Pemprov Sumsel Dorong Transaksi Non Tunai di Masa Pandemi
Selasa, 16 November 2021 - 06:34 WIB
loading...
Pemerintah Provinsi Sumsel mendorong penerapan transaksi non tunai dalam segala bentuk kegiatan transaksi keuangan yang berlangsung di tengah kondisi pandemi. Foto SINDOnews
A
A
A
PALEMBANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) mendorong penerapan transaksi non tunai dalam segala bentuk kegiatan transaksi keuangan yang berlangsung di tengah kondisi pandemi. Hal ini dilakukan untuk menekan semaksimal mungkin potensi penularan COVID-19.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan, Ahmad Rizwan mengatakan, kondisi pandemi menuntut masyarakat untuk melakukan penyesuaian dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk melakukan physical distancing (jaga jarak) untuk memutus rantai penyebaran virus. Baca juga: Hingga September 2021, Transaksi EDC BNI Tembus Rp50 Triliun
Rizwan mengatakan, transaksi keuangan pada era new normal pun perlu beradaptasi dengan cara menerapkan transaksi non tunai sebagai upaya untuk mengurangi mobilitas dan intensitas tatap muka dalam kegiatan sehari-hari.
"Pada era new normal , kita tidak bisa menghindari kegiatan transaksi di luar rumah mulai dari berbelanja hingga tagihan bulanan. Maka perlu untuk tetap menerapkan jaga jarak, salah satunya dengan melakukan transaksi non tunai," ujar Rizwan usai membuka secara resmi "Investor, Buyer and Stakeholder Intimate" Phylot Exhibition 2021 di Hotel Arista Palembang, Senin (15/11/2021).
Penerapan transaksi non tunai di Sumatera Selatan sudah mulai dilakukan dalam berbagai macam transaksi keuangan. Phylot adalah salah satu start up lokal yang menyediakan sistem pembayaran non tunai.
CEO Phylot, Edi Suarno mengaku l, pihaknya kini telah mampu menyediakan berbagai macam layanan non tunai sesuai dengan kebutuhan. "Penerapan non tunai ini bisa dilakukan untuk berbagai macam kebutuhan, misalnya untuk parkir, wahana, iklan, antrian dan advertising," ucapnya.
Salah satu penerapan transaksi non tunai yang disediakan oleh Phylot yakni pada parkir Bandara SMB II Palembang yang dikelola oleh Primer Koperasi TNI AU (Primkopau) Lanud SMH.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan, Ahmad Rizwan mengatakan, kondisi pandemi menuntut masyarakat untuk melakukan penyesuaian dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk melakukan physical distancing (jaga jarak) untuk memutus rantai penyebaran virus. Baca juga: Hingga September 2021, Transaksi EDC BNI Tembus Rp50 Triliun
Rizwan mengatakan, transaksi keuangan pada era new normal pun perlu beradaptasi dengan cara menerapkan transaksi non tunai sebagai upaya untuk mengurangi mobilitas dan intensitas tatap muka dalam kegiatan sehari-hari.
"Pada era new normal , kita tidak bisa menghindari kegiatan transaksi di luar rumah mulai dari berbelanja hingga tagihan bulanan. Maka perlu untuk tetap menerapkan jaga jarak, salah satunya dengan melakukan transaksi non tunai," ujar Rizwan usai membuka secara resmi "Investor, Buyer and Stakeholder Intimate" Phylot Exhibition 2021 di Hotel Arista Palembang, Senin (15/11/2021).
Penerapan transaksi non tunai di Sumatera Selatan sudah mulai dilakukan dalam berbagai macam transaksi keuangan. Phylot adalah salah satu start up lokal yang menyediakan sistem pembayaran non tunai.
CEO Phylot, Edi Suarno mengaku l, pihaknya kini telah mampu menyediakan berbagai macam layanan non tunai sesuai dengan kebutuhan. "Penerapan non tunai ini bisa dilakukan untuk berbagai macam kebutuhan, misalnya untuk parkir, wahana, iklan, antrian dan advertising," ucapnya.
Salah satu penerapan transaksi non tunai yang disediakan oleh Phylot yakni pada parkir Bandara SMB II Palembang yang dikelola oleh Primer Koperasi TNI AU (Primkopau) Lanud SMH.
Lihat Juga :