Diangkat Jadi Pangdam Jaya, Untung Budiharto Dinilai Memenuhi Syarat
Minggu, 09 Januari 2022 - 15:24 WIB
loading...
A
A
A
Pada 2004, dia pernah menjabat Danyonif 733/Masariku. Kemudian di tahun 2005-2006, dia dipromosikan menduduki jabatan Komandan Kodim 1504/Ambon. Dan di tahun 2007, pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah itu diangkat sebagai Kasrem 151/Banaiya. Tidak selesai sampai di situ, pada tahun 2009 Untung kemudian kembali ke satuan Korps Baret Merah.
Dia dipercaya menduduki jabatan Asisten Perencanaan Kopassus sampai tahun 2010. Kemudian, dia juga sempat menjadi Dosen Madya Seskoad pada 2010-2012. Setelah itu, dia kembali lagi ke satuan Korps Baret Merah dan menjadi Pamen Ahli Kopassus Golongan IV Bidang Taktik Parako. Di tahun 2012-2013, karier militernya kembali melesat.
Dia dipercaya menjabat posisi Komandan Resimen Induk Kodam (Danrindam) IV/Diponegoro. Sekitar satu tahun menjabat Danrindam IV/Diponegoro, dia kembali mendapatkan promosi dan menempati posisi baru sebagai Komandan Korem 045/Garuda Jaya hingga tahun 2014. Bahkan, pada tahun 2016-2017, dia juga sempat ditugaskan ke Papua menjabat Irdam XVII/Kasuari. Di tahun 2017, Untung kembali ditarik ke Jakarta untuk menempati posisi Wakil Asisten Operasi Kasad.
Dua tahun menjabat Waasops Kasad, dia kembali mendapatkan kepercayaan untuk menempati posisi Kasdam I/Bukit Barisan hingga tahun 2020. Terakhir, dia menjabat Staf Khusus Panglima TNI di tahun 2021-2022.
Di luar militer, Untung Budiharto pernah ditugaskan untuk menempati sejumlah jabatan strategis. Di antaranya sebagai Direktur Operasi dan Latihan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada tahun 2020 dan Sekretaris Utama BNPT di tahun 2020-2021.
Boy mengingatkan kepada pihak yang mempersoalkan pengangkatan Untung sebagai Pangdam Jaya kalau Indonesia merupakan negara hukum. “Dalam hal pengangkatan Mayjen Untung sebagai Pangdam Jaya, semua sudah sesuai hukum dan aturan yang ada. Negara kita negara hukum, jangan membuat stigmatisasi ala Orde Baru untuk menghambat hak seseorang," ujar Arif.
Baca juga: Mayjen Untung Budiharto Jabat Pangdam Jaya Gantikan Mayjen Mulyo Aji
Dia dipercaya menduduki jabatan Asisten Perencanaan Kopassus sampai tahun 2010. Kemudian, dia juga sempat menjadi Dosen Madya Seskoad pada 2010-2012. Setelah itu, dia kembali lagi ke satuan Korps Baret Merah dan menjadi Pamen Ahli Kopassus Golongan IV Bidang Taktik Parako. Di tahun 2012-2013, karier militernya kembali melesat.
Dia dipercaya menjabat posisi Komandan Resimen Induk Kodam (Danrindam) IV/Diponegoro. Sekitar satu tahun menjabat Danrindam IV/Diponegoro, dia kembali mendapatkan promosi dan menempati posisi baru sebagai Komandan Korem 045/Garuda Jaya hingga tahun 2014. Bahkan, pada tahun 2016-2017, dia juga sempat ditugaskan ke Papua menjabat Irdam XVII/Kasuari. Di tahun 2017, Untung kembali ditarik ke Jakarta untuk menempati posisi Wakil Asisten Operasi Kasad.
Dua tahun menjabat Waasops Kasad, dia kembali mendapatkan kepercayaan untuk menempati posisi Kasdam I/Bukit Barisan hingga tahun 2020. Terakhir, dia menjabat Staf Khusus Panglima TNI di tahun 2021-2022.
Di luar militer, Untung Budiharto pernah ditugaskan untuk menempati sejumlah jabatan strategis. Di antaranya sebagai Direktur Operasi dan Latihan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada tahun 2020 dan Sekretaris Utama BNPT di tahun 2020-2021.
Boy mengingatkan kepada pihak yang mempersoalkan pengangkatan Untung sebagai Pangdam Jaya kalau Indonesia merupakan negara hukum. “Dalam hal pengangkatan Mayjen Untung sebagai Pangdam Jaya, semua sudah sesuai hukum dan aturan yang ada. Negara kita negara hukum, jangan membuat stigmatisasi ala Orde Baru untuk menghambat hak seseorang," ujar Arif.
Baca juga: Mayjen Untung Budiharto Jabat Pangdam Jaya Gantikan Mayjen Mulyo Aji
Lihat Juga :