Jurus Mengatasi Macet, Banjir, dan Air Baku di Jabodetabekpunjur
Selasa, 28 Desember 2021 - 15:10 WIB
loading...
A
A
A
Kepala BPTJ Kemenhub Polana B Pramesti, mengatakan, Jabodetabek sebagai wilayah aglomerasi perkotaan terbesar di Indonesia memiliki perkiraan laju pertumbuhan penduduk sekitar 2,32-2,64% per tahun dari tahun 2020 – 2030.
Dengan masih terpusatnya kegiatan dan perekonomian mayoritas di Jakarta dan banyaknya masyarakat yang memilih tinggal di wilayah penyangga Bodetabek, mengakibatkan jumlah perjalanan komuter semakin meningkat.
"Kebutuhan pergerakan masyarakat mencapai 88 juta orang setiap harinya, dari total jumlah penduduk Jabodetabek sebesar 33,83 juta jiwa,” ujar Polana dalam rapat.
Menurut dia, upaya untuk mengatasi masalah kemacetan di metropolitan di antaranya dengan pembangunan infrastruktur massal berbasis rel, seperti Kereta Rel Listrik (KRL), Light Rail Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT), dan Kereta Api Bandara, serta mengembangkan konsep kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD).
Di Kota Bogor, moda transportasi Bus Transpakuan dengan skema buy the service (BTS) telah beroperasi November 2021 lalu untuk menggantikan angkot dengan sistem konversi, dimana tiga unit angkot akan digantikan menjadi satu unit bus Trans Pakuan.
Sementara terkait masalah banjir, sepanjang 2021 berbagai upaya telah dilakukan, antara lain pembangunan tanggul National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di sepanjang pesisir Jakarta yang merupakan program berkesinambungan yang telah dilakukan sejak 2016.
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta telah melaksanakan pembangunan tanggul NCICD sejak tahun 2016 hingga 2019. Kemudian dilanjutkan kembali di tahun 2021, dengan target total sepanjang 790 meter.
Dengan masih terpusatnya kegiatan dan perekonomian mayoritas di Jakarta dan banyaknya masyarakat yang memilih tinggal di wilayah penyangga Bodetabek, mengakibatkan jumlah perjalanan komuter semakin meningkat.
"Kebutuhan pergerakan masyarakat mencapai 88 juta orang setiap harinya, dari total jumlah penduduk Jabodetabek sebesar 33,83 juta jiwa,” ujar Polana dalam rapat.
Menurut dia, upaya untuk mengatasi masalah kemacetan di metropolitan di antaranya dengan pembangunan infrastruktur massal berbasis rel, seperti Kereta Rel Listrik (KRL), Light Rail Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT), dan Kereta Api Bandara, serta mengembangkan konsep kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD).
Di Kota Bogor, moda transportasi Bus Transpakuan dengan skema buy the service (BTS) telah beroperasi November 2021 lalu untuk menggantikan angkot dengan sistem konversi, dimana tiga unit angkot akan digantikan menjadi satu unit bus Trans Pakuan.
Sementara terkait masalah banjir, sepanjang 2021 berbagai upaya telah dilakukan, antara lain pembangunan tanggul National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di sepanjang pesisir Jakarta yang merupakan program berkesinambungan yang telah dilakukan sejak 2016.
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta telah melaksanakan pembangunan tanggul NCICD sejak tahun 2016 hingga 2019. Kemudian dilanjutkan kembali di tahun 2021, dengan target total sepanjang 790 meter.
Lihat Juga :