2022, Apartemen Berkonsep TOD di Serpong Tangsel Jadi Primadona
Kamis, 25 November 2021 - 19:45 WIB
loading...
A
A
A
Menurut survei yang dilakukan Ali, di segmen milenial data penjualan rumah dan apartemen banyak diminati konsumen usia 27 – 45 tahun. Artinya masih
didominasi gen X dan gen Z. “Boleh jadi para investor membeli apartemen untuk anak-anaknya di generasi milenial dan generasi Z,” ujarnya.
Dia juga melihat perkembangan tren meski harga landed house semakin hari semakin naik tinggi, tapi dari segi lokasi makin menjauh dari pusat kota sehingga milenial mau tak mau nantinya akan membeli apartemen. “Siap tidak siap mereka akan memilih apartemen karena pertimbangan tidak terlalu jauh dari pusat kota,” ucapnya.
Faktor keterbatasan wilayah di pusat kota Jakarta juga mendorong developer harus lari ke kawasan penyangga Jakarta. “Tren investasi properti saat ini mengarah ke kawasan penyangga ke barat, timur dan selatan,” ujar Ali.
Di wilayah pinggiran barat Jakarta, sederetan wilayah yang prospektif tengah dikembangkan di antaranya Balaraja, Serpong dan lain-lain. Demikian juga di daerah penyangga bagian timur Jakarta, tidak hanya bicara Bekasi di situ ada Cikarang, Karawang, bahkan sampai Subang dan Purwakarta. Di Bogor ada Sentul.
Tantangannya memang developer harus membangun infrastruktur akses moda transportasi yang bukan hanya memadai, tetapi juga terintegrasi dengan hunian. Menurutnya, lokasi apartemen yang memiliki fasilitas akses moda transporrtasi yang terintegrasi (Transit Oriented Development/TOD) menjadi keunggulan.
didominasi gen X dan gen Z. “Boleh jadi para investor membeli apartemen untuk anak-anaknya di generasi milenial dan generasi Z,” ujarnya.
Dia juga melihat perkembangan tren meski harga landed house semakin hari semakin naik tinggi, tapi dari segi lokasi makin menjauh dari pusat kota sehingga milenial mau tak mau nantinya akan membeli apartemen. “Siap tidak siap mereka akan memilih apartemen karena pertimbangan tidak terlalu jauh dari pusat kota,” ucapnya.
Faktor keterbatasan wilayah di pusat kota Jakarta juga mendorong developer harus lari ke kawasan penyangga Jakarta. “Tren investasi properti saat ini mengarah ke kawasan penyangga ke barat, timur dan selatan,” ujar Ali.
Di wilayah pinggiran barat Jakarta, sederetan wilayah yang prospektif tengah dikembangkan di antaranya Balaraja, Serpong dan lain-lain. Demikian juga di daerah penyangga bagian timur Jakarta, tidak hanya bicara Bekasi di situ ada Cikarang, Karawang, bahkan sampai Subang dan Purwakarta. Di Bogor ada Sentul.
Tantangannya memang developer harus membangun infrastruktur akses moda transportasi yang bukan hanya memadai, tetapi juga terintegrasi dengan hunian. Menurutnya, lokasi apartemen yang memiliki fasilitas akses moda transporrtasi yang terintegrasi (Transit Oriented Development/TOD) menjadi keunggulan.
Lihat Juga :