Sebar Tim untuk Edukasi Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional
Minggu, 07 Juni 2020 - 11:45 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex menyebutkan, New Normal Life bukan untuk melonggarakan dari protokol kesehatan yang sudah ada tapi justru mengubah prilaku sehari-hari untuk dapat bekerja secara produktif dan aman dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
"Karena kita tidak tahu dimana virus corona ini berada, oleh karena kebiasaan yang selama ini belum terbiasa, itulah yang harus diperhatikan dan dijadikan kebiasan baru," ujarnya.
Dodi mengingatkan, agar setiap fasilitas cuci tangan harus disiapkan di setiap titik pasar dan pelayanan publik. "Tetap menjaga jarak dan menggunakan masker. Kebiasaan inilah yang harus terus digencarkan di Muba, sehingga kita semua tetap terlindung dari penularan Covid-19," ulasnya.
Sekarang ini, lanjutnya, Pemkab Muba sedang konsen dalam fase mempersiapkan seluruh elemen masyarakat masuk fase baru, mulai dari mempersiapkan sarana kesehatannya, edukasi warga masyarakat sampai ke tingkat desa. Desa mengaktifkan kembali Siskamling desa. Fungsi selain menjaga kamtibmas di desa juga sebagai posko relawan Covid-19 yang mendata warga keluar masuk desa dan penerapan wajib. Lapor 2x24 jam diaktifkan bagi warga pendatang yang masuk desa. Semua ini ungkapnya dilakukan untuk melindungi serta mengedukasi warga bagaimana menghadapi kehidupan New Normal kedepan sehingga tidak terdampak Covid-19.
"Secara masif wajib kita mengedukasi warga khususnya di pasar pasar tradisional karena pasar salah satu yang rawan tempat penyebaran virus ini jika protokol kesehatan Tidak diterapkan secara maksimal, untuk itulah wajib kita semua memberikan edukasi itu kepada warga kita sehingga menghadapai kehidupan New Normal kebiasan bermasker sudah menjadi kewajiban dalam menjalani Kehidupan kita kedepan serta menjalankan pola hidup bersih dan sehat, menjaga jarak saat di pasar atau keramaian mencuci tangan menggunakan sabun ditempat air mengalir serta menjaga imun tubuh untuk tetap sehat," pungkasnya.
"Karena kita tidak tahu dimana virus corona ini berada, oleh karena kebiasaan yang selama ini belum terbiasa, itulah yang harus diperhatikan dan dijadikan kebiasan baru," ujarnya.
Dodi mengingatkan, agar setiap fasilitas cuci tangan harus disiapkan di setiap titik pasar dan pelayanan publik. "Tetap menjaga jarak dan menggunakan masker. Kebiasaan inilah yang harus terus digencarkan di Muba, sehingga kita semua tetap terlindung dari penularan Covid-19," ulasnya.
Sekarang ini, lanjutnya, Pemkab Muba sedang konsen dalam fase mempersiapkan seluruh elemen masyarakat masuk fase baru, mulai dari mempersiapkan sarana kesehatannya, edukasi warga masyarakat sampai ke tingkat desa. Desa mengaktifkan kembali Siskamling desa. Fungsi selain menjaga kamtibmas di desa juga sebagai posko relawan Covid-19 yang mendata warga keluar masuk desa dan penerapan wajib. Lapor 2x24 jam diaktifkan bagi warga pendatang yang masuk desa. Semua ini ungkapnya dilakukan untuk melindungi serta mengedukasi warga bagaimana menghadapi kehidupan New Normal kedepan sehingga tidak terdampak Covid-19.
"Secara masif wajib kita mengedukasi warga khususnya di pasar pasar tradisional karena pasar salah satu yang rawan tempat penyebaran virus ini jika protokol kesehatan Tidak diterapkan secara maksimal, untuk itulah wajib kita semua memberikan edukasi itu kepada warga kita sehingga menghadapai kehidupan New Normal kebiasan bermasker sudah menjadi kewajiban dalam menjalani Kehidupan kita kedepan serta menjalankan pola hidup bersih dan sehat, menjaga jarak saat di pasar atau keramaian mencuci tangan menggunakan sabun ditempat air mengalir serta menjaga imun tubuh untuk tetap sehat," pungkasnya.
(atk)