Suaib Mansur Hadiri Konferensi VI FKUB di Minahasa Utara
Jum'at, 19 November 2021 - 21:03 WIB
loading...
Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur (tengah) saat mengikuti rangkaian kegiatan Konferensi VI FKUB di Minahasa Utara. Foto: Humas Pemkab Luwu Utara
A
A
A
MINAHASA - Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur , menghadiri rangkaian kegiatan Konferensi VI Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Pekan Kerukunan Internasional, pada Rabu 17 November lalu di Hotel Sultan Raja, Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara.
Suaib Mansur mengikuti kegiatan Pencanangan Minahasa Utara sebagai Bumi Revolusi Mental, serta Sarasehan Nasional “Merajut Kerukunan dan Merawat Toleransi” di Hotel Sultan Raja, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara.
Baca juga:Kepala Perwakilan BPK Bali Kenakan Batik Rongkong di Peresmian IATF
Konferensi FKUB dan Pekan Kerukunan Internasional ini sendiri baru dibuka pada Jumat (19/11/2021) oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Dua kegiatan skala nasional ini dijadwalkan berlangsung 6 hari dan diikuti kurang lebih seribu peserta dari seluruh Indonesia.
Kegiatan ini membahas tentang beberapa agenda terkait toleransi antarumat agama. Ikut mendampingi Wabup Suaib Mansur, Kepala Kesbangpol, Enyon. Pada kesempatan itu, Suaib mengapresiasi Konferensi VI FKUB se-Indonesia dan Pekan Kerukunan Internasional ini.
Suaib mengatakan, kerukunan dan toleransi antarumat beragama sangat penting bagi suatu daerah. “Kerukunan yang dibangun akan berjalan dengan baik. Ini menjadi salah satu faktor pembangunan bisa berjalan dengan baik pula,” kata Suaib di sela-sela kegiatan.
Baca juga:PPKM di Kabupaten Luwu Utara Turun ke Level Dua
Kata Suaib, jika kerukunan umat beragama berjalan baik, tentu stabilitas keamanan juga akan baik. “Ini menjadi modal bagi kita,” sebut Suaib.
Ia mengatakan, Luwu Utara adalah gambaran Indonesia mini, di mana hampir semua suku dan agama ada di Luwu Utara.“Kerukunan perlu dipertahankan dan terus dibangun, sehingga tercipta kedamaian di Indonesia, khususnya di Kabupaten Luwu Utara,” imbuh dia.
Baca juga:Tim Relawan PSC 119 Akan Dibentuk di Tiap Perangkat Daerah Luwu Utara
Untuk itu, ia meminta toleransi antarumat beragama yang sudah berjalan baik ini hendaknya selalu dijaga. “Semoga konferensi ini menghasilkan sesuatu yang luar biasa dalam menciptakan kerukunan antarumat beragama di Indonesia,” tandasnya.
Untuk diketahui, pada kegiatan ini dilakukan penandatanganan prasasti Kota Tomohon sebagai Kota Toleransi se-Indonesia.
Suaib Mansur mengikuti kegiatan Pencanangan Minahasa Utara sebagai Bumi Revolusi Mental, serta Sarasehan Nasional “Merajut Kerukunan dan Merawat Toleransi” di Hotel Sultan Raja, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara.
Baca juga:Kepala Perwakilan BPK Bali Kenakan Batik Rongkong di Peresmian IATF
Konferensi FKUB dan Pekan Kerukunan Internasional ini sendiri baru dibuka pada Jumat (19/11/2021) oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Dua kegiatan skala nasional ini dijadwalkan berlangsung 6 hari dan diikuti kurang lebih seribu peserta dari seluruh Indonesia.
Kegiatan ini membahas tentang beberapa agenda terkait toleransi antarumat agama. Ikut mendampingi Wabup Suaib Mansur, Kepala Kesbangpol, Enyon. Pada kesempatan itu, Suaib mengapresiasi Konferensi VI FKUB se-Indonesia dan Pekan Kerukunan Internasional ini.
Suaib mengatakan, kerukunan dan toleransi antarumat beragama sangat penting bagi suatu daerah. “Kerukunan yang dibangun akan berjalan dengan baik. Ini menjadi salah satu faktor pembangunan bisa berjalan dengan baik pula,” kata Suaib di sela-sela kegiatan.
Baca juga:PPKM di Kabupaten Luwu Utara Turun ke Level Dua
Kata Suaib, jika kerukunan umat beragama berjalan baik, tentu stabilitas keamanan juga akan baik. “Ini menjadi modal bagi kita,” sebut Suaib.
Ia mengatakan, Luwu Utara adalah gambaran Indonesia mini, di mana hampir semua suku dan agama ada di Luwu Utara.“Kerukunan perlu dipertahankan dan terus dibangun, sehingga tercipta kedamaian di Indonesia, khususnya di Kabupaten Luwu Utara,” imbuh dia.
Baca juga:Tim Relawan PSC 119 Akan Dibentuk di Tiap Perangkat Daerah Luwu Utara
Untuk itu, ia meminta toleransi antarumat beragama yang sudah berjalan baik ini hendaknya selalu dijaga. “Semoga konferensi ini menghasilkan sesuatu yang luar biasa dalam menciptakan kerukunan antarumat beragama di Indonesia,” tandasnya.
Untuk diketahui, pada kegiatan ini dilakukan penandatanganan prasasti Kota Tomohon sebagai Kota Toleransi se-Indonesia.
(luq)
Lihat Juga :