Uno, Ridwan Kamil Kaget
Selasa, 11 Januari 2022 - 09:26 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ridwan Kamil Pastikan Tol Cisumdawu Seksi 1 Beroperasi Akhir Januari 2022
"Pertama, jujur saja saya kaget berada di urutan kedua di bawah Bang Sandi (Sandiaga Uno) yang pernah jadi cawapres waktu pilpres kemarin. Tapi, tentu saya apresiasi karena ini kan datang dari pilihan masyarakat, meskipun itu hanya persepsi hari itu saja (saat survei dilakukan) kan?" tutur Kang Emil di Bandung, Selasa (11/1/2022).
Meskipun begitu, Kang Emil mengaku, tak ingin berbagai hasil survei dari lembaga, khususnya yang berkaitan dengan pilpres mengaburkan fokusnya menjalankan tugas sebagai Gubernur Jabar.
Terlebih, berdasarkan pengalamannya, ada kinerja politik yang tidak bisa terbaca oleh survei. Contohnya, saat maju menjadi calon Wali Kota Bandung pada 2013 silam dimana hasil surveinya dimulai dari 6 persen. Pada akhirnya, usai pencoblosan, dia dan Oded M Danial dinyatakan memenangkan kontestasi politik dengan raihan suara hingga 45 persen.
Contoh lainnya, lanjut Kang Emil, saat Pemilihan Gubernur (Pilgub Jabar) 2018 lalu dimana tingkat keterpilihan salah satu pesaingnya dalam survei hanya 12 persen. Namun, saat pemilihan, meski kalah, pesaingnya itu bisa meraih 29 persen suara.
"Ada kerja-kerja politik yang tidak terbaca oleh survei. Tapi, kalau konteks survei, lebih relevan ketika nama-nama calon sudah resmi dipasangkan," katanya.
"Pertama, jujur saja saya kaget berada di urutan kedua di bawah Bang Sandi (Sandiaga Uno) yang pernah jadi cawapres waktu pilpres kemarin. Tapi, tentu saya apresiasi karena ini kan datang dari pilihan masyarakat, meskipun itu hanya persepsi hari itu saja (saat survei dilakukan) kan?" tutur Kang Emil di Bandung, Selasa (11/1/2022).
Meskipun begitu, Kang Emil mengaku, tak ingin berbagai hasil survei dari lembaga, khususnya yang berkaitan dengan pilpres mengaburkan fokusnya menjalankan tugas sebagai Gubernur Jabar.
Terlebih, berdasarkan pengalamannya, ada kinerja politik yang tidak bisa terbaca oleh survei. Contohnya, saat maju menjadi calon Wali Kota Bandung pada 2013 silam dimana hasil surveinya dimulai dari 6 persen. Pada akhirnya, usai pencoblosan, dia dan Oded M Danial dinyatakan memenangkan kontestasi politik dengan raihan suara hingga 45 persen.
Contoh lainnya, lanjut Kang Emil, saat Pemilihan Gubernur (Pilgub Jabar) 2018 lalu dimana tingkat keterpilihan salah satu pesaingnya dalam survei hanya 12 persen. Namun, saat pemilihan, meski kalah, pesaingnya itu bisa meraih 29 persen suara.
"Ada kerja-kerja politik yang tidak terbaca oleh survei. Tapi, kalau konteks survei, lebih relevan ketika nama-nama calon sudah resmi dipasangkan," katanya.
Lihat Juga :