Diterjang Letusan Gunung Semeru, Supiturang Jadi Desa Mati
Minggu, 05 Desember 2021 - 16:04 WIB
loading...
A
A
A
Kala itu Patar berada di rumah bersama puterinya, sementara istrinya mengikuti pengajian. Terdengar suara gemuruh dari Besuk Kobokan, yang hanya berjarak sekitar 1 km dari rumahnya.
"Saya pikir seperti terjadi tahun lalu, di sini hanya hujan abu saja. Ternyata saya lihat ke arah utara, langitnya sudah gelap gulita. Langsung saya gedong puteri saya, naik motor menjemput istri dan mengungsi," ungkapnya.
Baru kali ini menurutnya rumahnya diterjang hujan material vulkanik seperti ini. Kejadian-kejadian sebelumnya, tidak sampai seperti ini. Kalaupun ada erupsi hanya hujan abu vulkanik tipis saja.
Sunani bercerita, saat itu sudah tidak sempat membawa apa-apa. Bahkan rumahnya saja tidak terkunci. "Semua lari menyelamatkan diri. Kami ketakutan, karena sudah turun hujan lumpur seperti mau kiamat," katanya.
Hal yang sama juga dirasakan Ali (35). Warga Dusun Sumbersari ini, lari bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri. Ternak sapi miliknya harus ditinggalkan begitu saja di kandangnya. Baca: Konstruksi Penyangga Jembatan di Pangandaran Ambles, Aktivitas Warga Terganggu.
"Karena takut langitnya hitam pekat dan turun hujan lumpur, kami lari menyelamatkan diri saja. Tadi pagi kondisinya sudah mulai cerah, makanya ini saya sempatkan mengambil sapi ternak saya," ujar Ali, Minggu (5/12/2021) siang.
"Saya pikir seperti terjadi tahun lalu, di sini hanya hujan abu saja. Ternyata saya lihat ke arah utara, langitnya sudah gelap gulita. Langsung saya gedong puteri saya, naik motor menjemput istri dan mengungsi," ungkapnya.
Baru kali ini menurutnya rumahnya diterjang hujan material vulkanik seperti ini. Kejadian-kejadian sebelumnya, tidak sampai seperti ini. Kalaupun ada erupsi hanya hujan abu vulkanik tipis saja.
Sunani bercerita, saat itu sudah tidak sempat membawa apa-apa. Bahkan rumahnya saja tidak terkunci. "Semua lari menyelamatkan diri. Kami ketakutan, karena sudah turun hujan lumpur seperti mau kiamat," katanya.
Hal yang sama juga dirasakan Ali (35). Warga Dusun Sumbersari ini, lari bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri. Ternak sapi miliknya harus ditinggalkan begitu saja di kandangnya. Baca: Konstruksi Penyangga Jembatan di Pangandaran Ambles, Aktivitas Warga Terganggu.
"Karena takut langitnya hitam pekat dan turun hujan lumpur, kami lari menyelamatkan diri saja. Tadi pagi kondisinya sudah mulai cerah, makanya ini saya sempatkan mengambil sapi ternak saya," ujar Ali, Minggu (5/12/2021) siang.
Lihat Juga :