Peternak Lebah Liar Batang Studi Banding ke Madu Pramuka Cibubur
Jum'at, 24 Desember 2021 - 21:48 WIB
loading...
Sebanyak 14 anggota kelompok peternak lebah Liar KTH Alam Roban, Batang, Jawa Tengah melakukan studi banding ke pusat peternakan lebah, Madu Pramuka Cibubur, Jakarta Timur.Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 14 anggota kelompok peternak lebah Liar KTH Alam Roban, Batang, Jawa Tengah melakukan studi banding ke pusat peternakan lebah, Madu Pramuka Cibubur, Jakarta Timur. Mereka belajar mengenai lebah dan ekosistemnya, termasuk produk-produk yang dihasilkan.
Studi banding kelompok peternak lebah liar KTH Alam Roban difasilitasi oleh PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo. Direktur Kepatuhan, SDM dan Manajemen Risiko Askrindo, Kun Wahyu Wardana menjelaskan, kegiatan dalam bentuk studi banding ini pada dasarnya membantu para peternak lebah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai perlebahan dan ekosistemnya.
Dengan pengalaman yang telah mereka miliki dan ditambah dengan hal-hal baru yang mereka peroleh dari instruktur Madu Pramuka, diharapkan produksi dan kualitas madu yang dihasilkan peternak lebah KTH Alam Roban menjadi lebih baik lagi.
"Selain meningkatkan kualitas produksi, mereka juga dapat belajar dan melihat bahwa budidaya lebah tidak saja menghasilkan madu, bee pollen, dan royal jelly, tapi juga ada diversifikasi produk olahan madu lainnya. Di samping itu pula, tempat beternak madu tersebut bisa dijadikan kawasan eco-wisata dan konservasi alam," kata Kun dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/12/2021).
Bagi Askrindo, kegiatan capacity building tidak saja dilakukan sebagai program pemberdayaan pelaku UMKM tetapi sekaligus melaksanakan program SDG's (Sustainable Development Goals) yang pada akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Program ini juga sebagai salah satu perwujudan Askrindo nyata bagi negeri.Baca: Anies: DKI Jakarta Terus Berinovasi di Bidang Teknologi Digital
Studi banding kelompok peternak lebah liar KTH Alam Roban difasilitasi oleh PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo. Direktur Kepatuhan, SDM dan Manajemen Risiko Askrindo, Kun Wahyu Wardana menjelaskan, kegiatan dalam bentuk studi banding ini pada dasarnya membantu para peternak lebah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai perlebahan dan ekosistemnya.
Dengan pengalaman yang telah mereka miliki dan ditambah dengan hal-hal baru yang mereka peroleh dari instruktur Madu Pramuka, diharapkan produksi dan kualitas madu yang dihasilkan peternak lebah KTH Alam Roban menjadi lebih baik lagi.
"Selain meningkatkan kualitas produksi, mereka juga dapat belajar dan melihat bahwa budidaya lebah tidak saja menghasilkan madu, bee pollen, dan royal jelly, tapi juga ada diversifikasi produk olahan madu lainnya. Di samping itu pula, tempat beternak madu tersebut bisa dijadikan kawasan eco-wisata dan konservasi alam," kata Kun dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/12/2021).
Bagi Askrindo, kegiatan capacity building tidak saja dilakukan sebagai program pemberdayaan pelaku UMKM tetapi sekaligus melaksanakan program SDG's (Sustainable Development Goals) yang pada akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Program ini juga sebagai salah satu perwujudan Askrindo nyata bagi negeri.Baca: Anies: DKI Jakarta Terus Berinovasi di Bidang Teknologi Digital
Lihat Juga :