Hadapi Pandemi, Pengmas UI Dorong Milenial dan Pelaku UMKM di Depok Melek Teknologi
Minggu, 26 Desember 2021 - 21:42 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai tahap awal kegiatan telah dilakukan pemetaan potensi masyarakat di wilayah Kecamatan Cimanggis dan Sukmajaya. Sasaran untuk Cimanggis adalah mendorong peningkatan kapasitas kelompok milenial untuk berwirausaha melalui kegiatan bersama dengan lembaga pendidikan non formal Bina Mutu Bangsa.
Kaum milenial Cimanggis diberi pelatihan tentang membangun kemasan makanan dan penentuan nama atau merek pada produk kuliner yang dihasilkan. Dari Bina Mutu Bangsa juga melatih mereka keterampilan memasak untuk produk kuliner yaitu bakso malang.
Sedangkan, program untuk Kecamatan Sukmajaya sasarannya adalah kelompok perempuan dengan dominan adalah ibu-ibu melalui komunitas rajutan. Mereka diberi pelatihan tentang marketing digital sehingga produk hasil rajutan dapat menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Sementara materi keterampilan fokus pada teknik merajut bekerja sama dengan Charlie Rajut.
"Pengembangan produk kuliner dan rajutan dilakukan dengan memberikan pengetahuan bagaimana mengembangkan produk yang kreatif dan marketplace untuk mengembangkan produk para pelaku UMKM," ungkap Rahmi.
Menurut dia, dampak dari program ini akan dapat dirasakan secara langsung manfaatnya baik mikro yaitu peningkatan kemandirian dan kesejahteraan keluarga maupun makro yakni memberikan peningkatan ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Baca juga: Menuju Warisan Dunia, UMKM Didorong Terus Melestarikan Kebaya
Kaum milenial Cimanggis diberi pelatihan tentang membangun kemasan makanan dan penentuan nama atau merek pada produk kuliner yang dihasilkan. Dari Bina Mutu Bangsa juga melatih mereka keterampilan memasak untuk produk kuliner yaitu bakso malang.
Sedangkan, program untuk Kecamatan Sukmajaya sasarannya adalah kelompok perempuan dengan dominan adalah ibu-ibu melalui komunitas rajutan. Mereka diberi pelatihan tentang marketing digital sehingga produk hasil rajutan dapat menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Sementara materi keterampilan fokus pada teknik merajut bekerja sama dengan Charlie Rajut.
"Pengembangan produk kuliner dan rajutan dilakukan dengan memberikan pengetahuan bagaimana mengembangkan produk yang kreatif dan marketplace untuk mengembangkan produk para pelaku UMKM," ungkap Rahmi.
Menurut dia, dampak dari program ini akan dapat dirasakan secara langsung manfaatnya baik mikro yaitu peningkatan kemandirian dan kesejahteraan keluarga maupun makro yakni memberikan peningkatan ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Baca juga: Menuju Warisan Dunia, UMKM Didorong Terus Melestarikan Kebaya
Lihat Juga :