6.771 Janda di Kota Makassar Masuk Daftar PMKS
Selasa, 30 November 2021 - 23:45 WIB
loading...
Seorang ibu rumah tangga (orang tua tunggal) Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) menerima bantuan sosial dari salah satu perusahaan di Makassar, Selasa (30/11). Foto: SINDOnews/Muchtamir Zaide
A
A
A
MAKASSAR - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar mencatat ada 6.771 Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) alias janda yang masuk dalam daftar Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Mereka bakal masuk daftar perhatian Pemkot Makassar.
Data itu merupakan hasil pemutakhiran hingga November 2021 yang dilakukan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Jumlah tersebut disebut akan terus mengalami penambahan seiring pemutakhiran data.
Baca juga: Diwarnai Kejar-kejaran, TRC Dinsos Makassar Amankan Ibu Eksploitasi 3 Anak
Plt Kadinsos Kota Makassar, Muhyiddin mengemukakan, wanita rentan memang sudah menjadi perhatian pemerintah sejauh ini. Makanya, mereka yang masuk dalam data PMKS Dinsos Makassar akan menjadi prioritas perhatian.
“Yang terdata ini adalah yang masuk kategori miskin. Jadi janda yang masuk kategori mampu tidak kita hitung. Nah merekalah yang nantinya akan diprioritaskan mendapat bantuan,” kata dia kepada SINDOnews, Selasa (30/11/2021).
Muhyiddin mengatakan ada sejumlah bantuan yang bisa mereka dapatkan. Salah satunya adalah bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan sosial berupa sembilan bahan pokok (sembako).
Baca juga: Tidak Tepat Sasaran, Dinsos Temukan Data ASN Penerima Bansos
“Dia bisa dapat bantuan PKH tapi harus mempunyai anak. Kalau tidak punya anak tidak bisa. Tapi kalau bansos berupa sembako itu bisa dia dapat. Tentu akan diprioritaskan,” terangnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2A) Kota Makassar, Achi Soleman menyampaikan, program pemberdayaan bagi janda sudah masuk dalam prioritas mereka. Dalam hal ini diberikan edukasi dan keterampilan.
“Untuk peningkatan kapasitas termasuk di dalamnya bagaimana memberikan edukasi kepada perempuan karena pemermpuan miskin rentan mengalami kekerasan. Jadi kita dalam hal ini melakukan pencegahan kekerasan perempuan dan anak,” sebutnya.
Baca juga: Bantuan Kedaluwarsa, Pengamat Duga Dibeli Jelang Masa Konsumsi Berakhir
Pihaknya juga telah menyiapkan fasilitas bila terjadi kekerasan kepada mereka. Misalnya dengan pembentukan selter warga di masing-masing kelurahan. Ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada mereka.
“Kalau program selter itu baru 40 kelurahan, nanti kita akan tambah lagi hingga semua terpenuhi di kelurahan. Kita target sekitar 30-an yang ditambah tahun depan,” bebernya.
Data itu merupakan hasil pemutakhiran hingga November 2021 yang dilakukan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Jumlah tersebut disebut akan terus mengalami penambahan seiring pemutakhiran data.
Baca juga: Diwarnai Kejar-kejaran, TRC Dinsos Makassar Amankan Ibu Eksploitasi 3 Anak
Plt Kadinsos Kota Makassar, Muhyiddin mengemukakan, wanita rentan memang sudah menjadi perhatian pemerintah sejauh ini. Makanya, mereka yang masuk dalam data PMKS Dinsos Makassar akan menjadi prioritas perhatian.
“Yang terdata ini adalah yang masuk kategori miskin. Jadi janda yang masuk kategori mampu tidak kita hitung. Nah merekalah yang nantinya akan diprioritaskan mendapat bantuan,” kata dia kepada SINDOnews, Selasa (30/11/2021).
Muhyiddin mengatakan ada sejumlah bantuan yang bisa mereka dapatkan. Salah satunya adalah bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan sosial berupa sembilan bahan pokok (sembako).
Baca juga: Tidak Tepat Sasaran, Dinsos Temukan Data ASN Penerima Bansos
“Dia bisa dapat bantuan PKH tapi harus mempunyai anak. Kalau tidak punya anak tidak bisa. Tapi kalau bansos berupa sembako itu bisa dia dapat. Tentu akan diprioritaskan,” terangnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2A) Kota Makassar, Achi Soleman menyampaikan, program pemberdayaan bagi janda sudah masuk dalam prioritas mereka. Dalam hal ini diberikan edukasi dan keterampilan.
“Untuk peningkatan kapasitas termasuk di dalamnya bagaimana memberikan edukasi kepada perempuan karena pemermpuan miskin rentan mengalami kekerasan. Jadi kita dalam hal ini melakukan pencegahan kekerasan perempuan dan anak,” sebutnya.
Baca juga: Bantuan Kedaluwarsa, Pengamat Duga Dibeli Jelang Masa Konsumsi Berakhir
Pihaknya juga telah menyiapkan fasilitas bila terjadi kekerasan kepada mereka. Misalnya dengan pembentukan selter warga di masing-masing kelurahan. Ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada mereka.
“Kalau program selter itu baru 40 kelurahan, nanti kita akan tambah lagi hingga semua terpenuhi di kelurahan. Kita target sekitar 30-an yang ditambah tahun depan,” bebernya.
(luq)
Lihat Juga :