Kisah Pohon Sukun, Sukarno dan Butir-Butir Pancasila
Minggu, 07 Juni 2020 - 05:06 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun 1954, Bung Karno meresmikan "Rumah Museum" di taman tempat ia merenung. Di atas prasasti tertulis, "Di kota ini kutemukan lima butir mutiara. Di bawah pohon sukun ini pula kurenungkan nilai-nilai luhur Pancasila". (Baca Juga: Prasasti Gondang, Situs Peninggalan Kerajaan Singosari yang Usang)
Saat ini, kawasan tman Soekarno merenung dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kreasi seni dan budaya, serta diskusi. Selain menjadi lokasi lahirnya Pancasila, taman juga menjadi salah satu objek wisata sejarah yang tidak boleh dilewatkan.
Taman itu tampak indah dan dipercantik dengan patung Sukarno yang tengah duduk sambil menghadap laut. Patung karya perupa Hanafi ini diresmikan Wapres Boediono tahun 2013. Lokasi patung adalah tempat Soekarno merenungkan Pancasila dulu.
Hanya, Pohon Sukun yang asli telah lama tumbang, tepatnya tahun 1960. Sedangkan pohon sukun baru sebagai penggantinya adalah pohon sukun yang ditanam oleh Megawati Sukarnoputri, saat menjadi presiden.
Saat ini, kawasan tman Soekarno merenung dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kreasi seni dan budaya, serta diskusi. Selain menjadi lokasi lahirnya Pancasila, taman juga menjadi salah satu objek wisata sejarah yang tidak boleh dilewatkan.
Taman itu tampak indah dan dipercantik dengan patung Sukarno yang tengah duduk sambil menghadap laut. Patung karya perupa Hanafi ini diresmikan Wapres Boediono tahun 2013. Lokasi patung adalah tempat Soekarno merenungkan Pancasila dulu.
Hanya, Pohon Sukun yang asli telah lama tumbang, tepatnya tahun 1960. Sedangkan pohon sukun baru sebagai penggantinya adalah pohon sukun yang ditanam oleh Megawati Sukarnoputri, saat menjadi presiden.
(don)
Lihat Juga :