Bertemu dengan LaNyalla, Wali Kota Medan Janji Kembalikan Istana Maimun Sebagai Ikon

Jum'at, 26 November 2021 - 09:23 WIB
Bertemu dengan LaNyalla, Wali Kota Medan Janji Kembalikan Istana Maimun Sebagai Ikon
Wali Kota Medan, Bobby Nasution (kanan) menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (kiri) di di Istana Maimun, Medan, Sumut. Foto/Ist
A A A
MEDAN - Kehadiran Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti di Istana Maimun, Kamis malam (25/11/2021) dimanfaatkan Wali Kota Medan, Bobby Nasution untuk menyampaikan sejumlah aspirasi.

Salah satunya, mengenai keinginan pria asli Medan itu untuk mengembalikan Istana Maimun sebagai ikon.

Baca juga: Dukung Penghentian Ekspor Nikel Mentah, LaNyalla: Kedaulatan Bangsa Harus Ditegakkan!

“Mudah mudahan kedatangan bapak membawa kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Kota Medan. Sekiranya bapak bisa memberikan masukan, arahan, bimbingan, sekaligus kepada kami, ke Pemerintah Kota dan masyarakat Kota Medan,” katanya.

Menurut Bobby, ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan di Kota Medan untuk membantu menyelesaikan permasalahan ekonomi.



“Salah satunya, kembali mengangkat adat istiadat, etnis yang ada di kota Medan. Salah satunya, mengangkat kembali Istana Maimun. Kami sudah berkali kali koordinasi. Pemerintah pusat juga sudah memberikan sebuah gambaran apa yang akan dilakukan. Terutama kaitannya dengan merenovasi Istana Maimun,” katanya.

Bobby mengaku menginginkan Pemerintah Kota Medan dan Kesultanan Deli bisa sama- sama untuk kembalikan Istana Maimun sebagai ikon Kota Medan. “Kita ingin Istana Maimun terus menjadi ikon Kota Medan, sejarah Kota Medan, dan bisa membanggakan bagi rakyat Indonesia,” katanya.

Baca juga: Tiba di Muna Barat, LaNyalla Singgung RUU Daerah Kepulauan hingga Calon Perseorangan

Sementara Ahli Waris yang mewakili Kesultanan Deli, Saidin, mengatakan Istana Maimun masa pembangunannya selama sebelas tahun, mulai 1887 dan selesai tahun 1898.

“Kami sangat bahagia dan bangga atas kedatangan bapak Ketua DPD RI di Istana Maimun. Ini seperti kembali menghidupkan kebhinekaan dan semangat menjaga budaya. Sedikit saya akan menceritakan sejarah, Istana ini dibangun biayanya waktu itu, kurang lebih 300 gulden. Kalo sekarang Rp300 miliar."

"Istana ini adalah istana ketiga setelah istana pertama Sultan Deli, istana kedua di Kota Maksum, dan ini yang ketiga. Kemudian dibangun Masjid Almaksum, biayanya Rp 1 triliun,” terangnya.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1150 seconds (10.101#12.26)