Pinrang Tingkatkan Peran PKK Tekan Angka Stunting
Selasa, 30 November 2021 - 14:46 WIB
loading...
Kadiskes Pinrang, Dyah Puspita Dewi saat menjabarkan materi terkait pentingnya perang PKK dalam menekan angka stunting. Foto: Istimewa
A
A
A
PINRANG - Kabupaten Pinrang , menggalakkan upaya penurunan angka stunting, yang gencar dilakukan Tim Penggerak PKK Pinrang. Salah satunya, melalui sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting yang dibuka Ketua TP PKK Pinrang, Ketua TP PKK Pinrang, Andi Sri Widiyati Irwan, Selasa (30/12/2021), di ruang pola kantor bupati Pinrang.
Sri Widiyati mengatakan, dibutuhkan komitmen bersama dalam peningkatan peran aktif kader menggerakkan individu, keluarga dan masyarakat. Selain itu, kata dia harmonisasi dan kemitraan dengan berbagai pihak, juga dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat dalam pencegahan kematian ibu dan stunting.
Baca Juga: Pemkab Pinrang Gelar Sosialisasi Aksi Hak Asasi Manusia
"Komitmen harmonisasi dan kemitraan sudah berjalan diberbagai kegiatan. Termasuk pembentukan kader sebagai agen perubahab yang berperan mendorong meningkatkan kualitas hidup, baik individu, keluarga maupun masyarakat," Sru Widiyati memaparkan.
Kegiatan yang melibatkan paserta dari PKK, kepala puskesmas, kader Posyandu dan LS, salah satunya menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Pirnang , Dyah Puspita Dewi sebagai salah satu pemateri. Dalam pemaparannya, Dyah mengemukakan, stunting adalah kondisi tinggi badan seseorang lebih pendek dibanding tinggi badan umumnya, yang disebabkan kurangnya asupan gizi yang diterima janin atau bayi.
"Kekurangan gizi pada janin maupun bayi, mengakibatkan hambatan perkembangan otak, kecerdasan, kemampuan belajar, dan rendahnya produktifitas yang bersifat permanen atau irreversible," papar Dyah.
Dan meski fisik anak kurang gizi dapat diperbaiki, tambah Dyah , namun perkembangan otaknya, tidak dapat diperbaiki. Kurang gizi pada usia dini meningkatkan resiko berbagai penyakit degeneratif seperti jantung, dan kanker saat dewasa.
Sri Widiyati mengatakan, dibutuhkan komitmen bersama dalam peningkatan peran aktif kader menggerakkan individu, keluarga dan masyarakat. Selain itu, kata dia harmonisasi dan kemitraan dengan berbagai pihak, juga dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat dalam pencegahan kematian ibu dan stunting.
Baca Juga: Pemkab Pinrang Gelar Sosialisasi Aksi Hak Asasi Manusia
"Komitmen harmonisasi dan kemitraan sudah berjalan diberbagai kegiatan. Termasuk pembentukan kader sebagai agen perubahab yang berperan mendorong meningkatkan kualitas hidup, baik individu, keluarga maupun masyarakat," Sru Widiyati memaparkan.
Kegiatan yang melibatkan paserta dari PKK, kepala puskesmas, kader Posyandu dan LS, salah satunya menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Pirnang , Dyah Puspita Dewi sebagai salah satu pemateri. Dalam pemaparannya, Dyah mengemukakan, stunting adalah kondisi tinggi badan seseorang lebih pendek dibanding tinggi badan umumnya, yang disebabkan kurangnya asupan gizi yang diterima janin atau bayi.
"Kekurangan gizi pada janin maupun bayi, mengakibatkan hambatan perkembangan otak, kecerdasan, kemampuan belajar, dan rendahnya produktifitas yang bersifat permanen atau irreversible," papar Dyah.
Dan meski fisik anak kurang gizi dapat diperbaiki, tambah Dyah , namun perkembangan otaknya, tidak dapat diperbaiki. Kurang gizi pada usia dini meningkatkan resiko berbagai penyakit degeneratif seperti jantung, dan kanker saat dewasa.
Lihat Juga :