Dahsyatnya Letusan Gunung Awu Jadi Salah Satu yang Paling Mematikan di Indonesia
Senin, 13 Desember 2021 - 07:52 WIB
loading...
A
A
A
Daerah yang dilanda lahar erupsi, meliputi daerah sungai yang berhulu di daerah puncak. Daerah yang tertutup bahan lepas, terutama di sekitar Kendhar, yang punah sama sekali, dan daerah lainnya. Korban 39 orang, terdiri dari dua orang petugas gunung api, 13 orang di Kendhar, satu orang di Sawang, lima orang di Baku, dan 18 orang di Mala.
Karakteristik erupsi Gunung Awu dapat bersifat magmatik eksplosif, efusif maupun freatik. Erupsi terakhirnya pada Juni 2004 menghasilkan kolom erupsi setinggi 2 km di atas puncak, dan menyisakan kubah lava di dalam kawahnya yang memiliki diameter sekitar 370 meter, dan tinggi sekitar 30 meter.
Baca juga: Kabur dari Lapas Tangerang, Seorang Napi Narkoba Diringkus Polda Riau
Dari catatan perubahan tingkat aktivitas Gunung Awu, pada 24 November 2015 tingkat aktivitas Gunung Awu dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada). Pada 12 Mei 2016 tingkat aktivitas Gunung Awu dinaikan dari Level II (Waspada) menjadi level III (Siaga).
Kemudian pada 14 Juni 2016 tingkat aktivitas Gunung Awu diturunkan dari Level III (Siaga) ke Level II (Waspada). Pada 31 Oktober 2016 tingkat aktivitas Gunung Awu diturunkan dari Level II (Waspada) ke Level I (Normal)
Kini PVMBG kembali menaikkan status Gunung Awu ke level II waspada. Hal tersebut berdasarkan pengamatan visual periode 1-10 Desember 2021 terhadap gunung yang terletak pada posisi koordinat 3.682846° LU dan 125.45598° BT Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.
"Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya maka terhitung mulai 12 Desember 2021 pukul 12.00 WITA, status tingkat aktivitasnya dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada)," kata Subkoordinator Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana, Minggu (12/12/2021).
Karakteristik erupsi Gunung Awu dapat bersifat magmatik eksplosif, efusif maupun freatik. Erupsi terakhirnya pada Juni 2004 menghasilkan kolom erupsi setinggi 2 km di atas puncak, dan menyisakan kubah lava di dalam kawahnya yang memiliki diameter sekitar 370 meter, dan tinggi sekitar 30 meter.
Baca juga: Kabur dari Lapas Tangerang, Seorang Napi Narkoba Diringkus Polda Riau
Dari catatan perubahan tingkat aktivitas Gunung Awu, pada 24 November 2015 tingkat aktivitas Gunung Awu dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada). Pada 12 Mei 2016 tingkat aktivitas Gunung Awu dinaikan dari Level II (Waspada) menjadi level III (Siaga).
Kemudian pada 14 Juni 2016 tingkat aktivitas Gunung Awu diturunkan dari Level III (Siaga) ke Level II (Waspada). Pada 31 Oktober 2016 tingkat aktivitas Gunung Awu diturunkan dari Level II (Waspada) ke Level I (Normal)
Kini PVMBG kembali menaikkan status Gunung Awu ke level II waspada. Hal tersebut berdasarkan pengamatan visual periode 1-10 Desember 2021 terhadap gunung yang terletak pada posisi koordinat 3.682846° LU dan 125.45598° BT Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.
"Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya maka terhitung mulai 12 Desember 2021 pukul 12.00 WITA, status tingkat aktivitasnya dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada)," kata Subkoordinator Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana, Minggu (12/12/2021).
(eyt)
Lihat Juga :