Antisipasi Joki Vaksin, Dinkes Wajo Perketat Screening
Jum'at, 07 Januari 2022 - 19:28 WIB
loading...
Seorang anggota TNI di Kota Makassar memberikan suntikan vaksin Covid-19 kepada warga. Foto: SINDOnews/Muchtamir Zaide
A
A
A
WAJO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wajo akan memperketat screening atau penyaringan pendaftar penerima vaksin. Hal itu dilakukan untuk menghindari kasus joki vaksin yang telah terjadi di beberapa daerah.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Wajo , Andi Sumange Alam menjelaskan, screening akan semakin dimaksimalkan dengan pemeriksaan ketat melibatkan dokter dan perawat.
Baca juga:Bantu Percepatan Vaksinasi, Personel Polres Wajo Diganjar Penghargaan
Dinkes kata dia akan mengambil langkah-langkah pencegahan seperti pengecekan di aplikasi PCare atau Peduli Lindungi untuk memastikan Nomor Induk Keluarga (NIK) dan nama serta dosis yang telah diterima sudah sesuai.
"Antisipasi joki vaksin. Kita memperketat screening di meja pendaftaran dengan mencocokkan identitas, foto KTP dengan orang yang akan melakukan vaksinasi. Meningkatkan pengamanan dan pengawas di lokasi vaksinasi," ujarnya kepada SINDOnews, Jumat (7/1/2022).
Percepatan vaksinasi untuk dosis pertama kata dia telah melampaui target nasional 70 persen plus satu. Percepatan vaksinasi sejauh ini tidak menimbulkan dampak negatif kepada penerima.
"Selama ini belum ada terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan," ujar Kadineks.
Baca juga:Capaian Vaksinasi Dosis Pertama Kecamatan Tempe Tertinggi di Wajo
Sementara, Kasubag Humas Diskominfotik Wajo, Safaruddin mengatakan, sejauh ini belum ada kasus terkait joki vaksin di Kabupaten Wajo.
Untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut, pemerintah telah mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti pemuktahiran data dan memperketat screening.
"Alhamdulillah kasus joki vaksin di Kabupaten Wajo belum ada. Kami berharap kasus itu tidak terjadi di Kabupaten Wajo. Pemuktahiran data serta screening akan semakin diperketat," katanya
Sejauh ini, target vaksinasi nasional 70% plus satu untuk dosis pertama telah dicapai sebelum 31 Desember 2021 kemarin. Capaian itu tak lepas dari peranan semua pihak.
Baca juga:Istri Bupati Wajo Raih Penghargaan di Ajang Perempuan Inspirator Sulsel
Alumni IPDN itu menjelaskan, selama tahun 2021 akselerasi dalam mengejar target vaksinasi nasional terus digenjot, akan tetapi screening tetap diutamakan dengan baik. Karena pemeriksaan ini penentuan layak atau tidaknya orang menerima suntikan vaksin Covid-19.
" Pak Bupati memang minta agar percepatan vaksinasi ini di 'yassiwajori'. Pencapaian nasional itu berhasil kita capai karena melibatkan semua pihak. Dan itu berjalan sesuai dengan SOP yang ketat," pungkasnya.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Wajo , Andi Sumange Alam menjelaskan, screening akan semakin dimaksimalkan dengan pemeriksaan ketat melibatkan dokter dan perawat.
Baca juga:Bantu Percepatan Vaksinasi, Personel Polres Wajo Diganjar Penghargaan
Dinkes kata dia akan mengambil langkah-langkah pencegahan seperti pengecekan di aplikasi PCare atau Peduli Lindungi untuk memastikan Nomor Induk Keluarga (NIK) dan nama serta dosis yang telah diterima sudah sesuai.
"Antisipasi joki vaksin. Kita memperketat screening di meja pendaftaran dengan mencocokkan identitas, foto KTP dengan orang yang akan melakukan vaksinasi. Meningkatkan pengamanan dan pengawas di lokasi vaksinasi," ujarnya kepada SINDOnews, Jumat (7/1/2022).
Percepatan vaksinasi untuk dosis pertama kata dia telah melampaui target nasional 70 persen plus satu. Percepatan vaksinasi sejauh ini tidak menimbulkan dampak negatif kepada penerima.
"Selama ini belum ada terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan," ujar Kadineks.
Baca juga:Capaian Vaksinasi Dosis Pertama Kecamatan Tempe Tertinggi di Wajo
Sementara, Kasubag Humas Diskominfotik Wajo, Safaruddin mengatakan, sejauh ini belum ada kasus terkait joki vaksin di Kabupaten Wajo.
Untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut, pemerintah telah mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti pemuktahiran data dan memperketat screening.
"Alhamdulillah kasus joki vaksin di Kabupaten Wajo belum ada. Kami berharap kasus itu tidak terjadi di Kabupaten Wajo. Pemuktahiran data serta screening akan semakin diperketat," katanya
Sejauh ini, target vaksinasi nasional 70% plus satu untuk dosis pertama telah dicapai sebelum 31 Desember 2021 kemarin. Capaian itu tak lepas dari peranan semua pihak.
Baca juga:Istri Bupati Wajo Raih Penghargaan di Ajang Perempuan Inspirator Sulsel
Alumni IPDN itu menjelaskan, selama tahun 2021 akselerasi dalam mengejar target vaksinasi nasional terus digenjot, akan tetapi screening tetap diutamakan dengan baik. Karena pemeriksaan ini penentuan layak atau tidaknya orang menerima suntikan vaksin Covid-19.
" Pak Bupati memang minta agar percepatan vaksinasi ini di 'yassiwajori'. Pencapaian nasional itu berhasil kita capai karena melibatkan semua pihak. Dan itu berjalan sesuai dengan SOP yang ketat," pungkasnya.
(luq)
Lihat Juga :