Ranperda Pesantren Tak Masuk Usulan, PKS Sindir Bapemperda DPRD Wajo

Sabtu, 27 November 2021 - 22:21 WIB
loading...
Ranperda Pesantren Tak Masuk Usulan, PKS Sindir Bapemperda DPRD Wajo
Ketua PKS Wajo, Agustan Ranreng. Foto: SINDOnews/Reza Pahlevi
A A A
WAJO - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyayangkan keputusan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Wajo tak memasukkan Ranperda Pondok Pesantren (Ponpes) dalam usulan pembahasan di tahun 2022.

Ketua PKS Ketua PKS Wajo, Agustan Ranreng mengatakan, dalam rapat paripurna pengumuman program pembentukan peraturan daerah (propemperda) pada Jumat 26 November malam, Ranperda Ponpes tak masuk dalam usulan.

Baca juga: Rapat Paripurna DPRD Wajo Molor, Dewan Minta Bupati Tidak Datang Terlambat

Tidak masuknya Ranperda Pesantren dalam pembahasan di tahun 2022 membuat partai PKS memberikan sindiran kepada Bapemperda.

"Wajo pencetak ulama tersohor, tetapi sayang seribu sayang dari pihak Bapamperda tidak mengakomodir Ranperda ini. Partai PKS sangat kecewa," ujarnya, Sabtu (27/11/2021).

Menurut Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Wajo itu, Ranperda Pesantren di Kabupaten Wajo cukup urgen. Ranperda tersebut juga sudah lama diaspirasikan oleh Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) se Kabupaten Wajo.

Baca juga: Perda Larangan Kantong Plastik Tekan Produksi Sampah hingga 103 Ton di Wajo

Adapun alasan Ranperda pesantren tidak masuk dalam pembahasan di tahun 2022 karena Bapemperda menganggap sudah ada regulasi yang mengatur tentang pondok pesantren. Seperti dalam UU 18/2019 tentang Pesantren dan Perpres 82/2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

"Saya memohon maaf kepada semua Anregurutta al mukarram pimpinan pesantren se Kabupaten Wajo, saya sangat menyesal karena kami belum bisa memperjuangkan harapan dan cita-cita pejuang pesantren di Wajo, padahal Wajo kita kenal sebagai Kota Santri," terangnya.

Baca juga: Sehari Setelah Reses, Legislator Wajo Ini Langsung Akomodir Aspirasi Warga

Dirinya berharap, Bapemperda DPRD Wajo , bisa melihat lebih jeli lagi usulan mendesak yang ada di masyarakat. "Ranperda pesantren sudah disepakati di tingkat Komisi IV. Tapi sayangnya tidak diakomodir," pungkasnya.

Dalam rapat paripurna propemperda, ada empat ranperda inisiatif DPRD. Pertama terkait Penataan Desa dari Komisi I, lalu Ranperda Pemberdayaan dan Perlindungan Nelayan dari Komisi II. Lalu Ranperda Pengelolaan Sampah dari Komisi III, dan terakhir Ranperda Pemberdayaan dan Perlindungan Tenaga Kesehatan dari Komisi IV.
(luq)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2417 seconds (10.101#12.26)