Pengusaha Bus Wisata Diminta Menyesuaikan Prosedur New Normal
Selasa, 09 Juni 2020 - 18:38 WIB
loading...
A
A
A
"Jumlah pesertanya (simulasi) 50 orang. Setelahnya, akan dilakukan evaluasi apakah destinasi tersebut bisa dibuka tapi terbatas, mekanisme masuknya bagaimana, kemudian pelindung diri yang digunakan. Besok akan kita lihat," kata Ganjar.
Menanggapi hal itu, Ketua Harian Aspatria Jateng Kuswidyo Aji mengamininya. Ia mengaku siap menyesuaikan armada yang dimiliki oleh asosiasi dengan kenormalan baru. "InsyaAllah kita siap untuk menyikapinya, apakah itu dengan mengurangi kapasitas bus jadi separuh atau kah dengan pemasangan (penyekat) mika. Kita akan bicarakan dengan asosiasi. Proses ini (new normal) juga perlu kerja sama dengan biro, hotel dan restoran," katanya.
Kuswidyo memaparkan, sejak pandemi COVID-19 sekitar 1.000 armada bus pariwisata terpaksa tak mengaspal. Hal itu juga berimbas pada kru bus wisata yang otomatis menganggur, akibat hal tersebut.
Menanggapi hal itu, Ketua Harian Aspatria Jateng Kuswidyo Aji mengamininya. Ia mengaku siap menyesuaikan armada yang dimiliki oleh asosiasi dengan kenormalan baru. "InsyaAllah kita siap untuk menyikapinya, apakah itu dengan mengurangi kapasitas bus jadi separuh atau kah dengan pemasangan (penyekat) mika. Kita akan bicarakan dengan asosiasi. Proses ini (new normal) juga perlu kerja sama dengan biro, hotel dan restoran," katanya.
Kuswidyo memaparkan, sejak pandemi COVID-19 sekitar 1.000 armada bus pariwisata terpaksa tak mengaspal. Hal itu juga berimbas pada kru bus wisata yang otomatis menganggur, akibat hal tersebut.
(abd)
Lihat Juga :