Begini Penampakan Sintang Sejak Terendam Banjir 21 Oktober Lalu
Senin, 15 November 2021 - 10:02 WIB
loading...
Pertokoan di Jalan Lintas Melawai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat masih terendam banjir, Minggu (14/11/2021). Foto/Antara
A
A
A
SINTANG - Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat hingga kini masih belum surut. Padahal banjir sudah terjadi sejak 21 Oktober 2021 lalu.
![Begini Penampakan Sintang Sejak Terendam Banjir 21 Oktober Lalu]()
Sejumlah bangunan masih terendam genangan banjir dengan ketinggian bervariasi. Di antaranya bangunan rumah sakit umum (RSU) Sayang Ibu di Jalan Lintas Melawai No 32 Sintang.
Baca juga: Soal Banjir Sintang, Faldo Maldini Sebut BNPB Sudah Turun Sejak Awal
Kondisi rumah sakit tersebut tak ada aktivitas lantaran terendam banjir hingga separuh pintu. Begitu juga kantor dan pertokoan di kawasan Lintas Melawai masih terendam. Semuanya tutup karena terendam banjir bandang.
Warga di Sintang terpaksa menggunakan perahu kecil untuk keluar rumah mencari bahan makanan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang menyatakan sebanyak 12 kecamatan terdampak banjir yang disebabkan meluapnya debit air Sungai Kapuas dan Sungai Melawi di wilayah setempat.
Baca juga: Kehebatan Mpu Nala Panglima Angkatan Laut Majapahit Penguasa Lautan yang Gentarkan Kekaisaran Mongol
"Warga Sintang yang mengungsi tersebar di 32 pos pengungsian yang dioperasikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat," kata Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) BNPB Abdul Muhari dikutip Senin (15/11/2021).
![Begini Penampakan Sintang Sejak Terendam Banjir 21 Oktober Lalu]()
Pos pengungsian tersebut didukung 24 dapur umum yang dioperasikan tim gabungan di bawah komando BPBD Kabupaten Sintang.
"Banjir masih menggenangi wilayah Sintang, meski pun debit air sempat turun, namun kondisi tersebut membuat warga masih bertahan di tempat pengungsian," jelasnya.
Lima pos lapangan untuk melayani kebutuhan dasar warga telah dioperasikan BPBD Sintang. Kelima pos lapangan berada di kawasan Tugu Bambu, Pos Lantas, Media Center, Ujung Jembatan Kapuas dan Kantor Camat Sintang, sedangkan pos komando berada di Kantor BPBD Kabupaten Sintang.
"Pos pengungsian mau pun dapur umum tersebar di 12 kecamatan, khususnya titik-titik yang aman dari genangan air," ujarnya. BPBD Sintang mencatat jumlah warga terdampak sebanyak 29.623 kepala keluarga atau 88.148 jiwa.
Abdul Muhari menjelaskan, masyarakat terdampak tersebut tersebar di 12 kecamatan, antara lain Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, Binjai Hulu, Sintang, Sepauk, Tempunak, Ketungau Hilir, Dedai, Serawai, Ambalau, Sei Tebelian dan Kelam Permai.

Sejumlah bangunan masih terendam genangan banjir dengan ketinggian bervariasi. Di antaranya bangunan rumah sakit umum (RSU) Sayang Ibu di Jalan Lintas Melawai No 32 Sintang.
Baca juga: Soal Banjir Sintang, Faldo Maldini Sebut BNPB Sudah Turun Sejak Awal
Kondisi rumah sakit tersebut tak ada aktivitas lantaran terendam banjir hingga separuh pintu. Begitu juga kantor dan pertokoan di kawasan Lintas Melawai masih terendam. Semuanya tutup karena terendam banjir bandang.
Warga di Sintang terpaksa menggunakan perahu kecil untuk keluar rumah mencari bahan makanan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang menyatakan sebanyak 12 kecamatan terdampak banjir yang disebabkan meluapnya debit air Sungai Kapuas dan Sungai Melawi di wilayah setempat.
Baca juga: Kehebatan Mpu Nala Panglima Angkatan Laut Majapahit Penguasa Lautan yang Gentarkan Kekaisaran Mongol
"Warga Sintang yang mengungsi tersebar di 32 pos pengungsian yang dioperasikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat," kata Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) BNPB Abdul Muhari dikutip Senin (15/11/2021).

Pos pengungsian tersebut didukung 24 dapur umum yang dioperasikan tim gabungan di bawah komando BPBD Kabupaten Sintang.
"Banjir masih menggenangi wilayah Sintang, meski pun debit air sempat turun, namun kondisi tersebut membuat warga masih bertahan di tempat pengungsian," jelasnya.
Lima pos lapangan untuk melayani kebutuhan dasar warga telah dioperasikan BPBD Sintang. Kelima pos lapangan berada di kawasan Tugu Bambu, Pos Lantas, Media Center, Ujung Jembatan Kapuas dan Kantor Camat Sintang, sedangkan pos komando berada di Kantor BPBD Kabupaten Sintang.
"Pos pengungsian mau pun dapur umum tersebar di 12 kecamatan, khususnya titik-titik yang aman dari genangan air," ujarnya. BPBD Sintang mencatat jumlah warga terdampak sebanyak 29.623 kepala keluarga atau 88.148 jiwa.
Abdul Muhari menjelaskan, masyarakat terdampak tersebut tersebar di 12 kecamatan, antara lain Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, Binjai Hulu, Sintang, Sepauk, Tempunak, Ketungau Hilir, Dedai, Serawai, Ambalau, Sei Tebelian dan Kelam Permai.
(shf)
Lihat Juga :