Klaster Sekolah, Satgas Covid: Kerumunan Penjemput Anak Sekolah Perlu Dievaluasi
Senin, 22 November 2021 - 14:53 WIB
loading...
A
A
A
”Tentunya ini ikhtiar kita dari Pemkot Depok, kami coba menyampaikan ini kepada seluruh warga. Mohon izin dan mohon maaf demi keselamatan kita bersama, Pak Wali Kota sudah mengambil langkah tentang penerapan prokes bagi sekolah, siswa dan orang tua,” ungkapnya.
Dengan adanya klaster PTMT maka proses skrining di sekolah akan lebih diperketat. Pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap sekolah-sekolah. Saat ini seluruh sekolah diberi waktu untuk melakukan pengecekan kembali terhadap protokol kesehatan 5M.
Kemudian pihaknya juga melakukan swab antigen secara acak terhadap seluruh siswa. Untuk saat ini diberikan waktu 10 hari untuk mengecek kembali terhadap prokes PTMT.”Kami juga melanjutkan swab antigen acak terhadap seluruh siswa. Kementerian kesehatan juga akan membantu swab antigen secara keliling,” paparnya.
Dadang menuturkan, siswa yang terpapar di klaster PTMT ini mulanya berasal dari klaster keluarga. Kemudian siswa berangkat ke sekolah dan mereka termasuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG). Dikatakan dia bahwa prokes 5M di sekolah sudah sangat ketat.
Hanya saja memang ada hal yang perlu dievaluasi yaitu kerumunan ketika antar jemput. “Setelah di swab PCR yang bersangkutan positif dan mereka paling banyak menularkan pada kontak erat di kelasnya dan menyebar ke kelas yang lain,” tegasnya.
Dengan adanya klaster PTMT maka proses skrining di sekolah akan lebih diperketat. Pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap sekolah-sekolah. Saat ini seluruh sekolah diberi waktu untuk melakukan pengecekan kembali terhadap protokol kesehatan 5M.
Kemudian pihaknya juga melakukan swab antigen secara acak terhadap seluruh siswa. Untuk saat ini diberikan waktu 10 hari untuk mengecek kembali terhadap prokes PTMT.”Kami juga melanjutkan swab antigen acak terhadap seluruh siswa. Kementerian kesehatan juga akan membantu swab antigen secara keliling,” paparnya.
Dadang menuturkan, siswa yang terpapar di klaster PTMT ini mulanya berasal dari klaster keluarga. Kemudian siswa berangkat ke sekolah dan mereka termasuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG). Dikatakan dia bahwa prokes 5M di sekolah sudah sangat ketat.
Hanya saja memang ada hal yang perlu dievaluasi yaitu kerumunan ketika antar jemput. “Setelah di swab PCR yang bersangkutan positif dan mereka paling banyak menularkan pada kontak erat di kelasnya dan menyebar ke kelas yang lain,” tegasnya.
(ams)
Lihat Juga :