Petrokimia Gresik Koordinir Penanaman 12.300 Pohon di Pasuruan dan Kota Batu
Minggu, 28 November 2021 - 17:59 WIB
loading...
A
A
A
Gerakan #BUMNHijaukanIndonesia di Jatim terbagi di dua titik, yakni penanaman 300 bibit pohon di Kabupaten Pasuruan dan penanaman 12.000 bibit pohon di Bumiaji, Kota Batu seluas 72 hektare, yang menjadi daerah banjir bandang beberapa waktu lalu. "Di momen ini, kita juga melakukan upaya revegetatif daerah longsor di Kota Batu," kata calon Wakil Ketua Umum PII (Persatuan Insinyur Indonesia) periode 2021-2023.
Di Kabupaten Pasuruan, penanaman dilakukan di lahan 4,2 hektare di Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, yang merupakan kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cowek BKPH Lawang Timur, KPH Pasuruan Divreg Jawa Timur. Baca: Rusak Tempat Ibadah Umat Hindu, Bule Denmark Ini Diusir dari Bali.
Dari 300 bibit pohon yang ditanam, rinciannya terdiri dari 50 bibit alpukat mentega, 50 alpukat aligator, 50 bibit durian, 150 bibit nangka 150. Tanaman ini dipilih dari bibit tanaman sambung/stek yang cocok untuk kegiatan konservasi. "Jenis bibit ini diprediksi sudah bisa berbuah dalam waktu tiga tahun untuk dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar," katanya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa mengapresiasi peran aktif BUMN dalam melakukan perbaikan lingkungan. Saat ini masih terdapat 6.000 hektare lahan kritis di wilayahnya. Baca Juga: 10 Gardu Listrik Rusak Akibat Banjir Bandang Garut, PLN Tunggu Kondisi Kering.
"Saya berharap kegiatan ini berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya, sehingga lingkungan di Kabupaten Pasuruan semakin baik," ujarnyanya.
Di Kabupaten Pasuruan, penanaman dilakukan di lahan 4,2 hektare di Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, yang merupakan kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cowek BKPH Lawang Timur, KPH Pasuruan Divreg Jawa Timur. Baca: Rusak Tempat Ibadah Umat Hindu, Bule Denmark Ini Diusir dari Bali.
Dari 300 bibit pohon yang ditanam, rinciannya terdiri dari 50 bibit alpukat mentega, 50 alpukat aligator, 50 bibit durian, 150 bibit nangka 150. Tanaman ini dipilih dari bibit tanaman sambung/stek yang cocok untuk kegiatan konservasi. "Jenis bibit ini diprediksi sudah bisa berbuah dalam waktu tiga tahun untuk dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar," katanya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa mengapresiasi peran aktif BUMN dalam melakukan perbaikan lingkungan. Saat ini masih terdapat 6.000 hektare lahan kritis di wilayahnya. Baca Juga: 10 Gardu Listrik Rusak Akibat Banjir Bandang Garut, PLN Tunggu Kondisi Kering.
"Saya berharap kegiatan ini berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya, sehingga lingkungan di Kabupaten Pasuruan semakin baik," ujarnyanya.
(nag)
Lihat Juga :