Hunian Sementara Korban Erupsi Gunung Semeru Dibangun, Tahap Pertama 1.500 Unit
Rabu, 05 Januari 2022 - 07:10 WIB
loading...
Plh Sekdaprov Jawa Timur Heru Tjahjono (kiri) meninjau lokasi hunian sementara korban Awan Panas Guguran Gunung Semeru, di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.Foto/ist
A
A
A
LUMAJANG - Pemprov Jatim diwakili Plh Sekdaprov Heru Tjahjono meninjau lokasi hunian sementara (huntara) korban Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru, di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Selasa (4/1/2022).
Heru mengatakan, selain meninjau juga memantau progres tahapan pendirian huntara. Pihaknya berharap korban APG Gunung Semeru dapat segera mandiri dan melanjutkan hidupnya, sebelum bangunan rumah permanen selesai didirikan.
Baca juga: Kronologis Terbongkarnya Ladang Ganja di Kaki Gunung Bromo
"Saat ini masih dilakukan pemadatan tanah di lahan relokasi hunian baru untuk penyintas erupsi Gunung Semeru di kawasan Perhutani. Nantinya pembagunan Huntara akan dilakukan secara bertahap. Sejauh ini sudah lebih dari 25 hektar lahan yang sudah dilakukan pemadatan," terang Heru.
Heru menambahkan, total telah disediakan lahan seluas 81 hektare milik Perhutani yang akan dimanfaatkan sebagai huntara. Dari jumlah luasan tersebut, rencananya akan didirikan 1.500 unit hunian sementara ditahap pertama. "Siteplan dan design Huntara yang terdiri dari ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi serta fasilitas penunjang lainnya," katanya.
Rencananya, di lokasi huntara tersebut juga akan didirikan beberapa fasilitas umum diantaranya masjid, kandang terpadu, TPQ, madrasah, sekolah, ada lahan pemakaman, dan lain sebagainya. Selain itu, Heru menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Bupati Lumajang Thoriqul Haq untuk memerintahkan agar Huntara tersebut teraliri listrik.
Baca juga: Kisah Cinta Putri Ong Tien dengan Sunan Gunung Jati
Heru mengatakan, selain meninjau juga memantau progres tahapan pendirian huntara. Pihaknya berharap korban APG Gunung Semeru dapat segera mandiri dan melanjutkan hidupnya, sebelum bangunan rumah permanen selesai didirikan.
Baca juga: Kronologis Terbongkarnya Ladang Ganja di Kaki Gunung Bromo
"Saat ini masih dilakukan pemadatan tanah di lahan relokasi hunian baru untuk penyintas erupsi Gunung Semeru di kawasan Perhutani. Nantinya pembagunan Huntara akan dilakukan secara bertahap. Sejauh ini sudah lebih dari 25 hektar lahan yang sudah dilakukan pemadatan," terang Heru.
Heru menambahkan, total telah disediakan lahan seluas 81 hektare milik Perhutani yang akan dimanfaatkan sebagai huntara. Dari jumlah luasan tersebut, rencananya akan didirikan 1.500 unit hunian sementara ditahap pertama. "Siteplan dan design Huntara yang terdiri dari ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi serta fasilitas penunjang lainnya," katanya.
Rencananya, di lokasi huntara tersebut juga akan didirikan beberapa fasilitas umum diantaranya masjid, kandang terpadu, TPQ, madrasah, sekolah, ada lahan pemakaman, dan lain sebagainya. Selain itu, Heru menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Bupati Lumajang Thoriqul Haq untuk memerintahkan agar Huntara tersebut teraliri listrik.
Baca juga: Kisah Cinta Putri Ong Tien dengan Sunan Gunung Jati
Lihat Juga :