Gubernur Khofifah Laporkan 17 Orang Tewas Akibat Erupsi Gunung Semeru ke Wapres
Minggu, 05 Desember 2021 - 19:52 WIB
loading...
Abu vulkanik menutup kawasan perkampungan yang terdampak parah di Kabupaten Lumajang, Minggu (5/12/2021). Petugas membantu evakuasi warga yang masih terjebak abu. Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melaporkan korban tewas sebanyak 17 orang akibat bencana erupsi Gunung Semeru kepada Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin.
Hal tersebut dikatakan Khofifah saat menerima telepon Wapres Ma'ruf. Pada percakapan singkat tersebut, Wapres menerima laporan terkait wilayah dan jumlah korban terdampak guguran awan panas Semeru.
Baca juga: Kawal Penanganan Bencana Erupsi Gunung Semeru, Gubernur Khofifah Rela Berkantor di Lumajang
Terdapat dua kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang terkena dampak, yaitu Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo. Informasi tersebut diterima Wapres pada pukul 12.04 WIB.
"Di Candipuro terkonfirmasi 10 yang meninggal, di Pronojiwo 2 yang meninggal. Jadi, terkonfirmasi 12 orang meninggal,” lapor Khofifah. Sementara di kampung sebelahnya, (Pronojiwo) ada juga yang meninggal 5 orang,” tambahnya.
Selanjutnya, Khofifah menuturkan adanya laporan masyarakat terkait anggota keluarga yang belum ditemukan. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus berlanjut yang dilakukan oleh 3.400 personel.
Baca juga: Kisah Gunung Semeru, Pasak untuk Pulau Jawa Dihuni Keturunan Asli Majapahit
Hal tersebut dikatakan Khofifah saat menerima telepon Wapres Ma'ruf. Pada percakapan singkat tersebut, Wapres menerima laporan terkait wilayah dan jumlah korban terdampak guguran awan panas Semeru.
Baca juga: Kawal Penanganan Bencana Erupsi Gunung Semeru, Gubernur Khofifah Rela Berkantor di Lumajang
Terdapat dua kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang terkena dampak, yaitu Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo. Informasi tersebut diterima Wapres pada pukul 12.04 WIB.
"Di Candipuro terkonfirmasi 10 yang meninggal, di Pronojiwo 2 yang meninggal. Jadi, terkonfirmasi 12 orang meninggal,” lapor Khofifah. Sementara di kampung sebelahnya, (Pronojiwo) ada juga yang meninggal 5 orang,” tambahnya.
Selanjutnya, Khofifah menuturkan adanya laporan masyarakat terkait anggota keluarga yang belum ditemukan. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus berlanjut yang dilakukan oleh 3.400 personel.
Baca juga: Kisah Gunung Semeru, Pasak untuk Pulau Jawa Dihuni Keturunan Asli Majapahit
Lihat Juga :