Keok di PN Barru Lantas Banding, Upaya Hukum PT SBM Dinilai Tak Lazim

Minggu, 21 November 2021 - 20:19 WIB
loading...
Keok di PN Barru Lantas...
Suasana sidang putusan kasus sengketa lahan antara PT SBM dengan warga bernama Rusmanto di PN Barru pada 14 Oktober 2021 lalu. Foto: Istimewa
A A A
BARRU - Sengketa lahan di Desa Siawung, Kabupaten Barru , antara PT Semen Bosowa Maros (SBM) dengan warga bernama Rusmanto Mansyur Effendy terus berlanjut. Hal itu setelah pihak perseroan selaku penggugat mengajukan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Barru yang menyatakan tidak menerima gugatan PT SBM.

Kuasa hukum Rusmanto, Burhan Kamma Marausa, menyampaikan pihaknya telah menerima memori banding yang diajukan PT SBM ke Pengadilan Tinggi Makassar. Upaya hukum itu dilakukan menjelang akhir batas pengajuan banding. Pihaknya menghargai upaya hukum lanjutan tersebut, meski menilai hal itu tidak lazim dan keliru.

Baca Juga: Gugatan Cacat Formil, PT SBM Keok di Pengadilan Negeri Barru

Burhan menjabarkan putusan majelis hakim PN Barru pada 14 Oktober 2021 jelas menyatakan gugatan PT SBM tidak dapat diterima atau dalam istilah hukum Niet Ontvankelijke Verklaard alias NO. Keoknya gugatan awal dengan pertimbangan cacat formil seharusnya direspons dengan mengajukan gugatan baru, bukan banding .

"Putusan PN Barru itu menyatakan (gugatan) tidak dapat diterima. Artinya ada persoalan formil yang tidak dilengkapi sehingga dinyatakan NO. Lazimnya harusnya gugat ulang atas perkara yang diajukan," kata Burhan, Minggu (21/11).

Dari sisi hukum, ia berpendapat upaya hukum tersebur tidak lazim dan aneh. Logikanya, bila majelis hakim menyatakan gugatan tidak diterima karena cacat formil, maka seharusnya diperbaiki untuk menggugat ulang. Toh, jika diajukan banding , maka majelis hakim dinilainya tidak bisa menelitinya karena belum masuk pokok perkara dan gugatan itu serupa dengan yang diajukan di PN Barru.

Lebih jauh, Burhan menegaskan atas pengajuan banding PT SBM, pihaknya yakin tidak akan diterima oleh majelis hakim Pengadilan Tinggi Makassar. Ia memprediksi majelis hakim Pengadilan Tinggi Makassar bakal memperkuat putusan di tingkat pertama.

"Ya lazimnya harusnya gugatan itu diulang. Jadi, kalau banding, prediksi kami ya majelis hakim akan menguatkan putusan PN Barru . Harapan kami seperti itu, apalagi ini kan memang belum masuk pokok perkara," paparnya.

Sekadar diketahui, majelis hakim PN Barru yang diketuai oleh Hengky Kurniawan pada sidang putusan sengketa lahan di Siawung menyatakan bahwa gugatan PT SBM tidak dapat diterima. Gugatan itu dianggap cacat formil karena kurang pihak. Penggugat juga dianggap tidak cermat sehingga gugatan tersebut menjadi tidak jelas alias kabur.

Baca Juga: PT Semen Bosowa Optimistis Menangkan Sengketa Lahan di Siawung

Sementara itu, Kepala Divisi Hukum PT Semen Bosowa Maros, Muhammad Rusli, sebelumnya mengaku turut menghargai putusan majelis hakim. Namun, pihaknya belum bisa mengambil keputusan soal upaya hukum lanjutan. Kala itu, pihaknya menyebut masih harus mengkaji putusan majelis hakim, apakah menempuh banding atau menggugat ulang.

Adapun sengketa lahan di Siawung itu terbilang sangat kompleks. Lahan tersebut sebelumnya juga sempat bersengketa antara A Norma dan Sitti Aminah. Adapun dalam sidang antara PT SBM dan Rusmanto, pihak perusahaan mengajukan gugatan kepada sejumlah pihak. Selain Rusmanto sebagai pemilik sertifikat lahan, perseroan juga menggugat BNI dan BPN serta penjual lahan yakni A Norma.
(tri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Polda Metro Jaya Perpanjang...
Polda Metro Jaya Perpanjang Penahanan Richard Lee hingga 3 Juni
Kementerian ATR/BPN...
Kementerian ATR/BPN Diminta Tuntaskan Sengketa Lahan Transmigrasi di Desa Gambut Jaya Muaro Jambi
PDIP Desak Kementerian...
PDIP Desak Kementerian ATR/BPN Tuntaskan Sengketa Lahan di Serdang Bedagai
Penembakan Pengacara...
Penembakan Pengacara di Tanah Abang Dipicu Sengketa Lahan
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Roy Suryo Tegaskan Jokowi...
Roy Suryo Tegaskan Jokowi Harus Hadir di Pengadilan: Nggak Boleh Mengakali dengan Zoom
Kejagung Sebut Kasus...
Kejagung Sebut Kasus Pencurian Sandal Jepit Tak Harus ke Pengadilan, Bisa Diselesaikan lewat RJ
Rekomendasi
Pinkan Mambo dan Arya...
Pinkan Mambo dan Arya Khan Bikin Geger dengan Resepsi Pernikahan Super Mewah di Mal
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Di Tengah Salat, Arah...
Di Tengah Salat, Arah Kiblat Berubah! Begini Sejarah Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam
Berita Terkini
Polisi Amankan Sopir...
Polisi Amankan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi
Kronologi Kecelakaan...
Kronologi Kecelakaan Maut Truk Rem Blong di Bekasi Timur, 1 Orang Tewas dan 5 Luka
Kecelakaan Maut Truk...
Kecelakaan Maut Truk Tabrak Sejumlah Motor di Bekasi, Polisi Periksa Saksi dan CCTV
Truk Tabrak Motor di...
Truk Tabrak Motor di Bekasi Timur: 1 Orang Tewas, 5 Luka-luka
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved