Bersyukur Ibunya Bebas, Putri Valencya: Sudah 2 Tahun Mama Menderita karena Ulah Papa

Kamis, 02 Desember 2021 - 20:26 WIB
loading...
Bersyukur Ibunya Bebas, Putri Valencya: Sudah 2 Tahun Mama Menderita karena Ulah Papa
Valencya saat divnis bebas oleh hakim PN Karawang. SINDOnews/Nila
A A A
KARAWANG - Angel (18), Putri pertama Valencya mengaku bahagia ibundanya divonis bebas oleh hakim PN Karawang. Dengan vonis bebas ini, Angel berharap bisa membebaskan ibunya dari seluruh masalah hukum yang menjeratnya.

Dia mengaku adanya masalah hukum yang dialami ibunya sudah mengganggu mental dia dan adiknya.

"Saya bersyukur akhirnya mamah bebas dan mendapat keadilan. Sudah dua tahun mama menderita karena ulah papa. Semoga dengan vonis bebas ini masalah hukum lainnya, yang dilaporkan oleh papa ikut beres," kata Angel, Kamis (2/12/21).

Menurut Angel, selama mamahnya cekcok dengan ayah hingga bercerai dan kemudian saling melapor ke polisi dia dan adiknya sangat terganggu.

Apalagi pertengkaran itu sebelumnya tidak menunjukan tanda-tanda akan damai hingga dua tahun lamanya. "Dua tahun lebih orang tua kami bertengkar kita anak-anaknya ikut terganggu secara mental karena malu," katanya.

Selama pertengkaran itu, Angek mengaku kasihan dengan mamanya. Apalagi mama selama ini berjuang sendirian menghadapi papanya yang melapor ke polisi. Baca: 8 Pengibar Bendera Bintang Kejora di GOR Cenderawasih Tersangka, Ini Peran Masing-masing.



"Kami anak-anaknya di belakang mamah karena papah sudah jahat. Apa yang disampaikan papah kepada orang-orang itu bohong semua. Kami anak-anaknya menjadi saksi prilaku papa yang sebenarnya,"katanya.

Angel berharap mamanya bisa kembali menjalani hidup normal seperti dulu. Bekerja dan mengurus anak-anaknya yang sudah dua tahun tidak dilakukan. Baca Juga: Viral Cewek Bule Lenggak Lenggok di Tengah Jalan Kuta Bali hingga Bikin Macet.

"Mama mana sempat lagi mengurus kita anak-anaknya. Papa terus menerus mengganggu mama. Mama selalu menangis selama ini," pungkasnya.
(nag)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2697 seconds (11.252#12.26)