Wisuda Ke-15, Rektor IAIN Salatiga Minta Wisudawan Optimalkan Ilmu dan Kinerja
Sabtu, 20 November 2021 - 15:08 WIB
loading...
Rektor Institut Agama Islam Negeri Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy saat memberikan sambutan wisuda Ke-15, Sabtu (20/11/2021). Foto/Ist
A
A
A
SALATIGA - Rektor Institut Agama Islam Negeri Salatiga, Prof Dr Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag. meminta para wisudawan untuk mengoptimalkan ilmu yang didapat agar kinerja semakin prima. Pesan tersebut disampaikan pada Sidang Senat Terbuka dalam rangka wisuda ke-15 IAIN Salatiga yang dilaksanakan dengan metode blended event, Sabtu (20/11/2021).
Metode tersebut memungkinkan sebagian wisudawan hadir secara langsung dalam prosesi wisuda yang dilaksanakan di gedung Auditorium dan Student Center, Kampus III IAIN Salatiga. Kegiatan itu dihadiri oleh 27 wisudawan berprestasi akademik dan 39 wisudawan berprestasi non-akademik dari masing-masing fakultas serta 40 orang tamu undangan yang terdiri dari kepala program studi, kepala bagian, dan kepala UPT di lingkungan IAIN Salatiga.
"Alhamdulillah kali ini kita dapat melaksanakan prosesi wisuda dengan lancar walaupun belum seutuhnya luring. Semoga dengan menurunnya level PPKM, kita bisa menggelar wisuda luring pada periode wisuda mendatang," ujar Rektor IAIN Salatiga. Baca juga: Tangis Yanto Pecah di Atas Pohon, Kenakan Toga Ikut Wisuda Daring di Tengah Sulitnya Internet
Pada kesempatan tersebut, Prof Zakiyuddin Baidhawy meminta para peserta wisuda untuk lebih legowo dalam menghadapi pandemi, "Ingatlah apa yang difirmankan oleh Allah SWT, bahwasanya ada kemudahan dalam setiap kesulitan. Masa pandemi yang susah kita lewati ini sejatinya membawa dampak positif. Dengan adanya keterbatasan yang ada selama pandemi, kita dituntut untuk memunculkan berbagai inovasi. Inovasi tersebutlah yang mendorong kita untuk maju," ujarnya.
Menurut Prof Zakiyuddin selama pandemi, banyak inovasi yang diciptakan oleh sivitas akademika IAIN Salatiga seperti Konsultasi Fiqh oleh Mahasiswa, Pojok Pajak, Lembaga Bantuan Hukum Islam, TaryaEdu, dan inovasi lainnya yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat umum, "Inovasi inilah yang dapat mendorong dan membantu IAIN Salatiga untuk menaikkan predikat satuan kerja Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani," ucapnya.
Selain itu, Rektor IAIN Salatiga juga menyampaikan progress alih status IAIN Salatiga menjadi universitas. "Proposal alih status kita sudah sampai di Kemenpan-RB. Semoga proses selanjutnya dapat dilewati dengan lancar. Selain itu, IAIN Salatiga juga sedang berproses menjadi satuan kerja Badan Layanan Umum/BLU. Dengan berubahnya IAIN Salatiga menjadi BLU diharapkan dapat meningkatkan pelayanan publik," tambahnya.
"Di masa yang akan datang, jika IAIN Salatiga sudah beralih bentuk menjadi universitas dan satker BLU berpredikat WBBM, saya harap kinerjanya akan semakin meningkat dan optimal," urai Prof. Zakiyuddin. Baca juga: Wisudawan di UMI Diberi Opsi Hadir Langsung atau Lewat Daring
Metode tersebut memungkinkan sebagian wisudawan hadir secara langsung dalam prosesi wisuda yang dilaksanakan di gedung Auditorium dan Student Center, Kampus III IAIN Salatiga. Kegiatan itu dihadiri oleh 27 wisudawan berprestasi akademik dan 39 wisudawan berprestasi non-akademik dari masing-masing fakultas serta 40 orang tamu undangan yang terdiri dari kepala program studi, kepala bagian, dan kepala UPT di lingkungan IAIN Salatiga.
"Alhamdulillah kali ini kita dapat melaksanakan prosesi wisuda dengan lancar walaupun belum seutuhnya luring. Semoga dengan menurunnya level PPKM, kita bisa menggelar wisuda luring pada periode wisuda mendatang," ujar Rektor IAIN Salatiga. Baca juga: Tangis Yanto Pecah di Atas Pohon, Kenakan Toga Ikut Wisuda Daring di Tengah Sulitnya Internet
Pada kesempatan tersebut, Prof Zakiyuddin Baidhawy meminta para peserta wisuda untuk lebih legowo dalam menghadapi pandemi, "Ingatlah apa yang difirmankan oleh Allah SWT, bahwasanya ada kemudahan dalam setiap kesulitan. Masa pandemi yang susah kita lewati ini sejatinya membawa dampak positif. Dengan adanya keterbatasan yang ada selama pandemi, kita dituntut untuk memunculkan berbagai inovasi. Inovasi tersebutlah yang mendorong kita untuk maju," ujarnya.
Menurut Prof Zakiyuddin selama pandemi, banyak inovasi yang diciptakan oleh sivitas akademika IAIN Salatiga seperti Konsultasi Fiqh oleh Mahasiswa, Pojok Pajak, Lembaga Bantuan Hukum Islam, TaryaEdu, dan inovasi lainnya yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat umum, "Inovasi inilah yang dapat mendorong dan membantu IAIN Salatiga untuk menaikkan predikat satuan kerja Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani," ucapnya.
Selain itu, Rektor IAIN Salatiga juga menyampaikan progress alih status IAIN Salatiga menjadi universitas. "Proposal alih status kita sudah sampai di Kemenpan-RB. Semoga proses selanjutnya dapat dilewati dengan lancar. Selain itu, IAIN Salatiga juga sedang berproses menjadi satuan kerja Badan Layanan Umum/BLU. Dengan berubahnya IAIN Salatiga menjadi BLU diharapkan dapat meningkatkan pelayanan publik," tambahnya.
"Di masa yang akan datang, jika IAIN Salatiga sudah beralih bentuk menjadi universitas dan satker BLU berpredikat WBBM, saya harap kinerjanya akan semakin meningkat dan optimal," urai Prof. Zakiyuddin. Baca juga: Wisudawan di UMI Diberi Opsi Hadir Langsung atau Lewat Daring
Lihat Juga :