Penampakan Candi Songgoriti Abad 9 Masehi, Konstruksinya Diduga Telah Diubah Belanda
Kamis, 18 November 2021 - 10:58 WIB
loading...
A
A
A
Namun ia menyayangkan salah satu candi tertua di Jawa Timur ini berubah konstruksi dari aslinya, diduga setelah adanya pemugaran di zaman Belanda di tahun 1921.
Baca juga: Kehebatan Mpu Nala Panglima Angkatan Laut Majapahit Penguasa Lautan yang Gentarkan Kekaisaran Mongol
Oleh karena itu, BPCB melakukan ekskavasi atau penggalian kedua kalinya, setelah ekskavasi pertama di tahun 2014 lalu untuk mengetahui bentuk asli Candi Songgoriti dan ruang lingkungannya.
“Kita mau melihat lingkungannya seperti apa, kan candi ini berada di atas batur, nah batur yang ada di bangun di masa Belanda kita mau lihat bentuk yang sebenarnya,” kata Andi kembali.
Pihaknya pun menemukan beberapa pipa-pipa air yang mengalirkan air panas dari sumber panas yang tak jauh dari lokasi Candi Songgiriti. Pipa-pipa ini yang disinyalir mengubah konstruksi area candi yang diperkirakan masih luas.
“Jelas kita mengetahui bahwa bukti pemugaran dilakukan oleh Belanda, dari struktur dari pondasinya di bawah itu, sudah ada batu-batu yang digunakan ditambahkan, dikasih penanda batu baru, itu sudah ads temuan lain bahwa di bagian yang kita injak ini banyak tandon air dan pipa-pipa berseliweran begitu,” paparnya.
Ia memastikan bila jaringan pipa air panas yang ada di sekitar Candi Songgoriti merupakan bagian dari pemugaran di tahun 1921 oleh pemerintah Belanda. Apalagi tak jauh dari lokasi candi dahulunya berdiri sebuah rumah sakit Belanda.
“Mungkin (dibangun tahun 1921), bisa juga setelahnya, kan ini banyak eksploitasi diambil airnya, banyak sekali kita temukan tandon-tandon di bawah sana, itu juga struktur drainase itu nggak asli (bawaan candi), itu ada foto lama ada rumah sakit Belanda, mungkin itu bagian-bagiannya,” terangnya.
Baca juga: Kehebatan Mpu Nala Panglima Angkatan Laut Majapahit Penguasa Lautan yang Gentarkan Kekaisaran Mongol
Oleh karena itu, BPCB melakukan ekskavasi atau penggalian kedua kalinya, setelah ekskavasi pertama di tahun 2014 lalu untuk mengetahui bentuk asli Candi Songgoriti dan ruang lingkungannya.
“Kita mau melihat lingkungannya seperti apa, kan candi ini berada di atas batur, nah batur yang ada di bangun di masa Belanda kita mau lihat bentuk yang sebenarnya,” kata Andi kembali.
Pihaknya pun menemukan beberapa pipa-pipa air yang mengalirkan air panas dari sumber panas yang tak jauh dari lokasi Candi Songgiriti. Pipa-pipa ini yang disinyalir mengubah konstruksi area candi yang diperkirakan masih luas.
“Jelas kita mengetahui bahwa bukti pemugaran dilakukan oleh Belanda, dari struktur dari pondasinya di bawah itu, sudah ada batu-batu yang digunakan ditambahkan, dikasih penanda batu baru, itu sudah ads temuan lain bahwa di bagian yang kita injak ini banyak tandon air dan pipa-pipa berseliweran begitu,” paparnya.
Ia memastikan bila jaringan pipa air panas yang ada di sekitar Candi Songgoriti merupakan bagian dari pemugaran di tahun 1921 oleh pemerintah Belanda. Apalagi tak jauh dari lokasi candi dahulunya berdiri sebuah rumah sakit Belanda.
“Mungkin (dibangun tahun 1921), bisa juga setelahnya, kan ini banyak eksploitasi diambil airnya, banyak sekali kita temukan tandon-tandon di bawah sana, itu juga struktur drainase itu nggak asli (bawaan candi), itu ada foto lama ada rumah sakit Belanda, mungkin itu bagian-bagiannya,” terangnya.
Lihat Juga :