Meski Pandemi COVID-19, Mafia PPDB Tetap Harus Diwaspadai

Sabtu, 06 Juni 2020 - 09:05 WIB
loading...
Meski Pandemi COVID-19,...
Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel diminta tetap mewaspadai adanya mafia pada proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA/SMK/SLB tahun 2020. Foto : SINDOnews/Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel diminta tetap mewaspadai adanya mafia pada proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA/SMK/SLB tahun 2020. Bercermin dari tahun sebelumnya, banyak laporan dan keluhan terkait keberadaan mafia yang meresahkan tersebut.

"Jangan lagi ada mafia. Kalau mafia mungkin sudah tidak ada, mafia itu sudah bekerja setahun lalu. Saya juga sudah mengantongi nama-nama akun di sekolah favorit yang memperjualbelikan KK di sekitar sekolah favorit," tukas Kepala Ombudsman RI perwakilan Sulsel, Subhan Djoer saat telekonferensi terkait pembahasan PPDB bersama disdik, kemarin.

Baca : Belajar dari Rumah Bakal Diperpanjang Hingga 19 Juni

Menurut dia, modus oknum tak bertanggung jawab ini memanfaatkan jalur zonasi. Dengan menerima titipan calon siswa mendaftar di sekolah favorit, padahal domisilinya jauh dari sekolah tempatnya mendaftar.

Subhan tak menampik, pada PPDB sebelumnya ada oknum tak bertanggung jawab yang mencoba mengatur sistem zonasi. Dimana menerima titipan siswa

"Jadi orang-orang itu setiap tahun memasukkan orang-orang dari luar dan itu akan merugikan penduduk asli di sekitar sekolah," paparnya. Makanya dia berharap disdik bisa mengawasi ini agar tidak terjadi di PPDB tahun ini.

"Kedepan ini bisa kita antisipasi karena akan timbul protes dari orang tua. Kenapa? Kami bertempat tinggal disana (dekat sekolah) tidak lulus, sementara dari luar masuk menggunakan KK orang lain. Karena ini sudah tercium semua, bahwa ada perpindahan dalam kota untuk mendekati sekolah-sekolah favorit," tegasnya.

Subhan juga mewanti-wanti adanya surat keterangan hasil ujian (SKHU) siswa yang menjadi objek bisnis oknum pihak sekolah. Dimana SKHU itu biasanya menjadi syarat yang dibutuhkan untuk mendaftar saat PPDB.

"Macam-macam caranya. Seolah-olah untuk mendapatkan SKHU itu harus membeli kalender dulu, majalah, beli buku di perputakaan, yang harganya bisa sangat mahal. Ini tidak boleh lagi dilalukan," kata dia.

Ombudsman RI Perwakilan Sulsel juga bakal membentuk tim pengawas PPDB. Lanjut Subhan, tim adalah akan mitra antar semua sekolah, yang membantu menyelesaiakan semua persoalan yang ada.

"Kita juga berharap ada kemungkinan sekolah membuka posko. Yang memungkinkan calon siswa datang di sekolah dan dibantu untuk didaftarkan. Khususnya kan masyarakat pedalaman misalnya tidak bisa mengakses internet," pinta Subhan.

Sementara Plt Kepala Disdik Sulsel, Basri mengaku, seluruh tahapan PPDB tahun ini direncanakan akan digelar full online. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19 di Sulsel.

Baca Juga : Dinas Pendidikan Siapkan Skenario Belajar di Sekolah

Dia mengaku, pihaknya telah membentuk tim layanan aduan PPDB atau helpdesk. Untuk mempermudah koordinasi dan bisa membantu segala keluhan orang tua atau anak didiknya dalam proses pendaftaran nanti.

"Saya sudah menekankan setiap UPT, atau sekolah baik SMA/SMK/SLB itu sudah harus mencantumkan nomor handphone mobile setiap 24 jam. Ini satgas khusus yang menangani pengaduan di masyarakat apabila ada gangguan," tukas Basri.
(sri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penerimaan Siswa SDN-SMPN...
Penerimaan Siswa SDN-SMPN di Tangsel Pakai Sistem Online
Server PPDB 2024 Down,...
Server PPDB 2024 Down, Ini Penjelasan Lengkap Disdik Jabar
Server PPDB Jabar Down...
Server PPDB Jabar Down di Hari Pertama, Orang Tua Murid Protes
Kisruh PPDB 2023, Kadisdik...
Kisruh PPDB 2023, Kadisdik Jabar: 4.791 Siswa Tercatat Curang
Fakta Baru Terungkap!...
Fakta Baru Terungkap! Calon Siswa Bawa Surat PPDB Bodong Ternyata Bayar Rp1,5 Juta
Ombudsman Jabar Terima...
Ombudsman Jabar Terima 21 Aduan PPDB, Mayoritas dari Bandung
PPDB Temui Banyak Masalah,...
PPDB Temui Banyak Masalah, Ombudsman Kantongi 700 Aduan
Ketentuan Seleksi Siswa...
Ketentuan Seleksi Siswa yang Akan Diterima di PPDB Jateng 2024, Orang Tua Simak Ya
Sulitkan Anak Bersekolah,...
Sulitkan Anak Bersekolah, Warga Jakarta Keluhkan Sistem Online PPDB 2024
Rekomendasi
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Soal Jet Pribadi saat...
Soal Jet Pribadi saat Kunker, Menteri PU: Itu Pesawat Negara, Dioperasikan Kemenhub
Berita Terkini
Sambangi MI Raudhatul...
Sambangi MI Raudhatul Azhar, KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
Plt Bupati Bekasi Bakal...
Plt Bupati Bekasi Bakal Evaluasi Kinerja Dirum Perumda Tirta Bhagasasi
Hadir di IFBC Yogyakarta...
Hadir di IFBC Yogyakarta 2026, Booth Bingxue Dipadati Calon Mitra
Penyelundupan 3 Ton...
Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Terbongkar, Kemenhut Buru Jaringan Internasional
KDM Buka Lowongan Kerja,...
KDM Buka Lowongan Kerja, Buru Begal Komisi Rp50 Juta
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved