Banjir Bercampur Lumpur Terjang Pemukiman Warga Luwu

Rabu, 24 November 2021 - 22:18 WIB
loading...
Banjir Bercampur Lumpur...
Banjir bercampur lumpur menerjang sejumlah desa di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Rabu, (24/11/2021). Foto: Sindonews/Chaeruddin
A A A
LUWU - Banjir bercampur lumpur tanah menerjang sejumlah desa di Kecamatan Bua Kabupaten Luwu, Rabu, (24/11/2021) sekira pukul 18.15 WITA, malam tadi.

Informasi yang diolah dari berbagai sumber menyebutkan, banjir ini menerjang 3 desa, yakni Dusun Pakkalolo Desa Lengkong, Dusun Labokke Desa Puty dan tiga dusun di Desa Raja Kecamatan Bua.

Meski laporan hingga malam tadi, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, namun banjir ini membuat sejumlah warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Baca Juga: Diguyur Hujan berjam-jam, Ribuan Rumah di Pekalongan Terendam Banjir

Dari pantauan Sindonews khusus di Dusun Pantai Bahari Desa Raja, banjir menerjang puluhan rumah warga . Air yang begitu deras dengan ketinggian mencapai 60 centimeter membuat warga Dusun Pantai Bahari panik.

Banyak diantara mereka memilih mengamankan diri, meninggalkan rumahnya ke rumah warga yang lebih aman. Meski demikian, juga masih ada warga yang memilih bertahan.

Basman warga Desa Raja, mengatakan, sebenarnya hujan yang turun jelang magrib tidak begitu deras. "Kemungkinan hujan di hulu yang deras sehingga ada kiriman banjir dari hulu," katanya.

Diceritakan Basman, dalam kurun waktu sebulan terakhir wilayahnya sudah 3 kali dilanda banjir. Namun yang terjadi Rabu malam, cukup besar hingga menggenangi rumah warga di tiga dusun di Desa Raja.

"Ciri banjir yang ketiga ini saya perhatikan sudah bercampur lumpur tanah. Kemungkinan ada longsor di hulu. Kami berharap agar ini menjadi perhatian pemerintah," katanya.

Warga Bua menduga, wilayah hulu atau hutan di pegunungan Bua sudah banyak yang rusak dan dibabat sebagai area wisata dan perkebunan bahkan pertambangan.

Baca Juga: Bubuk Penjernih Air Jadi Solusi Air Bersih bagi Pengungsi Banjir Sintang

Kondisi seperti ini yang dihawatirkan warga, jika aktivitas para oknum tersebut tidak dihentikan dan terus dengan bebas menebang pohon dan membuka lahan untuk kepentingan bisnis dan perut pihak tertentu.

"Kami mohon pemerintah, Dinas Kehutanan, Polisi dan TNI memantau kondisi hutan di hulu Kecamatan Bua. Jika ada aktifitas tambang, perkebunan atau wisata mohon kiranya dikaji ulang izin lingkungannya, apakah tidak membahayakan dan yang tidak mengantongi izin agar ditindak tegas," kata warga.

Dalam sebuah video yang beredar di sosial media, terlihat permandian alam di area pegunungan Pakkalolo yakni Wai Tiddo, juga sebagian fasilitasnya tersapu banjir.

Informasi lainnya menyebutkan, banjir di Kecamatan Bua juga merendam ratusan hektar pesawahan warga dan sekolah. Bahkan disebutkan warga, banjir ini menyebabkan satu bendungan di Desa Puty, jebol.

Baca Juga: 400 Hunian Sementara Korban Banjir Luwu Utara Mulai Dibangun



Hingga pukul 22.00 WITA, banjir sudah mulai terlihat surut, beberapa warga mulai kembali ke rumahnya ada juga yang masih memilih bertahan di pengungsian/rumah kerabatnya.

Kapolsek Bua, AKP Syarief Sukati, bersama BPBD Luwu , mengimbau warga untuk tidak panik dan selalu waspada jika terjadi hujan lebat atau pun terlihat gelap di bagian hulu.

"Kami imbau warga tetap tenang dan tidak panik, apa lagi menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Kami dari Polsek bersama BPBD siap menerima informasi warga 1 x 24 jam, kami mohon koordinasinya," ujarnya.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Minimalisasi Banjir...
Minimalisasi Banjir Tangsel, FPSC Susur Sungai Ciputat
Cuaca Ekstrem Picu Banjir...
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah dalam 2 Hari
Cuaca Ekstrem Masih...
Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Banjir dan Angin Kencang Landa Bogor hingga Pati
Cegah Banjir, 39,7 Ton...
Cegah Banjir, 39,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Sabi Kota Tangerang
3.517 Warga Terdampak...
3.517 Warga Terdampak Banjir di Kota Kendari, 2 Orang Meninggal Dunia
Banjir Bogor dan Jakarta:...
Banjir Bogor dan Jakarta: Alarm Keras Transformasi Tata Kota Berbasis Air
Rumah Katon Bagaskara...
Rumah Katon Bagaskara Terendam Banjir, Desak Pramono Anung Bertindak
Meksiko Akan Tenggelam...
Meksiko Akan Tenggelam Lebih Cepat Dibanding Negara Lain di Dunia
Banjir Landa Kampung...
Banjir Landa Kampung Jati Jakarta Timur di Hari Kedua Lebaran
Rekomendasi
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Kylian Mbappe Cetak...
Kylian Mbappe Cetak 2 Rekor Bersejarah di Piala Dunia 2026
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved