KEK Likupang Jadi Destinasi Wisata Super Prioritas, Ini Dukungan AirNaV Indonesia

Jum'at, 26 November 2021 - 14:51 WIB
loading...
KEK Likupang Jadi Destinasi...
AirNav Indonesia berkomitmen mendukung pelayanan navigasi penerbangan pada Program Pariwisata Super Prioritas Likupang. Foto/MPI/Subhan Sabu
A A A
MANADO - Program Pariwisata Super Prioritas Likupang, yang sudah diresmikan oleh pemerintah sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Mendapatkan dukungan penuh dari AirNav Indonesia, dalam bentuk komitmen pelayanan navigasi penerbangan.

Baca juga: AirNav Siapkan Strategi Sukseskan World Superbike di Mandalika

KEK Likupang merupakan salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) super prioritas, yang dikembangkan di lahan seluas 197,4 hektare di Desa Pulisan, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.



Manager Hubungan Masyarakat AirNav, Yohanes Hary Douglas menyampaikan, sebagai BUMN yang mendapat penugasan khusus dari pemerintah, AirNav berkomitmen mendukung pengembangan KEK Likupang, sebagai destinasi pariwisata super prioritas.

Baca juga: Kadinkes Payakumbuh Ditetapkan Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana COVID-19

"Peran AirNav dalam mendukung KEK Likupang, sebagai destinasi pariwisata super prioritas khususnya dalam pelayanan navigasi penerbangan di Bandara Sam Ratulangi, Manado," ujarnya, Jumat (26/11/2021).

Bandara Sam Ratulangi menjadi salah satu akses masuk yang potensial bagi wisatawan maupun investor ke KEK Likupang, karena jaraknya hanya berkisar 33 km dengan waktu tempuh satu jam.

Yohanes menyebutkan trafik penerbangan di Bandara Sam Ratulangi cenderung meningkat pada 2021. Pada Oktober 2021, jumlah trafik mencapai 1.019 penerbangan, meningkat dari level terendah pada Agustus 2021 sejumlah 542 penerbangan.

Baca juga: Bak Kiamat, Puting Beliung Hancurkan Puluhan Rumah Warga di Jombang

"Diperkirakan tren penerbangan di Bandara Sam Ratulangi akan terus meningkat ke level sebelum pandemi COVID-19," katanya optimistis. Pada Januari 2020 misalnya, sebelum COVID-19 ditetapkan sebagai pandemi oleh pemerintah pada Maret 2020, jumlah trafik di Bandara Sam Ratulangi mencapai 2.059 penerbangan.

Oleh karena itu, sambung Yohanes, AirNav yakin trafik berpotensi kembali ke atas 2.000 penerbangan sebulan. Untuk mendukung layanan penerbangan di Bandara Sam Ratulangi, dan turut memajukan KEK Pariwisata Likupang.

AirNav melakukan tiga jurus utama. Pertama, menyediakan slot penerbangan. Saat ini trafik penerbangan harian di Manado, masih di kisaran 35-45 penerbangan, sedangkan sebelum pandemi mencapai 80 penerbangan.

"Dengan masih banyaknya slot penerbangan yang tersedia, maka AirNav Indonesia siap memberikan pelayanan navigasi penerbangan bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Manado," jelas Yohanes.

Baca juga: Ibu dan Anak Gadisnya Dibunuh Tanpa Busana, Polda Jabar Segera Ungkap Tersangka

Kedua, AirNav memberikan dukungan terhadap sport tourism, khususnya paralayang. Yohanes menyampaikan ada banyak spot paralayang di Manado. " AirNav berkoordinasi dengan seluruh stakeholder penerbangan termasuk FASI (Federasi Aero Sport Indonesia) dan pembuatan LOCA (Letter of Operational Coordination Agreement)," ucap Yohanes.

Adapun tujuan pembuatan LOCA ini agar sport tourism dapat berjalan sekaligus keselamatan penerbangan juga terjaga. Hingga saat ini, sudah ada tiga LOCA yang diterbitkan.

Ketiga, Yohanes menambahkan, Airnav Indonesia menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) berupa tujuh Unit Gazebo yang akan ditempatkan di Pinggir Pantai Kinunang-Likupang. Program tersebut bekerja sama dan berkolaborasi dengan Kadis Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara, Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara, PT Perkebunan Nusantara XIV, dan masyarakat sekitar pantai.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Halal Industrial Park...
Halal Industrial Park Sidoarjo Diproyeksi Jadi Industri Halal Skala Global
Achsanul Qosasi Ungkap...
Achsanul Qosasi Ungkap 4 Alasan Madura Layak Jadi KEK Tembakau
Pengamat: Harmonisasi...
Pengamat: Harmonisasi Aturan Dibutuhkan untuk Jaga Daya Tarik Tanjung Sauh
Kepala Staf Kepresidenan...
Kepala Staf Kepresidenan Qodari Optimistis KEK Batang Buka Lapangan Kerja
Tingkatkan Kesejahteraan...
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Bali, KEK Buleleng Segera Dibangun
Kolaborasi Pengelolaan...
Kolaborasi Pengelolaan Sampah dan Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan DPSP Likupang
KEK Industropolis Batang...
KEK Industropolis Batang Dorong Kemitraan Strategis Indonesia–Jepang Percepat Investasi High-Tech
Jadikan Bali Pusat Keuangan...
Jadikan Bali Pusat Keuangan Internasional, Purbaya Tawarkan Pajak 0 Persen
Hinca Usulkan Maluku...
Hinca Usulkan Maluku Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Ganja Medis: Supaya Tidak Gelap, Ya Dibuat Terang
Rekomendasi
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Babak Pertama: Arab...
Babak Pertama: Arab Saudi vs Cape Verde Imbang Tanpa Gol, Blue Sharks Sementara di Jalur Lolos
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved