Anjal dan Gepeng Marak di Makassar Jelang Tahun Baru
Senin, 27 Desember 2021 - 19:44 WIB
loading...
Dua anak tidur di atas trotoar jembatan di Jalan Abd Dg Sirua, Makassar. Jumlah di Kota Makassar kian marak jelang tahun baru. Foto: SINDOnews/Muchtamir Zaide
A
A
A
MAKASSAR - Keberadaan anak jalanan , gelandangan, dan pengemis (anjal gepeng) di Kota Makassar tak ada habisnya. Belakangan, mereka kembali ramai di sejumlah ruas jalan.
Pantauan SINDOnews di Jalan Faisal, Senin (27/12), segerombolan anjal tampak menyusuri beberapa warung kopi (warkop). Mereka secara bergantian mendekati pengunjung dan terang-terangan meminta uang.
Baca juga:Kapal Dishub Sulsel Terbakar di Pantai Losari, Penyebabnya Masih Diselidiki
Keberadaan anjal gepeng juga kerap terlihat di persimpangan Jalan Abdullah Daeng Sirua-Adhiyaksa Baru. Kondisi yang sama juga terjadi di persimpangan Jalan Abdullah Daeng Sirua-Taman Makam Pahlawan-Batua Raya.
Di beberapa ruas jalan lainnya pun demikian. Selama beberapa waktu terakhir keberadaannya kian ramai. Pantauan SINDOnews, sudah jarang terpantau Tim Zero Anjal yang dibentuk Pemkot Makassar .
Menanggapi kondisi tersebut, Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar, Muhyiddin Mustaqim mengaku masih terus melakukan pengawasan terhadap keberadaan anjal gepeng di Kota Makassar. Tim Zero Anjal disebutnya masih terus berpatroli.
Namun dia mengemukakan bahwa saat ini tim gabungan yang terdiri dari Dinsos dan Satpol PP Kota Makassar itu saat ini juga tengah fokus melakukan razia pekerja seks komersial (PSK) atau aksi prostitusi. Sehingga tidak lagi masif mengawasi keberadaan anjal gepeng.
Baca juga:Sekretariat DPRD Sulsel Berbagi Bingkisan ke Pegawai yang Rayakan Natal
“Kita tetap beroperasi melakukan pengawasan apalagi menjelang akhir tahun ini. Cuma kan ini tim sama dengan Satgas Raika, jadi selain mengawasi anjal gepeng juga prokes dan lain-lain,” kata dia kepada SINDOnews, Senin (27/12/2021).
Kendati begitu, Muhyiddin tak menampik memang masih ada sejumlah ruas jalan yang kini kembali dijadikan lokasi strategis bagi anjal gepeng. Makannya ia akan tetap melakukan pemantauan menjelang akhir tahun ini.
Apalagi biasanya pada perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) kerap dijadikan momentum bagi anjal gepeng untuk mengais rupiah. Bahkan banyak juga yang datang dari daerah-daerah tetangga Kota Makassar.
“Sampai akhir tahun ini kita akan tetap awasi dan tim tetap jalan. Banyak yang sudah kita razia itu. Intinya kita jalan terus,” tandasnya.
Baca juga:Riri Chester Segera Rilis Single Terbaru Berjudul Pergi atau Bertahan
Wali Kota Makassar , Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto sebelumnya telah menegaskan keberadaan anjal gepeng di Kota Makassar memang perlu menjadi perhatian. Makanya ia meminta ada program khusus untuk menuntaskan persoalan tersebut.
“Anjal gepeng itu adalah tugas kita bersama. Mereka ada tentu karena suatu alasan. Tapi kita juga tidak bisa biarkan karena ada juga yang menjadikannya sebagai pekerjaan,” pungkasnya.
Pantauan SINDOnews di Jalan Faisal, Senin (27/12), segerombolan anjal tampak menyusuri beberapa warung kopi (warkop). Mereka secara bergantian mendekati pengunjung dan terang-terangan meminta uang.
Baca juga:Kapal Dishub Sulsel Terbakar di Pantai Losari, Penyebabnya Masih Diselidiki
Keberadaan anjal gepeng juga kerap terlihat di persimpangan Jalan Abdullah Daeng Sirua-Adhiyaksa Baru. Kondisi yang sama juga terjadi di persimpangan Jalan Abdullah Daeng Sirua-Taman Makam Pahlawan-Batua Raya.
Di beberapa ruas jalan lainnya pun demikian. Selama beberapa waktu terakhir keberadaannya kian ramai. Pantauan SINDOnews, sudah jarang terpantau Tim Zero Anjal yang dibentuk Pemkot Makassar .
Menanggapi kondisi tersebut, Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar, Muhyiddin Mustaqim mengaku masih terus melakukan pengawasan terhadap keberadaan anjal gepeng di Kota Makassar. Tim Zero Anjal disebutnya masih terus berpatroli.
Namun dia mengemukakan bahwa saat ini tim gabungan yang terdiri dari Dinsos dan Satpol PP Kota Makassar itu saat ini juga tengah fokus melakukan razia pekerja seks komersial (PSK) atau aksi prostitusi. Sehingga tidak lagi masif mengawasi keberadaan anjal gepeng.
Baca juga:Sekretariat DPRD Sulsel Berbagi Bingkisan ke Pegawai yang Rayakan Natal
“Kita tetap beroperasi melakukan pengawasan apalagi menjelang akhir tahun ini. Cuma kan ini tim sama dengan Satgas Raika, jadi selain mengawasi anjal gepeng juga prokes dan lain-lain,” kata dia kepada SINDOnews, Senin (27/12/2021).
Kendati begitu, Muhyiddin tak menampik memang masih ada sejumlah ruas jalan yang kini kembali dijadikan lokasi strategis bagi anjal gepeng. Makannya ia akan tetap melakukan pemantauan menjelang akhir tahun ini.
Apalagi biasanya pada perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) kerap dijadikan momentum bagi anjal gepeng untuk mengais rupiah. Bahkan banyak juga yang datang dari daerah-daerah tetangga Kota Makassar.
“Sampai akhir tahun ini kita akan tetap awasi dan tim tetap jalan. Banyak yang sudah kita razia itu. Intinya kita jalan terus,” tandasnya.
Baca juga:Riri Chester Segera Rilis Single Terbaru Berjudul Pergi atau Bertahan
Wali Kota Makassar , Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto sebelumnya telah menegaskan keberadaan anjal gepeng di Kota Makassar memang perlu menjadi perhatian. Makanya ia meminta ada program khusus untuk menuntaskan persoalan tersebut.
“Anjal gepeng itu adalah tugas kita bersama. Mereka ada tentu karena suatu alasan. Tapi kita juga tidak bisa biarkan karena ada juga yang menjadikannya sebagai pekerjaan,” pungkasnya.
(luq)
Lihat Juga :