Ganjar Pranowo Apresiasi Kesigapan KAGAMA Bantu Warga Terdampak Bencana Semeru
Senin, 20 Desember 2021 - 10:11 WIB
loading...
A
A
A
Ganjar merasa terharu saat Komunitas Kagama Lari untuk Berbagi menyerahkan bantuan untuk korban bencana Erupsi Semeru sebesar Rp 428 juta. Penyerahan bantuan diserahkan secara simbolis dilakukan perwakilan pelari yang telah menyelesaikan lari sejauh 72 km kepada Sekretaris Jenderal PP Kagama, AAGN Ari Dwipayana.
Dalam kesempatan tersebut, Ganjar Pranowo juga meminta warga KAGAMA untuk tetap waspada akan varian baru Covid-19 Omicron dengan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ia juga meminya agar momentum pandemi ini dapat digunakan untuk menata kembali laku kehidupan. Beberapa diantaranya dengan tidak bergantung pada impor, membangun ketahanan pangan denga diversifikasi ekonomi, serta menjaga lingkungan mewujudkan ekonomi hijau dan ekonomi biru. Baca: Rumah Warga Ambruk di Bantaran Sungai Buntung Sleman.
“Jangan semuanya impor-impor, kita harus mulai percaya dengan kemampuan bangsa kita sendiri. Di bidang teknologi kesehatan dan kedokteran, dan di bidang kehidupan kita yang lain”, ujarnya.
Pria yang juga menjabat Gubernur Jawa Tengah ini menekankan pentingnya ketahanan pangan. Menurutnya pangan adalah sumber kehidupan. Tidak ada yang tidak butuh pangan. Maka Diversifikasi ekonomi harus dilakukan sebagai upaya untuk menghindari ketergantungan hanya pada satu sektor.
“Jangan lupa menjaga lingkungan, pangan butuh air. Tidak ada pangan tanpa air, karena itu air harus kita jaga dan kita Kelola”, kata Ganjar. Baca Juga: Ijazah Dokter Elwizan Aminudin Palsu, PSS Sleman Laporkan ke Polisi.
“Air tidak mungkin ada tanpa hutan. Hutan harus kita jaga , jangan dirusak. Mata air kita jaga, danau kita jaga. Semuanya akan memberikan kehidupan bagi kita, memberikan manfaat, Ekonomi konservasi. Ekonomi hijau dan ekonomi biru", pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ganjar Pranowo juga meminta warga KAGAMA untuk tetap waspada akan varian baru Covid-19 Omicron dengan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ia juga meminya agar momentum pandemi ini dapat digunakan untuk menata kembali laku kehidupan. Beberapa diantaranya dengan tidak bergantung pada impor, membangun ketahanan pangan denga diversifikasi ekonomi, serta menjaga lingkungan mewujudkan ekonomi hijau dan ekonomi biru. Baca: Rumah Warga Ambruk di Bantaran Sungai Buntung Sleman.
“Jangan semuanya impor-impor, kita harus mulai percaya dengan kemampuan bangsa kita sendiri. Di bidang teknologi kesehatan dan kedokteran, dan di bidang kehidupan kita yang lain”, ujarnya.
Pria yang juga menjabat Gubernur Jawa Tengah ini menekankan pentingnya ketahanan pangan. Menurutnya pangan adalah sumber kehidupan. Tidak ada yang tidak butuh pangan. Maka Diversifikasi ekonomi harus dilakukan sebagai upaya untuk menghindari ketergantungan hanya pada satu sektor.
“Jangan lupa menjaga lingkungan, pangan butuh air. Tidak ada pangan tanpa air, karena itu air harus kita jaga dan kita Kelola”, kata Ganjar. Baca Juga: Ijazah Dokter Elwizan Aminudin Palsu, PSS Sleman Laporkan ke Polisi.
“Air tidak mungkin ada tanpa hutan. Hutan harus kita jaga , jangan dirusak. Mata air kita jaga, danau kita jaga. Semuanya akan memberikan kehidupan bagi kita, memberikan manfaat, Ekonomi konservasi. Ekonomi hijau dan ekonomi biru", pungkasnya.
(nag)
Lihat Juga :