Anak Sungai Bengawan Solo Meluap, 4 Desa di Klaten Terendam Banjir
Jum'at, 17 Desember 2021 - 07:04 WIB
loading...
Rumah warga terendam banjir akibat luapan anak Sungai Bengawan Solo, di Klaten. Sedikitnya 4 desa di dua kecamatan terendam banjir. Foto: iNewsTV/Saeful Efendi
A
A
A
KLATEN - Sungai Buntung anak Sungai Bengawan Solo , di Klaten , Jawa Tengah meluap hingga mengakibatkan 4 desa di 2 kecamatan terendam banjir . Warga terutama lansia pun mengungsi di balai desa.
Sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua yang melintas di jalan penghubung Kecamatan Juwiring dan Wonosari, Klaten tepatnya di Desa Carikan Juwiring harus berjalan melambat menyusul jalan penghubung 2 kecamatan terendam banjir.
![Anak Sungai Bengawan Solo Meluap, 4 Desa di Klaten Terendam Banjir]()
Baca juga: Simpan 450 Tabung Gas Elpiji 3 Kg Tanpa Izin, Gudang di Jepara Digerebek Polisi dan TNI
Tingginya air membuat para pengendara sepeda motor sebagian macet akibat mesin terkena air banjir, banjir ini disebabkan hujan deras selama hampir 1,5 jam yang terjadi sejak Kamis petang (16/12/2021).
Petugas pun terpaksa mengalihkan jalur penghubung dua kecamatan tersebut untuk menghindari kemacetan lalu lintas. “Kami terpaksa mengalihkan jalur untuk menghindari kemacetan yang lebih parah,” kata anggota Polsek Juwiring, Brigpol R Arif.
Selain merendam jalan raya, banjir juga merendam ratusan rumah di 4 desa di 2 Kecamatan Juwiring dan Wonosari seperti Desa Taji, Carikan, Kingkang dan Gunting. Kondisi terparah terjadi di Desa Carikan di mana ketinggian air mencapai 1 meter lebih.
Sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua yang melintas di jalan penghubung Kecamatan Juwiring dan Wonosari, Klaten tepatnya di Desa Carikan Juwiring harus berjalan melambat menyusul jalan penghubung 2 kecamatan terendam banjir.

Baca juga: Simpan 450 Tabung Gas Elpiji 3 Kg Tanpa Izin, Gudang di Jepara Digerebek Polisi dan TNI
Tingginya air membuat para pengendara sepeda motor sebagian macet akibat mesin terkena air banjir, banjir ini disebabkan hujan deras selama hampir 1,5 jam yang terjadi sejak Kamis petang (16/12/2021).
Petugas pun terpaksa mengalihkan jalur penghubung dua kecamatan tersebut untuk menghindari kemacetan lalu lintas. “Kami terpaksa mengalihkan jalur untuk menghindari kemacetan yang lebih parah,” kata anggota Polsek Juwiring, Brigpol R Arif.
Selain merendam jalan raya, banjir juga merendam ratusan rumah di 4 desa di 2 Kecamatan Juwiring dan Wonosari seperti Desa Taji, Carikan, Kingkang dan Gunting. Kondisi terparah terjadi di Desa Carikan di mana ketinggian air mencapai 1 meter lebih.
Lihat Juga :