Rampok Perhiasan Emas, 3 Pemuda di Nias Selatan Habisi Nenek Berusia 70 Tahun
Selasa, 09 Juni 2020 - 08:16 WIB
loading...
A
A
A
"Namun berawal dari keterangan saksi berinisial NL, melihat tersangka R sendirian berada di belakang rumah korban pada hari Sabtu 23 Mei 2020, sekira pukul 05.00 WIB, polisi melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tiga tersangka, R ditangkap 30 Mei 2020, C dan A ditangkap 3 Juni 2020. Pengakuan ketiga tersangka, beberapa hari sebelum kejadian tersebut, para tersangka telah berencana melakukan pencurian terhadap perhiasan korban," ungkap AKBP I Gede Nakri Widhiarta.
Sabtu dini hari 23 Mei 2020, sekira pukul 03.00 Wib, para tersangka melakukan aksinya dengan cara merusak dinding belakang rumah korban dan para tersangka masuk. Setelah masuk ke dalam rumah korban, korban terbangun karena mendengar langkah kaki para tersangka mendekati korban. (BACA JUGA: 2 PNS Disdik Asahan Ditemukan Pingsan dalam Keadaan Bugil Dicopot dari Jabatannya)
"Setelah korban terbangun, korban menghidupkan lampu rumah dan tersangka R langsung menyekap mulut korban dan menjatuhkannya ke lantai serta membanting kepala korban ke lantai secara berulang-ulang. Korban berusaha melepaskan sekapan tersangka R, namun tersangka C dan tersangka A langsung memegang tangan dan kaki korban. Setelah korban tidak berdaya lagi, tersangka R mengambil perhiasan yang ada di badan korban dan para tersangka meninggalkan rumah korban,” ujar AKBP I Gede Nakti Widhiarta.
Ketiga tersangka telah diamankan dan barang bukti satu baju kaos berwarna hitam, celana pendek berwarna hitam, satu buah kalung emas dan gelang emas yang merupakan milk korban. Para tersangka mengaku, motif pembunuhan itu dilakukan, karena saat para tersangka melakukan pencurian perhiasan korban, aksi para tersangka diketahui oleh korban.
Atas perbuatan para tersangka melakukan pembunuhan berencana dan atau pembunuhan dan atau pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian, pungkas AKBP I Gede Nakti Widhiarta SIK, pelaku dikenakan pasal 340 Subs Pasal 338 Subs Pasal 365 Ayat 1 dan 3 jo pasal 55 dari KUHPidana.
Sabtu dini hari 23 Mei 2020, sekira pukul 03.00 Wib, para tersangka melakukan aksinya dengan cara merusak dinding belakang rumah korban dan para tersangka masuk. Setelah masuk ke dalam rumah korban, korban terbangun karena mendengar langkah kaki para tersangka mendekati korban. (BACA JUGA: 2 PNS Disdik Asahan Ditemukan Pingsan dalam Keadaan Bugil Dicopot dari Jabatannya)
"Setelah korban terbangun, korban menghidupkan lampu rumah dan tersangka R langsung menyekap mulut korban dan menjatuhkannya ke lantai serta membanting kepala korban ke lantai secara berulang-ulang. Korban berusaha melepaskan sekapan tersangka R, namun tersangka C dan tersangka A langsung memegang tangan dan kaki korban. Setelah korban tidak berdaya lagi, tersangka R mengambil perhiasan yang ada di badan korban dan para tersangka meninggalkan rumah korban,” ujar AKBP I Gede Nakti Widhiarta.
Ketiga tersangka telah diamankan dan barang bukti satu baju kaos berwarna hitam, celana pendek berwarna hitam, satu buah kalung emas dan gelang emas yang merupakan milk korban. Para tersangka mengaku, motif pembunuhan itu dilakukan, karena saat para tersangka melakukan pencurian perhiasan korban, aksi para tersangka diketahui oleh korban.
Atas perbuatan para tersangka melakukan pembunuhan berencana dan atau pembunuhan dan atau pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian, pungkas AKBP I Gede Nakti Widhiarta SIK, pelaku dikenakan pasal 340 Subs Pasal 338 Subs Pasal 365 Ayat 1 dan 3 jo pasal 55 dari KUHPidana.
(vit)
Lihat Juga :