Ruas Jalan Banyak Tergenang Banjir Walhi Minta Pemkot Palembang Tambah Kolam Retensi
Kamis, 18 November 2021 - 10:29 WIB
loading...
Pemkot Palembang, didesak segera menambah kolam retensi menyusul masih banyaknya titik ruas jalan yang tergenang banjir. Foto/SINDOnews/Dede Febriansyah
A
A
A
PALEMBANG - Ruas jalan di Kota Palembang, masih banyak yang tergenang banjir dengan ketinggian beragam. Genangan banjir terjadi saat hujan turun. Pemkot Palembang, didesak segera menambah kolam retensi untuk mengatasi banjir tersebut.
Baca juga: Babinsa Koramil 1016-01 Pahadut Berjibaku Selamatkan Bayi-bayi Korban Banjir
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Provinsi Sumatera Selatan, Hairul Sobri mengatakan, kolam retensi yang ada sekarang ini dinilai belum mampu menampung air ketika turun hujan lebat lebih dari satu jam. "Hujan satu jam saja, sejumlah kawasan permukiman penduduk dan jalan protokol di Palembang, langsung banjir, " ujar Sobri, Kamis (18/11/2021).
Menurutnya, setiap musim hujan, Palembang selalu mengalami masalah klasik yakni banjir. Untuk itu selain menambah kolam retensi untuk menampung luapan air hujan, diperlukan juga perbaikan saluran air dan normalisasi sungai.
Baca juga: Joget Pamer Uang Tanpa Prokes, Aksi 2 Pegawai Dishub Medan Viral di Medsos
"Penyimpangan tata ruang yang disebabkan penimbunan rawa secara leluasa untuk kepentingan pembangunan hotel, mal, ruko, perumahan dan pembangunan lainnya harus dihentikan, karena jika terus berlangsung bisa menimbulkan bencana ekologi yang lebih parah," jelasnya.
Baca juga: Babinsa Koramil 1016-01 Pahadut Berjibaku Selamatkan Bayi-bayi Korban Banjir
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Provinsi Sumatera Selatan, Hairul Sobri mengatakan, kolam retensi yang ada sekarang ini dinilai belum mampu menampung air ketika turun hujan lebat lebih dari satu jam. "Hujan satu jam saja, sejumlah kawasan permukiman penduduk dan jalan protokol di Palembang, langsung banjir, " ujar Sobri, Kamis (18/11/2021).
Menurutnya, setiap musim hujan, Palembang selalu mengalami masalah klasik yakni banjir. Untuk itu selain menambah kolam retensi untuk menampung luapan air hujan, diperlukan juga perbaikan saluran air dan normalisasi sungai.
Baca juga: Joget Pamer Uang Tanpa Prokes, Aksi 2 Pegawai Dishub Medan Viral di Medsos
"Penyimpangan tata ruang yang disebabkan penimbunan rawa secara leluasa untuk kepentingan pembangunan hotel, mal, ruko, perumahan dan pembangunan lainnya harus dihentikan, karena jika terus berlangsung bisa menimbulkan bencana ekologi yang lebih parah," jelasnya.
Lihat Juga :