Minim Investasi, PAM Jaya Didesak Hentikan Kerja Sama dengan Palyja
Selasa, 28 Desember 2021 - 13:56 WIB
loading...
PAM Jaya Didesak Hentikan Kerja Sama dengan Palyja. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS) M Syaiful Jihad mendesak PAM Jaya agar segera menghentikan kerja sama dengan mitranya, yakni PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT PT Aetra Air Jakarta.
Pasalnya, kontrak kerja sama dengan kedua korporasi ini dinilai tidak membawa nilai positif bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Terlebih, kerja sama dengan mitra itu akan berakhir di tahun 2023.
”Apalagi, PAM Jaya telah resmi menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) yang akan membuat PAM Jaya semakin leluasa dalam memperluas cakupan air di Jakarta,” ujar M Syaiful Jihad dalam pesan singkatnya, Selasa (28/12/2021). Baca juga: Anies Ganti Direktur Utama dan Direktur Umum PAM JAYA, Ini Susunannya
Menurutnya, dari laporan PAM Jaya membutuhkan investasi hingga Rp30 triliun untuk memperluas cakupan air bagi warga Jakarta. Namun, tegasnya, mitra PAM Jaya selama ini hanya mengeluarkan investasi Rp4 triliun selama masa kontrak itu.
”Swastanisasi air di ibu kota harus segera dihentikan. Seperti Palyja ini kan minim investasi, tapi selama masa kerja sama banyak mengeruk keuntungan,” katanya. Baca juga: PAM Jaya Bentuk Tim Transisi Pengelolaan Air Bersih dari Aetra dan Palyja
”Langkah-langkah strategis harus sudah mulai disusun PAM Jaya agar layanan air bersih melalui sistem perpipaan ini berjalan dengan baik. Apalagi, kemitraan dengan Palyja dan Aetra akan segera berakhir. Ini momentum bagi DKI untuk menghentikan swastanisasi air di ibu kota,” tambahnya.
Pihaknya juga meminta manajemen PAM Jaya untuk mengevaluasi kinerja layanan air perpipaan selama ini. Sehingga, katanya, akses air bersih bisa menjangkau seluruh wilayah Jakarta. Terutama, di wilayah-wilayah yang belum dijangkau layanan PAM Jaya selama ini.
Pasalnya, kontrak kerja sama dengan kedua korporasi ini dinilai tidak membawa nilai positif bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Terlebih, kerja sama dengan mitra itu akan berakhir di tahun 2023.
”Apalagi, PAM Jaya telah resmi menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) yang akan membuat PAM Jaya semakin leluasa dalam memperluas cakupan air di Jakarta,” ujar M Syaiful Jihad dalam pesan singkatnya, Selasa (28/12/2021). Baca juga: Anies Ganti Direktur Utama dan Direktur Umum PAM JAYA, Ini Susunannya
Menurutnya, dari laporan PAM Jaya membutuhkan investasi hingga Rp30 triliun untuk memperluas cakupan air bagi warga Jakarta. Namun, tegasnya, mitra PAM Jaya selama ini hanya mengeluarkan investasi Rp4 triliun selama masa kontrak itu.
”Swastanisasi air di ibu kota harus segera dihentikan. Seperti Palyja ini kan minim investasi, tapi selama masa kerja sama banyak mengeruk keuntungan,” katanya. Baca juga: PAM Jaya Bentuk Tim Transisi Pengelolaan Air Bersih dari Aetra dan Palyja
”Langkah-langkah strategis harus sudah mulai disusun PAM Jaya agar layanan air bersih melalui sistem perpipaan ini berjalan dengan baik. Apalagi, kemitraan dengan Palyja dan Aetra akan segera berakhir. Ini momentum bagi DKI untuk menghentikan swastanisasi air di ibu kota,” tambahnya.
Pihaknya juga meminta manajemen PAM Jaya untuk mengevaluasi kinerja layanan air perpipaan selama ini. Sehingga, katanya, akses air bersih bisa menjangkau seluruh wilayah Jakarta. Terutama, di wilayah-wilayah yang belum dijangkau layanan PAM Jaya selama ini.
Lihat Juga :