Gunung Semeru Siaga, 5 Km dari Puncak Rawan Lontaran Batu Pijar
Jum'at, 17 Desember 2021 - 15:26 WIB
loading...
Kawah Gunung Semeru, Jonggring Saloko pasca mengalami erupsi pada Sabtu (4/12/2021). Foto/SINDOnews/Yuswantoro
A
A
A
LUMAJANG - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi telah menaikkan status Gunung Semeru menjadi level 3 atau Siaga. Masyarakat diminta mematuhi beberapa rekomendasi agar terhindar dari bencana.
Rekomendasi Badan Geologi di antaranya tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Baca juga: Update Gunung Semeru Meletus, Wedus Gembel 3 Kali Meluncur hingga Jarak 4,5 Km
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
"Masyarakat juga direkomendasikan tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," kata Kepala Badan Geologi, Eko Budi Lelono, Jumat (17/12/2021).
Rekomendasi Badan Geologi di antaranya tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Baca juga: Update Gunung Semeru Meletus, Wedus Gembel 3 Kali Meluncur hingga Jarak 4,5 Km
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
"Masyarakat juga direkomendasikan tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," kata Kepala Badan Geologi, Eko Budi Lelono, Jumat (17/12/2021).
Lihat Juga :