Mogok Massal, Buruh di Bandung Barat Sweeping ke Sejumlah Perusahaan

Senin, 22 November 2021 - 14:57 WIB
loading...
Mogok Massal, Buruh...
Buruh dari berbagai serikat pekerja di KBB saat melakukan aksi unjuk rasa mogok massal dan sweeping ke sejumlah perusahaan untuk mengajak buruh lain ikut berunjuk rasa, Senin (22/11/2021). Foto/MPI/Adi Haryanto
A A A
BANDUNG BARAT - Buruh dari berbagai serikat-pekerja di Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan sweeping ke setiap perusahaan dan memblokade jalan saat melakukan aksi unjuk rasa mogok massal, Senin (22/11/2021).

Sweeping dilakukan untuk mengajak buruh lain agar melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan UMK yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang dianggap merugikan kaum buruh.

Berdasarkan pantauan, sejumlah buruh keluar dari perusahaan yang berada di daerah Cimareme sambil melakukan orasi. Kemudian sebagian buruh juga mendatangi setiap pabrik untuk mengajak buruh lain melakukan aksi yang sama.

baca juga: TKW Karawang di Abu Dhabi Diduga Dijual Majikan untuk Layani Seks Pria Hidung Belang

Akibat aksi tersebut Jalan Cimareme dari arah Padalarang maupun arah Kota Cimahi sempat lumpuh. Terutama saat mereka melakukan aksi memblokade jalan sambil berorasi di tengah jalan sehingga arus lalu lintas dari kedua arah terhambat.

"Ini aksi menutup jalan biar pemerintah mengerti bahwa buruh tidak tinggal diam dalam menolak kenaikan upah menggunakan PP nomor 36 ini," kata Ketua Pengurus Serikat Perusahaan (PSP) SPN KBB, Aris Rismawan, Senin (22/11/2021).

Diakuinya sebagian buruh juga ada yang melakukan aksi sweeping ke setiap perusahaan yang ada di daerah Batujajar dan Jalan Industri. Tujuannya agar mereka yang sedang bekerja supaya melakukan aksi mogok massal dan unjuk rasa bersama agar bisa lebih banyak.

Baca juga: Resmi Jadi Tersangka, Yana Supriatna Terancam Hukuman 3 Tahun Penjara

"Sekarang kita sudah sweeping dibeberapa perusahaan, untuk mengajak buruh yang masih kerja dengan cara kita gedor perusahaannya," kata dia.

Menurutnya, aksi sweeping tersebut akan dilakukan selama aksi mogok massal dilakukan hingga 25 November 2021 mendatang. Sebab para buruh dari berbagai serikat pekerja sudah sepakat melakukan aksi mogok. Pihaknya juga akan terus melakukan sweeping untuk mengeluarkan masa yang lebih banyak lagi.

"Tuntutan kami masih tetap tidak berubah, yakni meminta kenaikan upah 10% dan menolak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan," tegasnya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polda Metro Jaya Imbau...
Polda Metro Jaya Imbau Ormas Tak Sweeping Rumah Makan selama Ramadan
Dorong Mediasi, Tokoh...
Dorong Mediasi, Tokoh Pemuda Muslim Sumut Minta Tak Ada Sweeping Lapak Daging
Waketum MUI Dukung Larangan...
Waketum MUI Dukung Larangan Sweeping Rumah Makan saat Ramadan di Jakarta
Pramono Larang Ormas...
Pramono Larang Ormas Keagamaan Sweeping Warung Makan Selama Ramadan
Waduh! Hakim Mogok Massal...
Waduh! Hakim Mogok Massal Sepekan, Ratusan Sidang di PN Bale Bandung Tertunda
Upah Jauh dari Layak,...
Upah Jauh dari Layak, Buruh di Jawa Barat Tolak Tapera
Peringati May Day, Gapempi...
Peringati May Day, Gapempi Dukung Peningkatan Kesejahteraan Buruh
UU Ketenagakerjaan Berkeadilan...
UU Ketenagakerjaan Berkeadilan Harus Didukung Kebijakan Ekonomi Pro Rakyat
Wamenag Jamin Tidak...
Wamenag Jamin Tidak Ada Sweeping Tempat Makan saat Ramadan
Rekomendasi
Kasus Mobil Listrik...
Kasus Mobil Listrik Meledak Tinggi, Ahli Otomotif Angkat Bicara
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Berita Terkini
Polda Metro Jaya: 3.588...
Polda Metro Jaya: 3.588 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Demo di DPR RI
Dukung Program MBG Dilanjutkan,...
Dukung Program MBG Dilanjutkan, Akademisi: Bermanfaat bagi Anak dan Masyarakat
Polda Metro Jaya Larang...
Polda Metro Jaya Larang Massa Demo Mahasiwa Masuk Jalur VIP Presiden Jerman
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Hendak Culik Lansia di PIK Jakut
Buka Peluang Global,...
Buka Peluang Global, BRImo Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Investor
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved