Tingkat Pengangguran Terbuka Luwu Utara Terendah di Tana Luwu
Selasa, 07 Desember 2021 - 12:11 WIB
loading...
Focus Group Discussion (FGD) Data Statistik Sosial Kependudukan dan Perkembangan Ekonomi Kabupaten Luwu Utara Tahun 2021, Senin (6/12/2021) di Ruang Command Center Kantor Bupati. Foto: Humas Pemkab Luwu Utara
A
A
A
LUWU UTARA - Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Luwu Utara menjadi yang terendah di wilayah Tana Luwu, yakni 3.01 per Agustus 2021. Di tingkat provinsi, Luwu Utara berada pada posisi terendah ke-8.
Adapun Indeks pembangunan masyarakat (IPM), Kabupaten Luwu Utara mengalami peningkatan dari tingkat sedang ke tingkat tinggi, yakni 70,02.
Baca juga:Muscab Gerakan Pramuka Lutra Diharap Lahirkan Proker Adaptif dan Inovatif
Data ini diungkap Subkoordinator Fungsi Neraca Produksi BPS Sulsel , Asep Yahya, pada focus group discussion (FGD) Data Statistik Sosial Kependudukan dan Perkembangan Ekonomi Kabupaten Luwu Utara Tahun 2021, Senin (6/12/2021) di Ruang Command Center Kantor Bupati.
“IPM Luwu Utara ada peralihan dari tingkat sedang ke tinggi, yaitu 70,02. Ini sudah termasuk kategori tinggi,” ungkap Asep.
Asep mengatakan, Kabupaten Luwu Utara di tahun 2021 memiliki pertumbuhan IPM rata-rata lebih baik dibanding provinsi. “Luwu Utara masuk 10 besar kabupaten/kota di Sulsel untuk tingkat pertumbuhan IPM tahun 2021, yakni naik 0,66% dari tahun 2020 ke 2021, tepatnya di angka 70.02,” ungkap Asep.
Sementara itu, Plt Kabid Statistik Sosial BPS Sulsel , Arif Miftahuddin mengatakan, berdasarakan sensus penduduk (SP) 2020, jumlah penduduk Luwu Utara menempati urutan ke-11 terbanyak di Sulsel, sementara tingkat pertumbuhan penduduk usia produktif (usia 15-65 tahun) di Luwu Utara mengalami peningkatan, dari 60% menjadi 68%.
Baca juga:172 Bidang Tanah di Desa Sepakat Masamba Kini Miliki Sertifikat
Arif mengatakan, meningkatnya jumlah usia produktif di Luwu Utara berarti bahwa pemda tinggal meningkatkan kualitas kategori usia produktif. Apalagi, kata dia, kategori ini didukung oleh peningkatan IPM Luwu Utara yang sudah masuk kategori tinggi. “Ini juga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Luwu Utara,” beber Arif.
Dengan kondisi yang baik ini, Arif menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Luwu Utara atas dukungan yang begitu besar, sehingga sensus penduduk Tahun 2020 yang lalu bisa selesai dengan lancar dan baik.
“Pada Mei-Juni tahun 2022 nanti, BPS akan melakukan pendataan. Untuk itu, kami minta dukungan karena mungkin nanti akan melibatkan banyak petugas untuk data SP2020 di Tahun Anggaran 2022,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani berharap data yang disampaikan BPS itu bisa dimanfaatkan dengan baik, utamanya pemanfaatannya dalam perencanaan pembangunan.
Baca juga:Perhiptani Luwu Utara Didorong Wujudkan Pertanian Maju dan Modern
Menurut Indah , program-program pemerintah sudah on the track. Cuma, kata dia, percepatan dalam implementasinya harus lebih ditingkatkan lagi, sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakat bisa terus diakselerasi.
“Dalam melihat data-data ini, kita butuh yang namanya kepedulian dan ketelitian dari kita semua agar semua program tepat sasaran,” pungkasnya.
Adapun Indeks pembangunan masyarakat (IPM), Kabupaten Luwu Utara mengalami peningkatan dari tingkat sedang ke tingkat tinggi, yakni 70,02.
Baca juga:Muscab Gerakan Pramuka Lutra Diharap Lahirkan Proker Adaptif dan Inovatif
Data ini diungkap Subkoordinator Fungsi Neraca Produksi BPS Sulsel , Asep Yahya, pada focus group discussion (FGD) Data Statistik Sosial Kependudukan dan Perkembangan Ekonomi Kabupaten Luwu Utara Tahun 2021, Senin (6/12/2021) di Ruang Command Center Kantor Bupati.
“IPM Luwu Utara ada peralihan dari tingkat sedang ke tinggi, yaitu 70,02. Ini sudah termasuk kategori tinggi,” ungkap Asep.
Asep mengatakan, Kabupaten Luwu Utara di tahun 2021 memiliki pertumbuhan IPM rata-rata lebih baik dibanding provinsi. “Luwu Utara masuk 10 besar kabupaten/kota di Sulsel untuk tingkat pertumbuhan IPM tahun 2021, yakni naik 0,66% dari tahun 2020 ke 2021, tepatnya di angka 70.02,” ungkap Asep.
Sementara itu, Plt Kabid Statistik Sosial BPS Sulsel , Arif Miftahuddin mengatakan, berdasarakan sensus penduduk (SP) 2020, jumlah penduduk Luwu Utara menempati urutan ke-11 terbanyak di Sulsel, sementara tingkat pertumbuhan penduduk usia produktif (usia 15-65 tahun) di Luwu Utara mengalami peningkatan, dari 60% menjadi 68%.
Baca juga:172 Bidang Tanah di Desa Sepakat Masamba Kini Miliki Sertifikat
Arif mengatakan, meningkatnya jumlah usia produktif di Luwu Utara berarti bahwa pemda tinggal meningkatkan kualitas kategori usia produktif. Apalagi, kata dia, kategori ini didukung oleh peningkatan IPM Luwu Utara yang sudah masuk kategori tinggi. “Ini juga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Luwu Utara,” beber Arif.
Dengan kondisi yang baik ini, Arif menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Luwu Utara atas dukungan yang begitu besar, sehingga sensus penduduk Tahun 2020 yang lalu bisa selesai dengan lancar dan baik.
“Pada Mei-Juni tahun 2022 nanti, BPS akan melakukan pendataan. Untuk itu, kami minta dukungan karena mungkin nanti akan melibatkan banyak petugas untuk data SP2020 di Tahun Anggaran 2022,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani berharap data yang disampaikan BPS itu bisa dimanfaatkan dengan baik, utamanya pemanfaatannya dalam perencanaan pembangunan.
Baca juga:Perhiptani Luwu Utara Didorong Wujudkan Pertanian Maju dan Modern
Menurut Indah , program-program pemerintah sudah on the track. Cuma, kata dia, percepatan dalam implementasinya harus lebih ditingkatkan lagi, sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakat bisa terus diakselerasi.
“Dalam melihat data-data ini, kita butuh yang namanya kepedulian dan ketelitian dari kita semua agar semua program tepat sasaran,” pungkasnya.
(luq)
Lihat Juga :