Gunung Semeru Bergolak, Awan Panas dan Aliran Lahar Bisa Capai 17 Km dari Puncak
Jum'at, 17 Desember 2021 - 17:10 WIB
loading...
Gunung Semeru mengeluarkan guguran lava pijar terlihat dari Desa Sumberwuluh, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (9/12/2021). Foto/Antara/Umarul Faruq
A
A
A
LUMAJANG - Gunung Semeru di Jawa Timur terus bergolak pasca meletus dashyat pada Sabtu, 4 Desember 2021. Status gunung tertinggi di Pulau Jawa ini bahkan oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi telah dinaikkan menjadi Level 3 atau Siaga.
![Gunung Semeru Bergolak, Awan Panas dan Aliran Lahar Bisa Capai 17 Km dari Puncak]()
Herry Wirawan guru yang tega memperkosa belasan santriwati hingga hamil dan melahirkan dianggap sebagai psikopat oleh salah seorang pakar kejiwaan. Foto/Ist
Kepala Badan Geologi, Eko Budi Lelono meminta masyarakat mematuh sejumlah rekomendasi agar terhindar dari ancaman bencana.
Baca juga: Gunung Semeru Siaga, 5 Km dari Puncak Rawan Lontaran Batu Pijar
Rekomendasi Badan Geologi di antaranya, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. "Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya, Jumat (17/12/2021).
Tak kalah penting, warga diminta tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Herry Wirawan guru yang tega memperkosa belasan santriwati hingga hamil dan melahirkan dianggap sebagai psikopat oleh salah seorang pakar kejiwaan. Foto/Ist
Kepala Badan Geologi, Eko Budi Lelono meminta masyarakat mematuh sejumlah rekomendasi agar terhindar dari ancaman bencana.
Baca juga: Gunung Semeru Siaga, 5 Km dari Puncak Rawan Lontaran Batu Pijar
Rekomendasi Badan Geologi di antaranya, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. "Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya, Jumat (17/12/2021).
Tak kalah penting, warga diminta tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Lihat Juga :