APBD Gowa 2022 Ditetapkan, Bupati Harap Bisa Dikelola Efektif
Rabu, 01 Desember 2021 - 22:02 WIB
loading...
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dalam rapat paripurna pengesahan APBD Tahun Anggaran 2022, Selasa 30 November malam. Foto: SINDOnews/Herni Amir
A
A
A
GOWA - DPRD Kabupaten Gowa mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gowa untuk tahun anggaran 2022. Pengesahan dilakukan dalam rapat paripurna Selasa 30 November malam.
Secara terinci, APBD Gowa 2022 meliputi pendapatan daerah sebesar Rp1.755.915.785.379,- Belanja daerah sebesar Rp1.931.048.285.379. Defisit belanja atas pendapatan sebesar Rp175.132.500.000.
Baca juga:Gowa Kabupaten Pertama di Indonesia Timur Miliki Tim Keamanan Siber
Kemudian pembiayaan daerah meliputi penerimaan pembiayaan sebesar Rp221.834.500.000. Pengeluaran pembiayaan Rp46.702.000.000. Surplus pembiayaan sebesar Rp175.132.500.000, sehingga sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan Rp0.
Bupati Gowa , Adnan Purichta Ichsan menyampaikan terima kasih kepada Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gowa karena telah melakukan pembahasan bersama dengan TAPD, sehingga APBD 2022 bisa disahkan.
"Alhamdulillah hal ini mencerminkan adanya sinergitas dan kolaboratif yang baik antara eksekutif dan legislatif dalam suasana kekeluargaan serta penuh rasa tanggung jawab untuk mencapai satu tujuan bersama, yaitu membangun Kabupaten Gowa yang lebih baik guna memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Gowa," ujar Adnan.
Baca juga:Dorong Cakupan Vaksinasi, Gowa Target Vaksinasi 8.000 Dosis Perhari
Adnan berharap APBD 2022 ini bisa dikelola dan digunakan dengan efektif, efisien dan juga akuntabel dengan tujuan bagi kemakmuran dan kemajuan Kabupaten Gowa.
Apalagi kata Adnan , APBD 2022 ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Kondisi ini oleh dana transfer dari pusat yang diterima Pemkab Gowa yang mengalami penurunan dibandingkan dengan APBD 2021.
"Kondisi ini tentu tidak terlepas dari keadaan penerimaan keuangan negara yang juga itu berfluktuatif dan juga dinamis, sehingga Dana Transfer Umum atau DTU yang menjadi sentral pembiayaan pada rancangan APBD tahun anggaran 2022 kita menempati porsi anggaran sebesar 85,22% dari total rencana penerimaan tahun anggaran 2022," jelas.
Baca juga:Gowa Siap Jadi Penyedia Bahan Baku Obat Tradisional
Adnan yang juga Sekjen Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini menyebutkan, penurunan juga tidak terlepas dari dampak pandemi Covid-19. Olehnya itu, ia berharap Kabupaten Gowa melewati ujian pandemi Covid-19, sehingga segala rencana yang telah tetapkan bersama, dapat berjalan dengan baik lancar dan sesuai dengan harapan.
"Semua saran dan masukan bahkan kritikan yang membangun untuk perbaikan di masa mendatang dari para anggota DPRD yang terhormat, yang disampaikan melalui juru bicara, akan kita jadikan bahan evaluasi untuk diperhatikan guna menjalankan tugas-tugas sepanjang tahun anggaran 2022," ungkapnya.
Secara terinci, APBD Gowa 2022 meliputi pendapatan daerah sebesar Rp1.755.915.785.379,- Belanja daerah sebesar Rp1.931.048.285.379. Defisit belanja atas pendapatan sebesar Rp175.132.500.000.
Baca juga:Gowa Kabupaten Pertama di Indonesia Timur Miliki Tim Keamanan Siber
Kemudian pembiayaan daerah meliputi penerimaan pembiayaan sebesar Rp221.834.500.000. Pengeluaran pembiayaan Rp46.702.000.000. Surplus pembiayaan sebesar Rp175.132.500.000, sehingga sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan Rp0.
Bupati Gowa , Adnan Purichta Ichsan menyampaikan terima kasih kepada Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gowa karena telah melakukan pembahasan bersama dengan TAPD, sehingga APBD 2022 bisa disahkan.
"Alhamdulillah hal ini mencerminkan adanya sinergitas dan kolaboratif yang baik antara eksekutif dan legislatif dalam suasana kekeluargaan serta penuh rasa tanggung jawab untuk mencapai satu tujuan bersama, yaitu membangun Kabupaten Gowa yang lebih baik guna memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Gowa," ujar Adnan.
Baca juga:Dorong Cakupan Vaksinasi, Gowa Target Vaksinasi 8.000 Dosis Perhari
Adnan berharap APBD 2022 ini bisa dikelola dan digunakan dengan efektif, efisien dan juga akuntabel dengan tujuan bagi kemakmuran dan kemajuan Kabupaten Gowa.
Apalagi kata Adnan , APBD 2022 ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Kondisi ini oleh dana transfer dari pusat yang diterima Pemkab Gowa yang mengalami penurunan dibandingkan dengan APBD 2021.
"Kondisi ini tentu tidak terlepas dari keadaan penerimaan keuangan negara yang juga itu berfluktuatif dan juga dinamis, sehingga Dana Transfer Umum atau DTU yang menjadi sentral pembiayaan pada rancangan APBD tahun anggaran 2022 kita menempati porsi anggaran sebesar 85,22% dari total rencana penerimaan tahun anggaran 2022," jelas.
Baca juga:Gowa Siap Jadi Penyedia Bahan Baku Obat Tradisional
Adnan yang juga Sekjen Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini menyebutkan, penurunan juga tidak terlepas dari dampak pandemi Covid-19. Olehnya itu, ia berharap Kabupaten Gowa melewati ujian pandemi Covid-19, sehingga segala rencana yang telah tetapkan bersama, dapat berjalan dengan baik lancar dan sesuai dengan harapan.
"Semua saran dan masukan bahkan kritikan yang membangun untuk perbaikan di masa mendatang dari para anggota DPRD yang terhormat, yang disampaikan melalui juru bicara, akan kita jadikan bahan evaluasi untuk diperhatikan guna menjalankan tugas-tugas sepanjang tahun anggaran 2022," ungkapnya.
(luq)
Lihat Juga :