Politik Balas Budi Ken Arok usai Hancurkan Kerajaan Kediri
Senin, 07 April 2025 - 09:10 WIB
loading...
Politik balas budi sudah ada sejak era kerajaan di Nusantara seperti yang dilakukan Ken Arok, sang penguasa Tumapel atau Singasari. Foto: Ist
A
A
A
POLITIKbalas budi sudah ada sejak era kerajaan di Nusantara seperti yang dilakukan Ken Arok , sang penguasa Tumapel atau Singasari. Tercatat Ken Arok mengangkat beberapa pengikutnya sebagai pejabat istana Tumapel, termasuk penasihat agama.
Pertempuran antara Tumapel dan Kediri di Desa Ganter membuat Kertajaya harus mengakui kekalahannya. Pada pertempuran itu adik kandung Kertajaya, penguasa Kediri bernama Mahisa Walungan dan Gubar Baleman menjadi korban jiwa.
Baca juga: Kisah Istri Raja Mataram Kuno Bunuh Diri ketika Diculik Rakryan Londhayan
Sumber lain menyebutkan kekalahan Kertajaya dari Ken Arok membuat adik perempuannya Dewi Amisam, Dewi Hasin, dan Dewi Paja nekat bunuh diri.
Usai peperangan itu, riwayat Kerajaan Kediri tamat akibat sang rajanya juga tewas. Hal ini membuat Ken Arok memutuskan mengambil alih takhta dan membuat kerajaan baru. Kerajaan berkedudukan di Tumapel, tak jauh dari wilayah Daha ibu kota Kerajaan Kediri.
Ken Arok mendeklarasikan diri sebagai raja pertama sekaligus pendiri kerajaan. Ken Arok memusatkan pusat pemerintahan Tumapel di Kutaraja yang kini masuk wilayah Malang, Jawa Timur sebagaimana dikutip dari buku "Hitam Putih Kekuasaan Raja-raja Jawa : Intrik, Konspirasi, Perebutan Harta, Tahta, dan Wanita".
Ketika menjabat sebagai raja, Ken Arok menggunakan gelar Ranggah Rajasa Sang Girinathaputra sebagaimana tercantum pada Kakawin Nagarakretagama atau Sri Rajasa Bhatara Sang Amurwabumi pada Serat Pararaton.
Pertempuran antara Tumapel dan Kediri di Desa Ganter membuat Kertajaya harus mengakui kekalahannya. Pada pertempuran itu adik kandung Kertajaya, penguasa Kediri bernama Mahisa Walungan dan Gubar Baleman menjadi korban jiwa.
Baca juga: Kisah Istri Raja Mataram Kuno Bunuh Diri ketika Diculik Rakryan Londhayan
Sumber lain menyebutkan kekalahan Kertajaya dari Ken Arok membuat adik perempuannya Dewi Amisam, Dewi Hasin, dan Dewi Paja nekat bunuh diri.
Usai peperangan itu, riwayat Kerajaan Kediri tamat akibat sang rajanya juga tewas. Hal ini membuat Ken Arok memutuskan mengambil alih takhta dan membuat kerajaan baru. Kerajaan berkedudukan di Tumapel, tak jauh dari wilayah Daha ibu kota Kerajaan Kediri.
Ken Arok mendeklarasikan diri sebagai raja pertama sekaligus pendiri kerajaan. Ken Arok memusatkan pusat pemerintahan Tumapel di Kutaraja yang kini masuk wilayah Malang, Jawa Timur sebagaimana dikutip dari buku "Hitam Putih Kekuasaan Raja-raja Jawa : Intrik, Konspirasi, Perebutan Harta, Tahta, dan Wanita".
Ketika menjabat sebagai raja, Ken Arok menggunakan gelar Ranggah Rajasa Sang Girinathaputra sebagaimana tercantum pada Kakawin Nagarakretagama atau Sri Rajasa Bhatara Sang Amurwabumi pada Serat Pararaton.
Lihat Juga :