MUI Bentuk Kader Penggerak Dakwah Islam di Garut
Minggu, 28 November 2021 - 21:03 WIB
loading...
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwa, KH Cholil Nafis saat tampil sebagai narasumber dalam pelatihan penggerak dakwah Islam Wasathiyah MUI di Kabupaten Garut, Minggu (28/11/2021). Foto: Istimewa
A
A
A
GARUT - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mulai membentuk kader-kader penggerak dakwah Islam yang akan memberikan pemahaman tentang Islam yang baik dan benar.
Pembentukan itu dimulai dari daerah yang dianggap penting untuk menjadi contoh gerakan Wasathiyatul Islam di Kabupaten Garut .
“Sengaja kami mengawali miqat pengkaderan dari daerah yang kami anggap penting untuk menjadi contoh gerakan Wasathiyatul Islam dari akar rumput,” kata KH Cholil Nafis
Baca juga: Viral, Pria di Bekasi Lecehkan Al Quran Pakai Alat Kelamin
Kader Gerakan Islam Wasathi menjadi Program bidang Dakwah MUI Pusat untuk menyosialisasikan dan menancapkan pemahaman umat terhadap Islam yang baik dan benar.
“Pemahaman itu yakni adil, diantara pemahaman Islam yang ekstrim kanan dan ekstrim kiri, berorientasi pada solusi yang masalah bagi umat dan bersifat baku pada satu sisi dan dinamis pada sisi yang lain,” bebernya.
Menurutnya, mengarusutamakan Islam wasathi itu dimulai dari memahami teks agama yang moderat (tawassuth fi fahmi al-nushush).
Pembentukan itu dimulai dari daerah yang dianggap penting untuk menjadi contoh gerakan Wasathiyatul Islam di Kabupaten Garut .
“Sengaja kami mengawali miqat pengkaderan dari daerah yang kami anggap penting untuk menjadi contoh gerakan Wasathiyatul Islam dari akar rumput,” kata KH Cholil Nafis
Baca juga: Viral, Pria di Bekasi Lecehkan Al Quran Pakai Alat Kelamin
Kader Gerakan Islam Wasathi menjadi Program bidang Dakwah MUI Pusat untuk menyosialisasikan dan menancapkan pemahaman umat terhadap Islam yang baik dan benar.
“Pemahaman itu yakni adil, diantara pemahaman Islam yang ekstrim kanan dan ekstrim kiri, berorientasi pada solusi yang masalah bagi umat dan bersifat baku pada satu sisi dan dinamis pada sisi yang lain,” bebernya.
Menurutnya, mengarusutamakan Islam wasathi itu dimulai dari memahami teks agama yang moderat (tawassuth fi fahmi al-nushush).
Lihat Juga :