Calon Penumpang Keluhkan Ruang Tunggu Bandara Sultan Hasanuddin yang Panas
Senin, 13 Desember 2021 - 16:30 WIB
loading...
Calon penumpang pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin, baru-baru ini. Sejumlah penumpang mengeluhkan panasnya ruang tunggu Bandara Sultan Hasanuddin. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Calon penumpang pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin mengeluhkan kondisi ruang tunggu yang panas. Umumnya mereka mengeluhkan minimnya pendingin udara yang berfungsi.
Salah seorang pengguna jasa bandara bahkan mengunggah keluhan terkait panasnya ruang tunggu Bandara Sultan Hasanuddin di aplikasi Tiktok dengan nama akun @senang_kencang.
Baca juga:Pertumbuhan Ekonomi di Area Bandara Sultan Hasanuddin Meningkat 30 Persen
Dalam video Tiktok berdurasi 1 menit 45 detik tersebut, dia mengeluhkan, hawa panas yang bukan hanya dirasakan di ground handling tapi juga di lantai dua Bandara Sultan Hasanuddin . Dalam video tersebut juga tertulis, "Bandara Sultan Hasanuddin atau Pasar Butung. Panaaaassss".
Panasnya ruang tunggu di Bandara Sultan Hasanuddin juga dikeluhkan salah satu pengguna jasa bandara, Darwiati. Kepada awak media, Darwiati yang ingin bertolak ke Manado mengaku merasa tidak nyaman dengan kondisi panas di ruang tunggu bandara Sultan Hasanuddin. Bahkan kata perempuan asal Parepare ini, ada beberapa pendingin udara yang terpasang. Namun yang berfungsi bisa dihitung jari saja.
"Suasananya sangat panas. Mulai dari masuk bandara, di tempat ceck in sampai tempat menunggu pesawat semuanya panas. Ada beberapa AC, tapi itupun seperti hanya kipas angin saja," jelasnya kepada SINDOnews, baru-baru ini.
Baca juga:Angkasa Pura Merugi, Perampungan Perluasan Bandara Molor
Dia meyakini keluhan panasnya area ruang tunggu bandara, bukan hanya dirasakan olehnya. Tapi hampir semua calon penumpang pesawat merasakan yang sama. "Seandainya saya bisa buka baju, akan saya lakukan. Karena panasnya ini bandara. Di atas pesawat basah semua bajuku," bebernya.
Darwiati meminta, pihak pengelola bandara untuk membenahi hal tersebut. Apalagi mendapatkan layanan terbaik selama di bandara merupakan salah satu hak konsumen pengguna jasa bandara.
"Dan saya merasa, jika hawa sejuk dan dingin saat kami menunggu jadwal penerbangan adalah hak kami. Olehnya itu, sangat bijak bila Angkasa Pura tidak merugikan calon penumpang pesawat, hanya karena mereka mengaku rugi," tutupnya.
Baca juga:Otoritas Bandara Sosialisasi Keselamatan Terbang di Bandara Sultan Hasanuddin
Sementara General Manager PT Angkasa Pura I Wahyudi mengatakan, saat ini PT Angkasa pura melakukan program efisiensi. Program ini dikarenakan kondisi keuangan perusahaan lagi tidak bagus. Untuk mengurangi beban dalam pembiayaan, pemakaian listrik dan pemeliharaan listrik dikurangi. Salah satunya adalah pemakaian AC.
" Angkasa Pura dalam masalah kesulitan keuangan. Kesulitan keuangan Angkasa Pura secara corporate rugi sekitar hampir Rp3 triliun. Di tahun ini diperkirakan kerugian yang ditanggung Angkasa Pura sekitar Rp4 tiriliun," ujarnya.
Salah seorang pengguna jasa bandara bahkan mengunggah keluhan terkait panasnya ruang tunggu Bandara Sultan Hasanuddin di aplikasi Tiktok dengan nama akun @senang_kencang.
Baca juga:Pertumbuhan Ekonomi di Area Bandara Sultan Hasanuddin Meningkat 30 Persen
Dalam video Tiktok berdurasi 1 menit 45 detik tersebut, dia mengeluhkan, hawa panas yang bukan hanya dirasakan di ground handling tapi juga di lantai dua Bandara Sultan Hasanuddin . Dalam video tersebut juga tertulis, "Bandara Sultan Hasanuddin atau Pasar Butung. Panaaaassss".
Panasnya ruang tunggu di Bandara Sultan Hasanuddin juga dikeluhkan salah satu pengguna jasa bandara, Darwiati. Kepada awak media, Darwiati yang ingin bertolak ke Manado mengaku merasa tidak nyaman dengan kondisi panas di ruang tunggu bandara Sultan Hasanuddin. Bahkan kata perempuan asal Parepare ini, ada beberapa pendingin udara yang terpasang. Namun yang berfungsi bisa dihitung jari saja.
"Suasananya sangat panas. Mulai dari masuk bandara, di tempat ceck in sampai tempat menunggu pesawat semuanya panas. Ada beberapa AC, tapi itupun seperti hanya kipas angin saja," jelasnya kepada SINDOnews, baru-baru ini.
Baca juga:Angkasa Pura Merugi, Perampungan Perluasan Bandara Molor
Dia meyakini keluhan panasnya area ruang tunggu bandara, bukan hanya dirasakan olehnya. Tapi hampir semua calon penumpang pesawat merasakan yang sama. "Seandainya saya bisa buka baju, akan saya lakukan. Karena panasnya ini bandara. Di atas pesawat basah semua bajuku," bebernya.
Darwiati meminta, pihak pengelola bandara untuk membenahi hal tersebut. Apalagi mendapatkan layanan terbaik selama di bandara merupakan salah satu hak konsumen pengguna jasa bandara.
"Dan saya merasa, jika hawa sejuk dan dingin saat kami menunggu jadwal penerbangan adalah hak kami. Olehnya itu, sangat bijak bila Angkasa Pura tidak merugikan calon penumpang pesawat, hanya karena mereka mengaku rugi," tutupnya.
Baca juga:Otoritas Bandara Sosialisasi Keselamatan Terbang di Bandara Sultan Hasanuddin
Sementara General Manager PT Angkasa Pura I Wahyudi mengatakan, saat ini PT Angkasa pura melakukan program efisiensi. Program ini dikarenakan kondisi keuangan perusahaan lagi tidak bagus. Untuk mengurangi beban dalam pembiayaan, pemakaian listrik dan pemeliharaan listrik dikurangi. Salah satunya adalah pemakaian AC.
" Angkasa Pura dalam masalah kesulitan keuangan. Kesulitan keuangan Angkasa Pura secara corporate rugi sekitar hampir Rp3 triliun. Di tahun ini diperkirakan kerugian yang ditanggung Angkasa Pura sekitar Rp4 tiriliun," ujarnya.
(luq)
Lihat Juga :