Disdik Maros Bedah Buku Meretas Jalan Menjadi Guru Inspirasi
Rabu, 24 November 2021 - 18:58 WIB
loading...
Suasana bedah buku Meretas Jalan Menjadi Guru Inspirasi yang dihadiri Bupati Maros, AS Chaidir Syam. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Maros menggelar bedah buku di ballroom Grandtown Hotel Mandai, Kecamatan Mandai Kabupaten Maros, Rabu (24/11).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Hari Guru Nasional. Buku yang dibedah berjudul Meretas Jalan Menjadi Guru Inspirasi. Buku ini ditulis Bachtiar Adnan Kusuma.
Baca juga:Minim Fasilitas Jamban, Maros Gagal Raih Predikat Kabupaten Sehat
Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Maros , HS Chaidir Syam anggota DPRD Sulsel, A Irfan AB, Kadis Pendidikan Sulsel, H Basri, Bachtiar Adnan Kusuma dan para pustakawan serta kalangan guru.
Dalam sambutannya, Chaidir Syam, mengatakan literasi di Kabupaten Maros harus terus ditingkatkan, sehingga tidak salah jika pihak Perpustakaan Sulsel menempatkan acaranya di Maros.
Selain itu menurut Chaidir , di Maros terdapat penemuan-penemuan purbakala seperti lukisan gua yang menunjukkan jika literasi di Maros sudah ada sejak lama.
"Kabupaten Maros sebagai salah satu daerah budaya leluhur yang memiliki lukisan gua tertua di dunia. Dengan adanya jejak purbakala ini menandakan, literasi di Maros sudah ada sejak lama. Hanya saja belum dalam bentuk tulisan latin seperti yang digunakan saat ini," terangnya.
Baca juga:Kemenparekraf Minta Pelaku UMKM Kreatif Branding Produk
Untuk saat ini ujar Chadir, tantangan berat dari guru di masa pandemi, adalah berinovasi. Pasalnya, proses pembelajaran yang umum dilakukan dengan tatap muka, harus dilakukan secara virtual.
Chaidir menuturkan, tak dipungkiri, banyak laporan jika pembelajaran secar virtual menurunkan kualitas belajar sehingga guru harus bekerja lebih ekstra mencari metode yang baik dalam memaksimalkan pendidikan anak.
"Guru dituntut untuk memberikan pelajaran secara virtual yang mampu diserap oleh anak didik. Dan ini tentu tidaklah mudah. Makanya melalui peringatan hari guru ini, kami meminta kepada seluruh guru untuk lebih berinovasi dan terus belajar mengembangkan kemampuan mengajar mereka. Guru harus belajar banyak hal," ujarnya.
Baca juga:17 Desa di Kabupaten Maros Gelar Pilkades Tahun Depan
Chaidir juga berharap, guru harus memberi contoh terbaik dan inspiratif serta profesional sehingga menciptakan kualitas terbaik pada anak didiknya.
Sementara itu, anggota DPRD Sulsel , Irfan AB mengatakan, sesuai judul buku yang dibedah, dia berharap guru bisa menjadi inspirasi bagi siswa dan siswi di sekolah. Karena jangan sampai siswa-siswi mencari ispirasinya selain guru, terlebih di jaman sekarang siswa dan siswi bisa mencari inspirasi di media sosial dan internet.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Hari Guru Nasional. Buku yang dibedah berjudul Meretas Jalan Menjadi Guru Inspirasi. Buku ini ditulis Bachtiar Adnan Kusuma.
Baca juga:Minim Fasilitas Jamban, Maros Gagal Raih Predikat Kabupaten Sehat
Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Maros , HS Chaidir Syam anggota DPRD Sulsel, A Irfan AB, Kadis Pendidikan Sulsel, H Basri, Bachtiar Adnan Kusuma dan para pustakawan serta kalangan guru.
Dalam sambutannya, Chaidir Syam, mengatakan literasi di Kabupaten Maros harus terus ditingkatkan, sehingga tidak salah jika pihak Perpustakaan Sulsel menempatkan acaranya di Maros.
Selain itu menurut Chaidir , di Maros terdapat penemuan-penemuan purbakala seperti lukisan gua yang menunjukkan jika literasi di Maros sudah ada sejak lama.
"Kabupaten Maros sebagai salah satu daerah budaya leluhur yang memiliki lukisan gua tertua di dunia. Dengan adanya jejak purbakala ini menandakan, literasi di Maros sudah ada sejak lama. Hanya saja belum dalam bentuk tulisan latin seperti yang digunakan saat ini," terangnya.
Baca juga:Kemenparekraf Minta Pelaku UMKM Kreatif Branding Produk
Untuk saat ini ujar Chadir, tantangan berat dari guru di masa pandemi, adalah berinovasi. Pasalnya, proses pembelajaran yang umum dilakukan dengan tatap muka, harus dilakukan secara virtual.
Chaidir menuturkan, tak dipungkiri, banyak laporan jika pembelajaran secar virtual menurunkan kualitas belajar sehingga guru harus bekerja lebih ekstra mencari metode yang baik dalam memaksimalkan pendidikan anak.
"Guru dituntut untuk memberikan pelajaran secara virtual yang mampu diserap oleh anak didik. Dan ini tentu tidaklah mudah. Makanya melalui peringatan hari guru ini, kami meminta kepada seluruh guru untuk lebih berinovasi dan terus belajar mengembangkan kemampuan mengajar mereka. Guru harus belajar banyak hal," ujarnya.
Baca juga:17 Desa di Kabupaten Maros Gelar Pilkades Tahun Depan
Chaidir juga berharap, guru harus memberi contoh terbaik dan inspiratif serta profesional sehingga menciptakan kualitas terbaik pada anak didiknya.
Sementara itu, anggota DPRD Sulsel , Irfan AB mengatakan, sesuai judul buku yang dibedah, dia berharap guru bisa menjadi inspirasi bagi siswa dan siswi di sekolah. Karena jangan sampai siswa-siswi mencari ispirasinya selain guru, terlebih di jaman sekarang siswa dan siswi bisa mencari inspirasi di media sosial dan internet.
(luq)
Lihat Juga :