Diguyur Hujan Gerimis, Mensos Risma Temui Remaja Korban Pemerkosaan dan Perundungan

Senin, 29 November 2021 - 01:47 WIB
loading...
Diguyur Hujan Gerimis,...
Mensos, Tri Rismaharini saat tiba PPSPA Kota Batu. Foto/MPI/Avirista Midaada
A A A
KOTA BATU - Di bawah guyuran hujan gerimis, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menemui HN remaja berusia 13 tahun korban perundungan dan pemerkosaan di Kota Malang, pada Minggu (28/11/2021) malam.

Baca juga: Aksi Perundungan dan Pengeroyokan Remaja Kembali Gemparkan Kota Malang

Risma melakukan pertemuan tertutup dengan HN, yang kini berada di Unit Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (PPSPA) Bima Sakti, Kota Batu. Mantan Wali Kota Surabaya ini menemui HN di ruangan asesmen Pelita Hati milik Pemprov Jatim.



Tak kurang 20 menit, Risma bertemu dengan HN bersama tim psikolog dan pendamping yang memberikan pemulihan psikologis kepada korban. Tak berselang lama, ia langsung keluar dari ruangan dan meninggalkan lokasi. Risma tak mengeluarkan sepatah katapun, ia langsung bergegas menuju mobilnya.

Baca juga: Mencekam! Ribuan Massa di Lampung Timur Dihadang Polisi saat Hendak Serang Desa Tetangga

Kasubdit anak yang memerlukan perlindungan khusus di Direktorat Anak Kementerian Sosial (Kemensos) Agung Suhartoyo mengatakan, bahwa dalam kesempatan itu Risma memberikan dukungan kepada korban HN. "Mensos Risma menyerahkan oleh-oleh untuk korban, untuk menyemangati dan memberikan dukungan semangat," kata Agung.

Agung menambahkan, saat ini korban yang berusia 13 tahun tersebut sudah dalam kondisi baik di fasilitas tersebut. Selain korban, pada fasilitas tersebut juga ada keluarga korban yang memberikan dukungan tersendiri bagi korban untuk pemulihan kondisi psikologis.

"Anak korban sudah berada di tempat yang aman, dan sudah baik. Keluarga juga ada di fasilitas tersebut, sehingga itu memberikan dukungan tersendiri. Mensos dari awal memberikan perhatian penuh terhadap kasus ini," ujarnya.

Baca juga: Senin Dini Hari Gempa Bumi Berpusat di Daratan Getarkan Kota Jayapura

Sementara itu, Kepala UPT PPSPA Bima Sakti Kota Batu, Dinas Sosial Provinsi Jatim, Yusmanu menambahkan, saat ini kondisi korban sudah mulai tersenyum dan membaik. Tetapi korban masih belum bisa ditemui oleh banyak orang, karena kondisinya belum sepenuhnya stabil.

"Kondisi anak saat ini baik yang penting jangan banyak orang dulu, yang penting anak nyaman, aman di sini. Bagi kami yang utama instruksi Kementerian Sosial tidak mungkin ikut campur hukum. Sudah ada bidangnya masing-masing. Ini bentuk perhatian Mensos untuk korban," ungkap dia.

Sejauh ini pemulihan dikatakan Yusmanu, juga tergolong cepat, timnya juga menghadirkan pihak keluarga HN, mulai ibunya dan adiknya, untuk sama-sama tinggal di PPSPA. Hal ini demi menjaga dan mendukung pemulihan psikis korban. Apalagi HN akan menempuh ujian di sekolahnya pada Senin (29/11/2021).

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Garut, Ratusan Warga di 4 Desa Mengungsi

"Kondisinya mulai tersenyum, karena di sini ada ibunya ada adiknya, ada ayahnya sambung. Ada lima orang di sini, saya tempatkan di sini makanya mohon izin ke teman-teman tolong jaga kondisi anaknya biar segera pulih, dan hari Senin (29/11/2021) akan ujian. Ujiannya di sini, dikirim oleh SD nya," terangnya.

Pihak UPT PPSPA memberikan pendampingan untuk memulihkan trauma dari korban akibat kejadian yang menimpanya. Pendampingan dilakukan oleh tim, termasuk juga mendatangkan psikolog untuk membantu pemulihan kondisi psikologis korban.

"Untuk trauma healing ada psikolog dan lainnya. Itu juga disediakan oleh kami. Namun jangan banyak orang yang bertemu, karena kasusnya seperti itu. Korban akan berada di sini sampai dia siap," tukasnya.

Baca juga: Menolak Bersetubuh, Terapis Pijat Cantik Dihajar Suami Siri hingga Babak Belur

HN menjadi korban penganiayaan dan perundungan yang videonya viral beredar di media sosial. Dari hasil penelusuran, korban diketahui merupakan anak berusia 13 tahun yang tinggal di panti asuhan di Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Terlihat pada video berdurasi 2 menit 29 detik korban mengalami pemukulan, tendangan, diejek, hingga dijambak rambutnya oleh beberapa teman korban. Aksi itu dilakukan oleh temannya yang tinggal di sekitar panti tersebut. Sebelum dianiaya, diduga korban juga disetubuhi oleh seorang tetangga panti asuhan di rumah pelaku.

Polisi akhirnya menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus ini. Tujuh tersangka ini merupakan bagian dari 10 anak yang ada di lokasi kejadian. Tiga anak tak ditetapkan sebagai tersangka, dikarenakan tidak terbukti melakukan aksi perundungan.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Fakta Baru Terungkap,...
Fakta Baru Terungkap, Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Empat Lokasi
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Korban Disiksa Selama...
Korban Disiksa Selama 3 Tahun, Mengapa Tak Melawan? Ini Penjelasan Psikolog!
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Menkes: Yang Paling...
Menkes: Yang Paling Banyak Dikeluhkan Dokter adalah Perundungan
Rekomendasi
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved