Bencana Tanah Bergeser, Pemkab Bogor Akan Kaji Sukamakmur Bersama Warga
Rabu, 17 November 2021 - 09:10 WIB
loading...
Pemkab Bogor bakal mengkaji pergeserah tanah di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
BOGOR - Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan memastikan penanganan para pengungsi bencana pergeserah tanah di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor berjalan maksimal. Termasuk dalam hal kebutuhan para pengungsi .
"Langkah cepatnya bagaimana menyiapkan tempat pengungsian. Tadi saya lihat di SD, kami cek makan dan logistik untuk para pengungsi dan insya Allah aman. Kami lihat juga bantuan yang sudah sisiapkan, BPBD sudah turun, bantuan baik itu tempat tidur, selimut sudah disiapkan. Dan ini tidak akan selesai sampai di sini. Dari Dinsos juga sudah menyiapkan makan dan minum untuk yang mengungsi, kami pastikan tidak akan ada kekurangan," kata Iwan saat meninjau lokasi bencana, Selasa 16November 2021. Baca juga: Tanah Longsor dan Banjir Bandang Tiap Hari Menerjang Bandung Barat
Dalam peninjauannya itu, Iwan juga ingin melihat langsung dampak pergeseran tanah di desa tersebut. Ke depan, Pemkan Bogor bakal melakukan kajian dengan melibatkan ahli untuk mengetahui apakah lokasi tersebut masih layak ditinggali atau tidak.
"Langkah menengahnya kita akan siapkan huntara (hunian sementara). Alhamdulillah dari DPKPP sudah turun dan tempatnya sudah ada. Jadi untuk huntara sudah pasti. Karena yang ngungsi juga mungkin bisa seminggu lebih, kita juga tidak mau mengganggu kegiatan belajar di SS. Jadi huntara akan dibangun untuk sekitar 200 orang," ungkap Iwan.
Nantinya, tambah Iwan, jika hasil kajian menunjukkan lokasi pergeseran tanah tidak lagi aman untuk ditinggali, Pemkab Bogor akan menyiapkan langkah untuk relokasi dengan membuat hunian tetap. Rencana ini l, sedianya akan segera dirapatkan bersama para ahli pada Rabu (17/11/2021).
"Kalau tidak aman ditinggali, kita ada alternatif membuat huntap. Alhamdulillah di sini kita ada tanah Pemda. Itu di atas yang rencananya untuk SD Gunungbatu akan dikaji juga apakah bisa dijadikan huntap. Ada sekitar 5.000 meter. Nanti bisa ditukar atau bagaimana. Besok kita akan rapat," tutupnya. Baca juga: Tanah Longsor dan Banjir Bandang Kepung Bandung Barat, Puluhan Rumah Terdampak
Informasi terhimpun hingga hari ini sedikitnya ada 57 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 198 jiwa terdampak pergeseran tanah. Kebanyakan dari mereka mengungsi di gedung SDN Gununhbatu.
"Langkah cepatnya bagaimana menyiapkan tempat pengungsian. Tadi saya lihat di SD, kami cek makan dan logistik untuk para pengungsi dan insya Allah aman. Kami lihat juga bantuan yang sudah sisiapkan, BPBD sudah turun, bantuan baik itu tempat tidur, selimut sudah disiapkan. Dan ini tidak akan selesai sampai di sini. Dari Dinsos juga sudah menyiapkan makan dan minum untuk yang mengungsi, kami pastikan tidak akan ada kekurangan," kata Iwan saat meninjau lokasi bencana, Selasa 16November 2021. Baca juga: Tanah Longsor dan Banjir Bandang Tiap Hari Menerjang Bandung Barat
Dalam peninjauannya itu, Iwan juga ingin melihat langsung dampak pergeseran tanah di desa tersebut. Ke depan, Pemkan Bogor bakal melakukan kajian dengan melibatkan ahli untuk mengetahui apakah lokasi tersebut masih layak ditinggali atau tidak.
"Langkah menengahnya kita akan siapkan huntara (hunian sementara). Alhamdulillah dari DPKPP sudah turun dan tempatnya sudah ada. Jadi untuk huntara sudah pasti. Karena yang ngungsi juga mungkin bisa seminggu lebih, kita juga tidak mau mengganggu kegiatan belajar di SS. Jadi huntara akan dibangun untuk sekitar 200 orang," ungkap Iwan.
Nantinya, tambah Iwan, jika hasil kajian menunjukkan lokasi pergeseran tanah tidak lagi aman untuk ditinggali, Pemkab Bogor akan menyiapkan langkah untuk relokasi dengan membuat hunian tetap. Rencana ini l, sedianya akan segera dirapatkan bersama para ahli pada Rabu (17/11/2021).
"Kalau tidak aman ditinggali, kita ada alternatif membuat huntap. Alhamdulillah di sini kita ada tanah Pemda. Itu di atas yang rencananya untuk SD Gunungbatu akan dikaji juga apakah bisa dijadikan huntap. Ada sekitar 5.000 meter. Nanti bisa ditukar atau bagaimana. Besok kita akan rapat," tutupnya. Baca juga: Tanah Longsor dan Banjir Bandang Kepung Bandung Barat, Puluhan Rumah Terdampak
Informasi terhimpun hingga hari ini sedikitnya ada 57 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 198 jiwa terdampak pergeseran tanah. Kebanyakan dari mereka mengungsi di gedung SDN Gununhbatu.
(mhd)
Lihat Juga :